GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bupati Tulungagung Pakai Uang Hasil Palak 16 OPD untuk Beli Sepatu, Jamuan Makan hingga THR Forkopimda

Selain itu, dana tersebut juga dipakai untuk tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Minggu, 12 April 2026 - 09:00 WIB
Gatut Kenakan Rompi Tahanan KPK, Bupati Tulungagung Mengucapkan Permohanan Maaf
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menggunakan uang hasil pemerasan terhadap 16 OPD untuk membeli kebutuhan pribadi.

Selain itu, dana tersebut juga dipakai untuk tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu membeberkan, uang hasil setoran para OPD digunakan untuk berbagai kebutuhan personal, mulai dari pembelian barang mewah hingga biaya pengobatan.

"Uang ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti untuk pembelian sepatu, berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi lainnya yang juga dimintakan atau dibebankan pada anggaran di OPD," kata  Asep, dikutip Sabtu (12/4/2026).

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan sebagian dana hasil pemerasan turut dialokasikan untuk THR kepada pejabat di lingkup Forkopimda Tulungagung.

"Uang tersebut juga digunakan GSW untuk pemberian THR kepada sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pemkab Tulungagung," ucap Guntur.

Dalam pengembangan perkara, KPK juga menemukan fakta yang dinilai cukup memprihatinkan. Beberapa kepala OPD yang menjadi korban tekanan disebut sampai harus mencari pinjaman dana demi memenuhi permintaan setoran dari bupati.

Bahkan, sebagian pejabat terpaksa mengeluarkan uang pribadi agar nominal yang diminta bisa segera terpenuhi.

"Dalam perkara Tulungagung ini, kami menemukan fakta bahwa untuk memenuhi permintaan Bupati, sebagian OPD bahkan sampai meminjam dana hingga menggunakan uang pribadi. Tindak pidana ini, bukan tidak mungkin akan membuka modus baru, seperti pengaturan proyek dan gratifikasi, untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan para pejabat OPD untuk disetorkan kepada Bupati," ujar dia.

KPK menduga tekanan terhadap OPD ini berpotensi memicu tindak pidana korupsi lanjutan, termasuk permainan proyek hingga gratifikasi, karena para pejabat harus mencari berbagai cara untuk menutup kebutuhan setoran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus ini, selain Gatut Sunu Wibowo, KPK juga menetapkan ajudan bupati, Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka. Keduanya diduga berperan dalam praktik pemerasan terhadap 16 pejabat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B UU Tipikor junto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Elkan Baggott Beri Kabar Bahagia Jelang Pemanggilan Timnas Indonesia

Elkan Baggott Beri Kabar Bahagia Jelang Pemanggilan Timnas Indonesia

Setelah menghilang hampir dua tahun lamanya, Elkan Baggott akhirnya kembali membela Timnas Indonesia sejak kepemimpinan John Herdman. 
Korlantas Polri Tegaskan Dua Kecelakaan Kereta di Bekasi Tidak Berkaitan, Selisih Waktu Jadi Sorotan DPR

Korlantas Polri Tegaskan Dua Kecelakaan Kereta di Bekasi Tidak Berkaitan, Selisih Waktu Jadi Sorotan DPR

Korlantas Polri menegaskan kecelakaan taksi Green SM dan tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi merupakan dua kejadian berbeda.
Tak Ragu Siapkan Rp750 Juta, Dedi Mulyadi Ternyata Punya Satu Misi Besar di Balik Pencarian Aman Yani

Tak Ragu Siapkan Rp750 Juta, Dedi Mulyadi Ternyata Punya Satu Misi Besar di Balik Pencarian Aman Yani

Langkah Dedi Mulyadi menyiapkan hadiah Rp750 juta untuk menemukan sosok Aman Yani memicu perhatian publik. Ternyata KDM punya misi besar terkait kasus itu.
Hot News: PKL Cicadas Minta Ganti Rugi Miliaran ke Dedi Mulyadi, Rencana KDM Ubah Alun-alun Jadi Kota Tua, hingga Sayembara Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani

Hot News: PKL Cicadas Minta Ganti Rugi Miliaran ke Dedi Mulyadi, Rencana KDM Ubah Alun-alun Jadi Kota Tua, hingga Sayembara Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani

Hot News hari ini: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali membahas sosok misterius bernama Aman Yani yang disebut dalam persidangan kasus tersebut. Penertiban PKL di Cicadas
“Trotoar Bukan Lapak Dagang!” Dedi Mulyadi Pasang Badan Bela Hak Pejalan Kaki di Bandung

“Trotoar Bukan Lapak Dagang!” Dedi Mulyadi Pasang Badan Bela Hak Pejalan Kaki di Bandung

Dedi Mulyadi tegas soal penertiban PKL di trotoar Bandung. KDM menilai trotoar adalah hak pejalan kaki dan fasilitas umum harus dikembalikan fungsinya.
Ratusan Driver Ojol di Jombang Gelar Aksi Damai Dukung Nadiem Makarim

Ratusan Driver Ojol di Jombang Gelar Aksi Damai Dukung Nadiem Makarim

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar aksi damai dengan mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Jombang dan Kejari Jombang

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta

Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta

Dedi Mulyadi umumkan sayembara Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan Aman Yani, sosok misterius di balik kasus pencairan dana pensiun yang viral. 
Selengkapnya

Viral