News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Rabu, 15 April 2026 - 00:00 WIB
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kembali memicu polemik. Kali ini, sorotan publik tertuju pada beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari grup orang tua mahasiswa, yang dinilai justru membela para terduga pelaku.

Isi percakapan tersebut ramai diperbincangkan karena memperlihatkan sikap yang dianggap tidak berpihak kepada korban. Bahkan, sejumlah pernyataan dalam chat menunjukkan kecenderungan menyalahkan pihak yang pertama kali mengungkap kasus ini ke publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang Tua Soroti Penyebar Kasus, Bukan Substansi Pelecehan

Dalam tangkapan layar yang beredar, beberapa anggota grup terlihat menyesalkan penyebaran kasus ke ranah publik. Mereka menilai tindakan tersebut tidak bijak dan berdampak luas terhadap nama baik mahasiswa serta keluarga.

“Andai saja si penyebar lebih bijak, tidak langsung menyebarkan seperti ini,” tulis salah satu anggota grup.

Pernyataan lain bahkan menyebut bahwa penyebaran informasi telah membuat kasus menjadi tidak terkendali.

“Kalau sudah tersebar seperti ini, jadinya bola liar. Semua pihak bisa kena imbasnya,” bunyi pesan lainnya.

Tidak sedikit pula yang menyoroti dampak pemberitaan terhadap masa depan anak-anak mereka.

“Kami sebagai orang tua tentu khawatir, ini sudah jadi berita nasional. Dampaknya panjang untuk anak-anak,” tulis salah satu anggota.

Muncul Permintaan Agar Tidak Ada Sanksi DO

Yang paling menjadi perhatian publik adalah munculnya permintaan agar para mahasiswa yang terlibat tidak dijatuhi sanksi berat, khususnya Drop Out (DO).

Dalam percakapan tersebut, beberapa orang tua berharap agar kampus dapat mempertimbangkan masa depan mahasiswa.

“Mohon kebijaksanaan pihak kampus, jangan sampai anak-anak ini di-DO. Kasihan masa depan mereka,” tulis salah satu pesan.

Ada pula yang menilai bahwa sanksi berat seperti DO bukan solusi terbaik.

“Kalau bisa jangan sampai DO, cukup pembinaan saja. Mereka masih muda dan bisa diperbaiki,” ujar anggota grup lainnya.

Bahkan, ada yang secara langsung mengaitkan kesalahan dengan usia dan proses belajar.

“Namanya juga anak muda, kadang khilaf. Jangan langsung dihukum berat,” tulis pesan lain dalam percakapan tersebut.

Publik Bereaksi Keras

Beredarnya isi chat ini langsung menuai kritik tajam dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa sikap orang tua tersebut tidak menunjukkan empati terhadap korban, melainkan lebih fokus pada perlindungan terhadap pelaku.

Komentar publik di media sosial pun didominasi kecaman terhadap narasi yang dinilai menyudutkan pihak pembongkar kasus.

“Harusnya yang disorot itu pelaku, bukan yang berani mengungkap,” tulis salah satu warganet.

Kritik juga mengarah pada permintaan agar pelaku tidak di-DO, yang dianggap sebagai bentuk pembelaan berlebihan.

“Kalau memang terbukti, ya harus ada konsekuensi. Jangan karena takut masa depan rusak, lalu mengabaikan korban,” tulis komentar lainnya.

Awal Kasus Pelecehan di Lingkungan FH UI

Kasus ini bermula dari dugaan pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh 16 mahasiswa FH UI melalui sebuah grup chat. Dugaan tersebut menyebutkan bahwa isi percakapan mengandung unsur pelecehan terhadap mahasiswi hingga dosen.

Tangkapan layar percakapan tersebut kemudian menyebar ke publik dan memicu perhatian luas. Kasus ini pun berkembang menjadi sorotan nasional, terutama karena melibatkan institusi pendidikan ternama.

UI Tegaskan Pelecehan Verbal Adalah Pelanggaran Serius

Menanggapi kasus tersebut, pihak Universitas Indonesia melalui Direktur Humas, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa kekerasan seksual dalam bentuk apa pun, termasuk verbal, merupakan pelanggaran serius.

Saat ini, penanganan kasus dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI. Prosesnya meliputi verifikasi laporan, pengumpulan bukti, serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

UI juga menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan berperspektif korban, sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan dan keadilan.

Ancaman Sanksi Tetap Mengacu Aturan

Meski muncul permintaan dari pihak orang tua agar tidak ada sanksi DO, pihak kampus tetap menegaskan bahwa seluruh proses akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Para mahasiswa yang terbukti bersalah tetap berpotensi mendapatkan sanksi tegas, mulai dari pembinaan hingga sanksi berat, tergantung hasil investigasi.

Keaslian Chat Masih Belum Terverifikasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga saat ini, keaslian tangkapan layar percakapan grup orang tua tersebut belum dapat dipastikan. Namun demikian, isi percakapan yang beredar sudah memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.

Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan terkait dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus, tetapi juga membuka diskusi tentang bagaimana peran orang tua dalam menyikapi tindakan anak, terutama dalam kasus serius yang menyangkut hak dan perlindungan korban. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Adab Bayar Utang yang Dianjurkan UAH, Jangan Menunda Melunasi

Adab Bayar Utang yang Dianjurkan UAH, Jangan Menunda Melunasi

Bagi anda yang memiliki utang, sebaiknya pahami adab dalam membayar utang. Ustaz Adi Hidayat anjurkan tidak menunda.
Danantara Masih Belum Rilis Laporan Keuangan Tahunan, Dony Oskaria Ungkap Alasan Krusial

Danantara Masih Belum Rilis Laporan Keuangan Tahunan, Dony Oskaria Ungkap Alasan Krusial

COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan bahwa proses konsolidasi dan penyesuaian laporan keuangan ditargetkan tuntas pada akhir Juni 2026.
Ruben Onsu Akui Kesulitan Bertemu Anak, Pihak Sarwendah Singgung Pemberian Nafkah yang Seret: Klien Kami yang Bayar

Ruben Onsu Akui Kesulitan Bertemu Anak, Pihak Sarwendah Singgung Pemberian Nafkah yang Seret: Klien Kami yang Bayar

Meski telah lama bercerai, Ruben Onsu dan Sarwendah masih kerap berseteru, hal ini menjadi sorotan publik. Ruben Onsu akui sulit bertemu anak, Sarwendah geram
Pemprov Jabar Siapkan Revitalisasi Museum Pajajaran Nilai Anggaran Rp9 Miliar, Begini Kata Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Siapkan Revitalisasi Museum Pajajaran Nilai Anggaran Rp9 Miliar, Begini Kata Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar menyiapkan revitalisasi Museum Pajajaran di Kota Bogor dengan nilai anggaran Rp9 miliar.
Konvoi Juara Paris Saint Germain Berujung Ricuh, 780 Orang Ditangkap dan Seorang Pemuda Tewas di Prancis

Konvoi Juara Paris Saint Germain Berujung Ricuh, 780 Orang Ditangkap dan Seorang Pemuda Tewas di Prancis

Paris Saint Germain menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di Budapest, Sabtu (30/5/2026).
Selain Borong Dagangan UMKM, Dedi Mulyadi Langsung Kepincut HP Rakitan Anak Muda Papua

Selain Borong Dagangan UMKM, Dedi Mulyadi Langsung Kepincut HP Rakitan Anak Muda Papua

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian lewat aksinya saat mengunjungi stan UMKM Papua. KDM kepincut handphone rakitan anak muda Papua.

Trending

Satresnarkoba Polres Pacitan Ungkap Jaringan Peredaran Obat Keras, 3 Orang Diamankan

Satresnarkoba Polres Pacitan Ungkap Jaringan Peredaran Obat Keras, 3 Orang Diamankan

Satresnarkoba Polres Pacitan menangkap tiga orang terduga pelaku pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis obat-obatan.
Media Italia Bocorkan Kondisi Cedera Jay Idzes yang Resmi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Media Italia Bocorkan Kondisi Cedera Jay Idzes yang Resmi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Kapten sekaligus tembok kokoh lini belakang Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan bakal absen memperkuat skuad Garuda dalam agenda uji coba internasional FIFA -
Timnas Indonesia Siap Guncang FIFA Matchday, Bintang Grade A Liga Jerman Sudah di Jakarta dan Bakal Bela Garuda

Timnas Indonesia Siap Guncang FIFA Matchday, Bintang Grade A Liga Jerman Sudah di Jakarta dan Bakal Bela Garuda

Timnas Indonesia mulai kedatangan amunisi penting jelang FIFA Matchday Juni 2026. Dua diaspora di Eropa, Kevin Diks dan Emil Audero, resmi tiba di Jakarta.
Prihantini Beri Klarifikasi dan Surat Pernyataan Terkait Pencatutan Nama Dosen dalam Riset: Saya Mohon Maaf

Prihantini Beri Klarifikasi dan Surat Pernyataan Terkait Pencatutan Nama Dosen dalam Riset: Saya Mohon Maaf

Polemik dugaan manipulasi riset melibatkan seorang peneliti bernama Prihantini dalam sebuah konferensi internasional hingga kini terus menyita perhatian publik
Mees Hilgers Tiba-Tiba Mendarat di Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia?

Mees Hilgers Tiba-Tiba Mendarat di Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia?

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, mendadak mengabarkan bahwa dirinya berada di Jakarta. Padahal, John Herdman tidak memanggilnya untuk skuad FIFA Matchday Juni 2026.
Istana Buka Suara soal Isu Prabowo ke Italia, Qodari: Sejak Awal Agenda Resmi Hanya Kunjungan ke Prancis

Istana Buka Suara soal Isu Prabowo ke Italia, Qodari: Sejak Awal Agenda Resmi Hanya Kunjungan ke Prancis

Penegasan tersebut disampaikan Qodari menyusul beredarnya kabar bahwa Presiden Prabowo akan melanjutkan lawatan ke Roma, Italia,
Timnas Indonesia Untung Besar, Harga Pasar Jay Idzes Melejit Hampir 90 Persen

Timnas Indonesia Untung Besar, Harga Pasar Jay Idzes Melejit Hampir 90 Persen

Nilai pasar Jay Idzes melonjak hingga Rp243,4 miliar setelah tampil gemilang bersama Sassuolo di Serie A 2025/2026. Kini ia menjadi pemain termahal Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral