News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-Detik Dua Mahasiswa Pelaku Pelecehan Seksual Grup Chat FH UI Ditampilkan ke Publik, Disertai Teriakan dan Kecaman Massa

Sidang pelecehan seksual grup chat mahasiswa FH UI disiarkan langsung di TikTok, dua pelaku dihadirkan dan menuai kecaman keras massa.
Senin, 13 April 2026 - 22:49 WIB
Terbongkar! Grup Chat Mahasiswa FH UI Berisi Rencana Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Bahkan Dosen
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali memanas setelah sebuah siaran langsung di TikTok memperlihatkan jalannya sidang internal yang berlangsung pada Senin malam, 13 April 2026. Siaran tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik karena menampilkan suasana tegang yang dipenuhi teriakan massa.

Dalam siaran langsung yang diduga telah berlangsung sekitar 30 menit itu, terlihat sejumlah mahasiswa berkumpul dalam forum yang membahas kasus grup chat berisi percakapan tidak pantas. Massa yang hadir tampak tidak hanya mengikuti jalannya sidang, tetapi juga secara aktif menyuarakan tuntutan agar para pelaku dihadirkan ke hadapan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Massa Desak Pelaku Ditampilkan

Sejak awal siaran, suasana sudah terlihat memanas. Massa yang memenuhi ruangan beberapa kali terdengar meneriakkan permintaan agar identitas pelaku dibuka. Desakan tersebut semakin kuat seiring berjalannya waktu, terutama karena kasus ini telah memicu kemarahan luas di kalangan mahasiswa.

Teriakan seperti “tampilkan pelaku” menggema berulang kali, menciptakan tekanan besar terhadap pihak penyelenggara sidang. Situasi ini menunjukkan betapa tingginya emosi publik terhadap kasus pelecehan seksual yang sebelumnya viral di media sosial.

Dua Mahasiswa Dihadirkan, Suasana Memuncak

Puncak ketegangan terjadi ketika dua mahasiswa yang diduga sebagai pelaku akhirnya dihadirkan ke depan massa. Keduanya tampak mengenakan kemeja putih dan celana panjang berwarna cokelat, dengan posisi tubuh menunduk saat diperlihatkan kepada peserta sidang.

Saat kedua mahasiswa tersebut muncul, reaksi massa langsung meledak. Teriakan kecaman dan kemarahan terdengar dari berbagai arah, menandakan kekecewaan mendalam terhadap tindakan yang diduga dilakukan.

Tidak hanya itu, sebagian massa juga terus mendesak agar pelaku lain yang diduga terlibat turut dihadirkan. Permintaan tersebut menambah intensitas situasi yang sudah memanas sejak awal.

Peran Civitas Akademika dan Upaya Menenangkan Massa

Di samping dua mahasiswa yang dihadirkan, terlihat pula dua orang lain yang diduga merupakan bagian dari civitas akademika. Kehadiran mereka diduga untuk mengawal jalannya proses serta memastikan situasi tetap terkendali.

Namun, kondisi sempat memanas hingga nyaris ricuh. Dalam momen tersebut, seorang perempuan yang diduga berperan sebagai penengah mencoba menenangkan massa. Ia terlihat berupaya meredam emosi dan menjaga agar forum tetap berjalan tanpa eskalasi lebih lanjut.

Upaya tersebut menjadi penting mengingat tekanan dari massa yang terus meningkat, terutama terkait tuntutan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini.

Pelaku Lain Belum Hadir, Massa Tetap Menekan

Dalam perkembangan yang disampaikan di lokasi, disebutkan bahwa para pelaku yang telah dihadirkan sebelumnya sudah dimintai keterangan. Proses lanjutan pun disebut akan segera dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, pelaku lain yang diduga terlibat disebut telah diminta untuk hadir. Namun, kehadiran mereka terhambat karena tidak mendapat izin dari orang tua masing-masing. Hal ini justru memicu reaksi lanjutan dari massa yang tetap bersikeras agar seluruh pihak yang terlibat dimunculkan.

