News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur Dedi Mulyadi Copot Kepala Samsat Soekarno Hatta Gara-Gara KTP: Aturan Dipermudah, Layanan Malah Dipersulit

Dedi Mulyadi copot Kepala Samsat usai aturan pajak tanpa KTP diabaikan. Kebijakan dipermudah, tapi warga justru dipersulit di lapangan.
Rabu, 8 April 2026 - 17:44 WIB
Buntut Warganya Tidak Bisa Bayar Pajak, Dedi Mulyadi Langsung lakukan Investigasi sampai Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta
Sumber :
  • tvOnenews/A.R Safira

Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan baru yang seharusnya memudahkan masyarakat justru berujung pencopotan pejabat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung setelah ditemukan pelanggaran dalam pelayanan pajak kendaraan bermotor.

Langkah ini menjadi sorotan karena berangkat dari satu persoalan yang dianggap sepele, namun berdampak besar: petugas tetap meminta KTP pemilik pertama, padahal aturan baru sudah menghapus kewajiban tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masih ditemukan petugas yang tidak melayani masyarakat dengan baik dan mengabaikan surat edaran. Maka hari ini saya nonaktifkan,” tegas Dedi Mulyadi, Rabu (8/4/2026).

Aturan Dipermudah, Praktik di Lapangan Justru Berbelit

Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejatinya bertujuan menyederhanakan proses pembayaran pajak kendaraan bermotor. Lewat Surat Edaran Nomor 47/KU.03.02/Bapenda, warga kini tidak lagi diwajibkan membawa KTP pemilik pertama kendaraan.

Cukup dengan STNK asli dan KTP pemilik saat ini, masyarakat sudah bisa membayar pajak tahunan.

Namun di lapangan, implementasi kebijakan ini justru tidak berjalan mulus. Kasus di Samsat Soekarno-Hatta menjadi contoh nyata bagaimana aturan yang sudah dipermudah masih tersendat di level pelayanan.

Seorang warga bahkan mengaku tetap diminta KTP pemilik pertama saat hendak membayar pajak. Ia sempat diarahkan ke loket lain dan mendapat informasi bahwa tanpa KTP, proses hanya bisa dilakukan sekali.

Pengalaman ini kemudian viral dan memicu respons cepat dari Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Turun Tangan, Investigasi Dimulai

Tidak berhenti pada pencopotan jabatan, Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan aturan tersebut.

Ia menerjunkan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengurai penyebab utama kebijakan yang tidak berjalan efektif.

Menurut Dedi Mulyadi, masalah ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut kualitas pelayanan publik yang harus benar-benar dirasakan masyarakat.

“Investigasi ini untuk mencari fakta kenapa aturan tidak berjalan efektif di lapangan,” ujarnya.

Pesan Keras: Jangan Persulit Warga

Langkah tegas Dedi Mulyadi membawa pesan yang jelas kepada seluruh jajaran pelayanan publik, khususnya di Samsat.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi praktik yang mempersulit masyarakat, apalagi ketika aturan sudah dibuat lebih sederhana.

“Jangan persulit warga dengan aturan yang sudah kita sederhanakan,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa reformasi pelayanan publik tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi juga harus diterapkan secara konsisten di lapangan.

Kebijakan Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama

Kebijakan baru yang mulai berlaku sejak 6 April 2026 ini memang dirancang untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Banyak masyarakat selama ini terkendala membayar pajak karena kendaraan belum balik nama atau KTP pemilik pertama sulit diakses.

Dengan aturan baru ini, pemerintah berharap hambatan tersebut bisa dihapus, sehingga pembayaran pajak menjadi lebih mudah dan cepat.

Namun, kasus di Samsat Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa perubahan kebijakan tidak selalu diikuti dengan kesiapan sistem dan sumber daya manusia.

Alarm bagi Reformasi Pelayanan Publik

Kasus ini menjadi alarm bagi reformasi birokrasi, khususnya di sektor pelayanan publik. Apa yang dilakukan Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa pengawasan terhadap implementasi kebijakan harus dilakukan secara ketat.

Tidak cukup hanya membuat aturan yang memudahkan, tetapi juga memastikan seluruh petugas memahami dan menjalankannya tanpa penyimpangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak, kebijakan yang seharusnya menjadi solusi justru berpotensi menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.

Dengan langkah tegas ini, Dedi Mulyadi berharap seluruh layanan Samsat di Jawa Barat bisa berbenah dan benar-benar memberikan kemudahan, bukan sebaliknya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perjalanan Addie MS Kenal Musik Orkestra hingga Dirikan Twilite Orchestra

Perjalanan Addie MS Kenal Musik Orkestra hingga Dirikan Twilite Orchestra

Berikut rekapan perjalanan panjang Addie MS, maestro musik Indonesia, mulai dari mengenal musik orkestra hingga membentuk Twilite Orchestra pada 1991 silam.
Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Dansatgas Darat Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman. Sedikitnya puluhan personel gabungan dari TNI, pemadam kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan. Petugas juga menerjunkan hampir 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.
Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa hukum 86 korban kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak oleh PT DGJ memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). Ada beberapa modus yang digunakan dalam kasus ini.
Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi menikah dengan Jang Dong Yoon, ini daftar film dan drama yang dibintangi aktris Kim Seung Yoon.
Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Siap Hidupkan Rivalitas Manchester United Vs Arsenal di SUGBK

Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Siap Hidupkan Rivalitas Manchester United Vs Arsenal di SUGBK

Meski hanya berstatus laga ekshibisi, legenda Manchester United, Rio Ferdinand tidak ingin sekadar datang untuk menikmati pertandingan.
Begini Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Emas yang Menyeret Artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen

Begini Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Emas yang Menyeret Artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen

Kirana Larasati maupun Jennifer Coppen sudah memberikan klarifikasi terkait kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Selengkapnya

Viral