Siswa SMAN 1 Purwakarta Minta Maaf Usai Viral Acungkan Jari Tengah ke Guru, Sayang Mereka Terancam Di-blacklist
- Instagram @infojawabarat
Purwakarta, tvOnenews.com - Puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta akhirnya meminta maaf, setelah viral melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang guru di dalam kelas.
Kejadian tak terpuji itu sampai membuat Gubernur Jawa Barat turun tangan, hingga akhirnya membuat video permintaan maaf.
Sebelumnya, viral di media sosial sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta melakukan perbuatan tak terpuji terhadap guru mereka.
Saat sang guru hendak meninggalkan kelas usai kegiatan belajar mengajar, beberapa siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah punggung sang guru.
- Instagram @dedimulyadi71
Seorang siswa lainnya juga tampak melakukan gerakan yang sama ke arah kepala guru.
Bahkan ada sejumlah siswa yang mencium tangan sang guru, namun setelah berlalu, dia melakukan hal serupa dengan mengacungkan jari tengah.
Para siswa yang terlibat kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada guru setelah video tersebut viral.
Seperti diunggah oleh akun Instagram @infojawabarat pada Sabtu (18/4/2026) kemarin.
Dalam video singkat tersebut, puluhan siswa kelas XI IPS yang diketahui merupakan satu kelas itu menyampaikan permintaan maaf.
Permintaan maaf dipimpin oleh siswi bernama Nabila, kemudian diikuti oleh teman satu kelasnya.
“Assalamu’alaikum waromhatullahi wabarokatuh. Perkenalkan saya Nabila, perwakilan dari kelas 11 IPS memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada Ibu S, kepada Kepala Sekolah beserta guru-guru, dan alumni,” katanya.
“Saya mengakui tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas kepada ibu guru kami yaitu ibu S. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, Wassalamu’alaikum waromhatullahi wabarokatuh,” ucap para pelajar SMAN 1 Purwakarta tersebut.
Namun saying permintaan maaf para pelajar ini, tetap ditanggapi negative oleh warganet.
"Gak boleh selesai dengan kata maaf.... Harus ada efek jera, karena TIDAK ADA PERBUATAN TANPA KONSEKUENSI," komentar salah satu warganet.
"Tandain nih perusahaan-perusahaan besar kalau lulus nanti," komentar lainnya.
"KRISIS MORAL itu nyata adanya!" tulis komentar lain.
"Prestasi hasil dari MBG," ujar @gatot*
"Segini doang nyali kalian??? Saya sebagai HRD jelas blacklist anak-anak kayak gini," tulis @aji.
Dedi Mulyadi Minta Para Siswa Dihukum
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin dengan sikap sejumlah pelajar dalam video itu.
“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Dinas Pendidikan," katanya, Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, gubernur yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini mengatakan para orang tua murid tersebut sudah dipanggil.
Bahkan, orang tua mereka menangis lantaran menyesal dengan perbuatan anaknya.
"Anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya nangis. Merasa menyesal atas tindakan anaknya," ucap KDM.
Terkait sikap tersebut, pihak sekolah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada anak-anak tersebut agar mendapatkan bimbingan di rumah masing-masing.
Di samping itu, KDM memberikan saran hukuman lain, yakni bersih-bersih.
"Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari. Ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," kata Dedi Mulyadi.
Menurut KDM, saran tersebut bisa diterapkan selama 1 sampai 3 bulan tergantung dari perkembangan dari anak tersebut.
Pasalnya, kata dia, hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter.
"Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan guru," pungkasnya. (nsi/muu)
Load more