Tekanan dari mahasiswa terus berlanjut, mencerminkan tuntutan kuat akan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Sorotan Publik terhadap Proses Penanganan

Siaran langsung sidang ini menjadi titik baru dalam dinamika kasus pelecehan seksual di lingkungan FH UI. Publik tidak hanya menyoroti isi kasus, tetapi juga cara penanganannya yang kini terbuka dan disaksikan luas melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini menunjukkan perubahan pola kontrol sosial di era digital, di mana proses internal kampus pun dapat menjadi konsumsi publik secara real-time. Di sisi lain, tekanan massa yang tinggi juga menimbulkan tantangan tersendiri dalam menjaga proses tetap objektif dan adil.

Kasus ini terus menjadi perhatian luas, dengan publik menunggu langkah tegas dan transparan dari pihak kampus dalam menuntaskan dugaan pelecehan seksual yang telah mencoreng nama institusi. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari

Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari

Kilang LPG Cilamaya di Karawang mulai beroperasi dengan kapasitas 52.800 ton per tahun. Simak potensi produksi dan dampaknya terhadap ketergantungan impor LPG
Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) bersiap menggelar Lokakarya Kaderisasi Nasional di Bandar Lampung pada 26 Oktober hingga 1
BREAKING
NEWS
3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten periode 2025–2030 Hamenang Wajar Ismoyo (HWI) dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luth
Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Memperkaya Wawasan Penyelesaian Sengketa

Di tengah tuntutan dunia usaha yang semakin dinamis, kemampuan menyelesaikan sengketa di luar pengadilan, seperti negosiasi, mediasi, dan arbitrase—kini menjadi skill krusial bagi para profesional hukum. 
Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung
Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Masa depan Christian Comotto di AC Milan menjadi perhatian jelang bursa transfer Januari. Minimnya menit bermain membuat sang wonderkid berpotensi angkat kaki.

Trending

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung
Bursa Transfer AC Milan: Bikin Rossoneri Gigit Jari, Wonderkid yang Gagal Dibeli Malah Kian Bersinar dan Harganya Melambung di Eropa

Bursa Transfer AC Milan: Bikin Rossoneri Gigit Jari, Wonderkid yang Gagal Dibeli Malah Kian Bersinar dan Harganya Melambung di Eropa

AC Milan bakal menyesal usai gagal merekrut Issa Doumbia pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang muda itu kini menjadi sorotan bersama Sporting CP.
Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Bursa Transfer AC Milan: Belum Terpakai di Era Ruben Amorim, Wonderkid Rossoneri Jadi Incaran 3 Klub Italia Januari Nanti

Masa depan Christian Comotto di AC Milan menjadi perhatian jelang bursa transfer Januari. Minimnya menit bermain membuat sang wonderkid berpotensi angkat kaki.
3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

3 Fakta Mencengangkan Korupsi Bupati Klaten Bersama Kepala BPK Jateng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten periode 2025–2030 Hamenang Wajar Ismoyo (HWI) dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luth
Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Menjelang Satu Abad Marhaenisme, DPP GMNI Dukung Kebijakan Kerakyatan Presiden Prabowo

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) bersiap menggelar Lokakarya Kaderisasi Nasional di Bandar Lampung pada 26 Oktober hingga 1
Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana Rp148 Miliar Buat Beli Saham Rp30,98 M

Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana Rp148 Miliar Buat Beli Saham Rp30,98 M

Penyidikan skandal korupsi penggunaan dana siap pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluas ke sektor pasar modal.
iPhone 18 Pro Harganya Tembus Rp58 Juta dan Bikin Melongo, Sebanding dengan UMR Jakarta?

iPhone 18 Pro Harganya Tembus Rp58 Juta dan Bikin Melongo, Sebanding dengan UMR Jakarta?

iPhone 18 Pro Series resmi dijual di Indonesia pada 16 Oktober 2026. Harga mulai Rp27,49 juta, setara hampir lima kali UMP Jakarta 2026. Worth it untuk konten
Selengkapnya

Viral