Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat
- tim tvOnenews.com
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Ibu muda asal Kota Cimahi, Jawa Barat tak terima bayi yang baru dilahirkannya nyaris hilang gara-gara keteledoran petugas RSHS Kota Bandung.
Nina Saleha (27) marah bukan main, saat tahu bayinya diberikan kepada orang lain oleh oknum perawat di RSHS.
Bahkan saking kesalnya, Nina sampai mention Dedi Mulyadi, agar sang Gubernur Jawa Barat tahu bagaimana buruknya pelayanan di rumah sakit provinsi tersebut.
- Freepik
"Saya marah, tidak terima, mau dilaporkan juga (silakah) saya viralkan sekalian. Enggak apa-apa biar Pak Dedi (Dedi Mulyadi) tahu itu RS bagaimana, pegawainya bagaimana, banyak yang teledor," kata Nina, dikutip Kamis (9/4/2026).
Video tersebut viral di media sosial. Tak hanya Nina, bahkan banyak warganet yang menandai Kang Dedi Mulyadi alias KDM di postingan tersebut.
Warganet berharap Dedi Mulyadi dapat bertindak tegas terhadap oknum petugas rumah sakit yang dinilai teledor.
"@dedimulyadi71 coba pak diusut kasusnya, ini masalah serius. Bukan sepele, kita juga dengernya marah teh, spill namanya dan orgnya biar di pecat!!!" komentar salah satu warganet.
"Banyak cerita sebenernya di RSHS yg kurang enak, mohon bapak Gubernur dibenahi kembali..@dedimulyadi71," komentar lainnya yang menandai Dedi Mulyadi.
"Usuttt pa @dedimulyadi71 gak bisa diem aja kalo soal anak. Tolong ditindak perawat yang seperti itu," tulis @ramdi.
Kronologi
- Cepi Kurnia/tvOne
Nina pun menuturkan kronologi bayinya nyaris tertukar, akibat keteledoran suster RSHS Kota Bandung.
Nina menjelaskan, bayinya dirawat di ruang NICU RSHS selama kurang lebih lima hari karena mengalami penyakit kuning.
Saat proses kepulangan, ia bersama suaminya sempat meninggalkan ruangan untuk makan sambil menunggu berkas administrasi selesai.
Namun, setibanya kembali ke ruang perawatan, Nina merasa ada yang janggal. Ia kaget bukan main saat melihat bayinya justru berada dalam gendongan orang lain.
“Saat saya kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Padahal saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” kata Nina, Rabu (9/4/2026).
Nina langsung menghampiri perempuan yang menggendong bayi tersebut dan memastikan bahwa itu adalah anaknya.
Ia semakin yakin setelah mengenali wajah dan perlengkapan bayi, meski gelang identitas bayi disebut sudah tidak terpasang.
“Saya bilang, itu anak saya. Saya yang merawat, saya yang tahu bajunya. Tapi saat saya lihat, gelang namanya sudah tidak ada,” katanya.
Panik, Nina segera memanggil perawat dan meminta penjelasan. Ia mengaku sempat berteriak karena khawatir bayinya akan dibawa pergi.
Menurut pengakuannya, perawat yang bertugas sempat meminta maaf dan berdalih telah memanggil nama Nina sebelumnya, namun tidak ada respons sehingga bayi tersebut diserahkan kepada pihak lain.
“Susternya bilang sudah memanggil nama saya berkali-kali, tapi karena tidak ada, bayinya diberikan begitu saja,” ungkapnya.
Padahal, bayi tersebut diketahui baru berusia sekitar satu minggu dan masih dalam masa perawatan intensif setelah dirujuk dari rumah sakit sebelumnya.
Kejadian ini membuat Nina dan suaminya terpukul dan berharap pihak rumah sakit memberikan penjelasan serta meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Namun menurut Nina bahwa stelah viral ada dari pihak rumah sakit yang menghubungi dan meminta maaf atas kelalaian tersebut. (cep/muu)
Load more