News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama, Jusuf Kalla Akui Orang Islam Mau Demo

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla atau dipolisikan buntut ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga berunsur penistaan agama.
Minggu, 19 April 2026 - 05:00 WIB
Ditanya Terkait JK Dituding Nistakan Agama Hingga Dilaporkan ke Polisi, Jusuf Kalla: Banyak Masyarakat Tersinggung
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla atau dipolisikan buntut ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga berunsur penistaan agama.

JK mengaku laporan yang ditujukan kepadanya turut direspons sejumlah kelompok Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun alih-alih membiarkan situasi memanas, JK justru mengambil sikap sebaliknya. Ia memilih meredam, bukan memobilisasi.

“Orang Islam mau demo, jangan, saya bilang. Jangan, jangan,” kata JK saat konferensi pers di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Menurut JK, keinginan untuk berdemonstrasi muncul karena banyak pihak merasa tersinggung dengan tudingan penistaan agama yang diarahkan kepadanya.

Ia mengakui, tekanan dari bawah cukup besar dan tidak mudah dikendalikan.

“Banyak masyarakat yang mau (demonstrasi) karena tersinggung,” ujarnya.

Meski demikian, JK menilai langkah turun ke jalan hanya akan memperkeruh keadaan. Ia tidak ingin polemik ini berkembang menjadi konflik horizontal yang lebih luas, apalagi membawa-bawa sentimen agama.

Karena itu, ia langsung bergerak menenangkan situasi. Salah satu langkah yang diambil adalah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh keagamaan agar pesan damai bisa sampai ke masyarakat luas.

“Saya undang Sekjen DMI (Dewan Masjid Indonesia) supaya kasih tahu masjid tenang,” kata JK.

Ia bahkan menyebut, ajakan untuk tidak berdemonstrasi juga disampaikan ke berbagai daerah yang mulai menunjukkan tanda-tanda mobilisasi massa.

“Di Makassar mau demo besar-besaran, jangan,” ujarnya.

Bagi JK, menjaga stabilitas sosial jauh lebih penting dibanding merespons tudingan dengan kekuatan massa.

Ia tampak ingin memastikan polemik ini tetap berada dalam koridor hukum dan tidak meluas menjadi gejolak di jalanan.

Di sisi lain, JK menegaskan bahwa dirinya tidak berada di balik gelombang laporan hukum yang kini bermunculan. Ia menyebut, inisiatif tersebut datang dari masyarakat.

“Bukan saya yang mau mengambil hukum, (tapi) masyarakat yang mau mengadukan ke hukum,” katanya.

Kendati memilih menahan diri, JK tidak sepenuhnya menutup pintu untuk langkah hukum. Ia menyebut timnya tengah mengkaji kemungkinan tersebut, terutama jika tudingan yang beredar terus berulang.

“Kami akan pertimbangkan, karena kalau tidak dituntut, ini akan terulang lagi,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah situasi yang memanas, JK juga menyampaikan kekecewaannya terhadap tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia menilai narasi yang berkembang telah jauh dari konteks pernyataan aslinya.

“Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Semua memfitnah saya semua,” tandasnya.(rpi/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Mengenal Amar Brkic, Wonderkid Timnas Indonesia Jebolan Akademi Jerman, Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung?

Mengenal Amar Brkic, Wonderkid Timnas Indonesia Jebolan Akademi Jerman, Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung?

Persib tengah dikaitkan dengan pemain muda Timnas Indonesia, Amar Brkic. Berikut profil eks pemain Liga Jerman yang disebut selangkah lagi gabung Maung Bandung.
Kebakaran di Depok Hari Ini, Babinsa Korem 051 Wijayakarta Ikut Bantu Padamkan Api

Kebakaran di Depok Hari Ini, Babinsa Korem 051 Wijayakarta Ikut Bantu Padamkan Api

Kobaran api kembali mengancam keselamatan warga di tengah padatnya permukiman. Kebakaran terjadi di lahan kosong yang berada di Jalan Juanda Raya, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok
Sorot Ancaman Era Digital dan AI, Pakar Teknologi Tekankan Masalah Kedaulatan Data dan Kualitas SDM

Sorot Ancaman Era Digital dan AI, Pakar Teknologi Tekankan Masalah Kedaulatan Data dan Kualitas SDM

Pakar teknologi Muhammad Al Husaini menyoroti ancaman era AI terhadap daya kritis, kualitas SDM, privasi, dan kedaulatan data yang penting bagi ketahanan nasional.
Pencarian Kapal Rombongan Wartawan di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil, Tim SAR Terus Sisir Kawasan Anak Krakatau

Pencarian Kapal Rombongan Wartawan di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil, Tim SAR Terus Sisir Kawasan Anak Krakatau

Upaya pencarian terhadap delapan orang, terdiri dari lima pewarta dan tiga awak kapal cepat (speedboat), yang hilang kontak sejak Senin (7/9) terus dilakukan. 
Polres Tangsel Telusuri Dugaan Penyebaran Uang Palsu Pecahan Dolar Singapura, Ini Versi Kuasa Hukum

Polres Tangsel Telusuri Dugaan Penyebaran Uang Palsu Pecahan Dolar Singapura, Ini Versi Kuasa Hukum

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menangani kasus dugaan uang palsu pecahan 10.000 Dolar Singapura (SGD).

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral