Heboh soal ‘War Tiket’ Haji, Menhaj: Saya yang Tanggungjawab
- Antara
Atalia bahkan menyoroti dampak sosial dari kebijakan tersebut yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu.
“Bagaimana dengan ibu-ibu di kampung yang sudah menabung 20 tahun? Bagaimana dengan kakek-nenek kita yang gaptek? Mereka akan tersisihkan,” tegasnya.
Tak hanya soal keadilan, Atalia juga mengingatkan potensi dampak besar terhadap pengelolaan dana haji.
Selama ini, setoran awal jemaah dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menghasilkan nilai manfaat yang digunakan menekan biaya haji.
“Jika sistem antrean dihapus dan kembali ke sistem setoran penuh langsung (lumpsum), dana haji yang mencapai ratusan triliun akan kering. Siapa yang akan mensubsidi jemaah? Apakah biaya haji akan naik drastis?” ujarnya.
Ia juga menilai wacana tersebut bertolak belakang dengan upaya pemerintah memberantas haji ilegal.
“Di satu sisi kita menggembar-gemborkan No Haji Without Queue, di sisi lain menteri mewacanakan war ticket. Ini kontradiktif dan hanya akan membingungkan publik. Saya khawatir ini akan dimanfaatkan oleh calo untuk menawarkan 'jalur cepat' dengan iming-iming sistem baru,” imbuhnya.(rpi/raa)
Load more