Menteri HAM Desak TNI Klarifikasi Penembakan di Puncak, 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Balita
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, mendesak TNI segera memberikan penjelasan resmi terkait insiden penembakan di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang menewaskan sedikitnya lima warga sipil, termasuk anak kecil.
Pigai menegaskan, konflik bersenjata antara TNI dan TPNPB tidak boleh berujung pada jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.
“Atas kejadian di Kabupaten Puncak yang mengorbankan nyawa dan kerugian lain yang dialami masyarakat sipil saya meminta agar TNI segera memberikan klarifikasi. Atas jatuhnya korban termasuk ada anak-anak dan balita saya menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam. Tidak boleh ada korban masyarakat sipil dalam konflik antara TNI dan TPN OPM,” tegas Pigai kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).
Selain mendesak klarifikasi dari TNI, Pigai juga meminta Komnas HAM untuk segera turun tangan melakukan investigasi.
“Komnas HAM harus segera turun untuk melakukan investigasi,” ucapnya.
Menurutnya, langkah investigasi independen sangat penting untuk membuka fakta secara objektif, terutama di tengah minimnya informasi resmi yang beredar ke publik.
Pigai juga menyoroti potensi pelanggaran serius jika operasi militer dilakukan di wilayah sipil, terlebih jika berdampak pada warga yang tidak terlibat konflik.
Ia meminta penghentian sementara operasi militer di area yang berisiko terhadap masyarakat, khususnya di lokasi pengungsian.
“Kami meminta penghentian sementara seluruh operasi militer di wilayah yang berpotensi berdampak pada masyarakat sipil, khususnya di area pengungsian. Perlindungan terhadap warga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen melakukan penyerangan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Dalam peristiwa itu, lima warga sipil termasuk balita menjadi korban luka tembak dan salah satu rumah dibakar pelaku.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, teror itu terjadi di Kampung Muara, Distik Pogoma, Senin (13/4/2026) pagi.
Dia mengatakan Satgas Koops TNI Habema lalu dikerahkan melakukan operasi penegakan hukum di lokasi.
"Operasi dilaksanakan dengan fokus pembersihan wilayah yang diduga menjadi basis kelompok TPNPB-OPM Kodap III/Sinak pimpinan Lekagak Telenggen," ungkap Wirya dalam keterangan Rabu (15/4/2026).
Load more