News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal  Group of  Twenty Atau G20

Group of Twenty, atau dikenal G20 dibentuk sejak tahun 1999 atas inisiasi para anggota Group of Seven, atau G7. Pembentukan ini bermula dari kekecewaan komunitas internasional terhadap G7.
Jumat, 27 Mei 2022 - 17:08 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Berfoto Bersama dengan Para Pemimpin Negara G20
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta- Indonesia kini bertanggung jawab sebagai tuan rumah atau presidensi G20 2022 melalui serah terima yang dilakukan saat Konferensi Tingkat Tinggi di Roma, Italia 2021 lalu. Indonesia menjadi negara ke-5 di Asia yang telah menjadi tuan rumah G20 setelah Jepang, China, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Indonesia mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger" yang bertujuan agar seluruh dunia bisa bahu-membahu untuk membangun ekonomi yang sempat menurun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, bagaimana sejarah terbentuknya G20, tujuan dan perannya selama menjadi forum kerja sama multilateral.

Sejarah G20

Group of Twenty, atau dikenal G20 dibentuk sejak tahun 1999 atas inisiasi para anggota Group of Seven, atau G7. Pembentukan ini bermula dari kekecewaan komunitas internasional terhadap G7 yang telah gagal mencari solusi krisis keuangan 1998-1999.

Dalam forum G20, negara-negara maju yang ikut serta di dalamnya akan merangkul negara-negara berkembang agar dapat bersama-sama mengatasi krisis keuangan, dan terutama krisi yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin, tahun 1997-1998.

Tujuan dan Peran G20

Tujuan dari terbentuknya G20 ini adalah untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. Dalam sistemnya G20 digunakan sebagai sebuah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara plus Uni Eropa (UE). Terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Dari 19 negara tersebut yang sudah tergabung dalam G20, para anggotanya akan merepresentasikan sejumlah informasi mengenai isi bumi yang terdiri dari  60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. 

Kegiatan G20 awalnya merupakan bentuk pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun sejak 2008, G20 mulai menghadirkan para Kepala Negara dalam KTT, dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan di sektor pembangunan. 

Mulai saat itu G20 terdiri atas jalur keuangan (Finance Track) dan jalur sherpa (Sherpa Track). Sherpa diambil dari istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para sherpa G20 membuka jalan menuju KTT atau Summit.

Dalam lingkup G20 terdapat tiga pertemuan, pertemuan pertama adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau Summit.  Konferensi Tingkat Tinggi ini merupakan sebuah rapat tingkat kepala negara/pemerintahan, yang menjadi puncak pertemuan G20.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan kedua saat Ministerial and Deputies meetings atau pertemuan tingkat Menteri dan Deputi. Pertemuan ini diadakan di masing-masing area fokus utama forum. Pada Finance Track, Ministerial Meetings dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, yang disebut Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG). 

Pertemuan ketiga adalah pertemuan kelompok kerja/working groups. Kegiatan ini beranggotakan para ahli dari negara G20. Peran kerja working groups bertujuan untuk menangani isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen kementerian dan akhirnya KTT. (hw/mg5/put)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

10 Tahun di Persib, Febri Hariyadi Kini Harus Menepi ke Solo?

10 Tahun di Persib, Febri Hariyadi Kini Harus Menepi ke Solo?

Nama Febri Hariyadi muncul dalam rumor transfer mengejutkan yang melibatkan Persib Bandung dan Persis Solo. Isu tersebut mencuat setelah operator kompetisi ...
Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Sorotan utama laga tertuju pada Saddil Ramdani. Winger Persib itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk mencatatkan namanya di papan skor setelah ...
Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ressa Rizky Ogah Serumah Bareng Denada: Rasanya Akan Berbeda

Ressa Rizky Ogah Serumah Bareng Denada: Rasanya Akan Berbeda

Meskipun sudah ada pengakuan dari Denada, namun ressa Rizky mengaku dirinya enggan tinggal satu atap dengan sang ibunda. Simak informasi selengkapnya di sini!
Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Masih bingung, sebenarnya boleh atau tidak ya pakai lahan pemerintah untuk bercocok tanam dari perspektif Islam?.
IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 sekaligus jadi panggung kolaborasi sektor keuangan dan otomotif.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Masih bingung, sebenarnya boleh atau tidak ya pakai lahan pemerintah untuk bercocok tanam dari perspektif Islam?.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
10 Tahun di Persib, Febri Hariyadi Kini Harus Menepi ke Solo?

10 Tahun di Persib, Febri Hariyadi Kini Harus Menepi ke Solo?

Nama Febri Hariyadi muncul dalam rumor transfer mengejutkan yang melibatkan Persib Bandung dan Persis Solo. Isu tersebut mencuat setelah operator kompetisi ...
IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 sekaligus jadi panggung kolaborasi sektor keuangan dan otomotif.
Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Sorotan utama laga tertuju pada Saddil Ramdani. Winger Persib itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk mencatatkan namanya di papan skor setelah ...
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT