News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa SMAN 1 Purwakarta Minta Maaf Usai Viral Acungkan Jari Tengah ke Guru, Sayang Mereka Terancam Di-blacklist

Puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta akhirnya meminta maaf, setelah viral melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang guru di dalam kelas.
Minggu, 19 April 2026 - 12:22 WIB
Puluhan Siswa SMAN 1 Purwakarta Minta Maaf Usai Viral Acungkan Jari Tengah ke Guru, Sayang Mereka Terancam di Blacklist
Sumber :
  • Instagram @infojawabarat

Purwakarta, tvOnenews.com - Puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta akhirnya meminta maaf, setelah viral melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang guru di dalam kelas.

Kejadian tak terpuji itu sampai membuat Gubernur Jawa Barat turun tangan, hingga akhirnya membuat video permintaan maaf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, viral di media sosial sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta melakukan perbuatan tak terpuji terhadap guru mereka.

Saat sang guru hendak meninggalkan kelas usai kegiatan belajar mengajar, beberapa siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah punggung sang guru. 

Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Seorang siswa lainnya juga tampak melakukan gerakan yang sama ke arah kepala guru. 

Bahkan ada sejumlah siswa yang mencium tangan sang guru, namun setelah berlalu, dia melakukan hal serupa dengan mengacungkan jari tengah.

Para siswa yang terlibat kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada guru setelah video tersebut viral.

Seperti diunggah oleh akun Instagram @infojawabarat pada Sabtu (18/4/2026) kemarin.

Dalam video singkat tersebut, puluhan siswa kelas XI IPS yang diketahui merupakan satu kelas itu menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf dipimpin oleh siswi bernama Nabila, kemudian diikuti oleh teman satu kelasnya.

“Assalamu’alaikum waromhatullahi wabarokatuh. Perkenalkan saya Nabila, perwakilan dari kelas 11 IPS memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada Ibu S, kepada Kepala Sekolah beserta guru-guru, dan alumni,” katanya.

“Saya mengakui tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas kepada ibu guru kami yaitu ibu S. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, Wassalamu’alaikum waromhatullahi wabarokatuh,” ucap para pelajar SMAN 1 Purwakarta tersebut.

Namun saying permintaan maaf para pelajar ini, tetap ditanggapi negative oleh warganet.

"Gak boleh selesai dengan kata maaf.... Harus ada efek jera, karena TIDAK ADA PERBUATAN TANPA KONSEKUENSI," komentar salah satu warganet.

"Tandain nih perusahaan-perusahaan besar kalau lulus nanti," komentar lainnya.

"KRISIS MORAL itu nyata adanya!" tulis komentar lain.

"Prestasi hasil dari MBG," ujar @gatot*

"Segini doang nyali kalian??? Saya sebagai HRD jelas blacklist anak-anak kayak gini," tulis @aji.

Dedi Mulyadi Minta Para Siswa Dihukum

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin dengan sikap sejumlah pelajar dalam video itu. 

“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Dinas Pendidikan," katanya, Sabtu (18/4/2026). 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, gubernur yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini mengatakan para orang tua murid tersebut sudah dipanggil. 

Bahkan, orang tua mereka menangis lantaran menyesal dengan perbuatan anaknya. 

"Anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya nangis. Merasa menyesal atas tindakan anaknya," ucap KDM. 

Terkait sikap tersebut, pihak sekolah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada anak-anak tersebut agar mendapatkan bimbingan di rumah masing-masing. 

Di samping itu, KDM memberikan saran hukuman lain, yakni bersih-bersih. 

"Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari. Ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," kata Dedi Mulyadi.

Menurut KDM, saran tersebut bisa diterapkan selama 1 sampai 3 bulan tergantung dari perkembangan dari anak tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, kata dia, hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter.

"Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan guru," pungkasnya. (nsi/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, 2 Terduga Pelaku Langsung Ditangkap

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, 2 Terduga Pelaku Langsung Ditangkap

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, yang baru tiba di Bandara Karel Sadsuitubun menjadi korban penikaman hingga meregang nyawa.
Hasil Final Four Proliga 2026 Putra: Permalukan Jakarta Bhayangkara Presisi, LavAni Resmi Juara Putaran Kedua

Hasil Final Four Proliga 2026 Putra: Permalukan Jakarta Bhayangkara Presisi, LavAni Resmi Juara Putaran Kedua

Hasil final four Proliga 2026, di mana LavAni keluar sebagai juara putaran kedua usai mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi.
Terima Kasih Emil Audero, Inter Milan Rebut Scudetto Liga Italia 2025-2026 jika Skenario Ini Terwujud Pekan Depan

Terima Kasih Emil Audero, Inter Milan Rebut Scudetto Liga Italia 2025-2026 jika Skenario Ini Terwujud Pekan Depan

Inter Milan bakal dipastikan meraih Scudetto atau gelar juara Liga Italia 2025-2026 pada pekan depan jika suatu skenario terwujud. Hal ini beriringan dengan raihan minor dari Napoli di laga melawan Lazio.
Projo Sentil Ocehan Jusuf Kalla Terkait Karier Politik Jokowi Jadi Presiden: Tidak Peran Individu!

Projo Sentil Ocehan Jusuf Kalla Terkait Karier Politik Jokowi Jadi Presiden: Tidak Peran Individu!

Sekretaris Jenderal relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Alex Damanik sentil ocehan Jusuf Kalla (JK) terkait karier politik Jokowi jadi Presiden RI. Dalam hal ini
Respons Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Kasus Dugaan Penganiayaan Tokoh Agama di Tasikmalaya

Respons Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Kasus Dugaan Penganiayaan Tokoh Agama di Tasikmalaya

Respons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal kasus dugaan penganiayaan tokoh agama di Kecamatan Cikatomas, Tasikmalaya.
Napoli Makin Sulit Scudetto, Antonio Conte Siap Pamit di Akhir Musim demi Kembali ke Timnas Italia?

Napoli Makin Sulit Scudetto, Antonio Conte Siap Pamit di Akhir Musim demi Kembali ke Timnas Italia?

Pelatih Napoli, Antonio Conte, menanggapi pernyataan Presiden Aurelio De Laurentiis mengenai masa depannya setelah kekalahan 0-2 dari Lazio. Sang juru taktik bisa kembali menangani Timnas Italia.

Trending

Clash of Legends Jadi Momen Tak Terlupakan! Irfan Bachdim Bawa Pulang Kenangan Emas dari Rivaldo

Clash of Legends Jadi Momen Tak Terlupakan! Irfan Bachdim Bawa Pulang Kenangan Emas dari Rivaldo

Legenda Timnas Indonesia Irfan Bachdim mendapatkan momen tak terlupakan saat menghadapi Barcelona Legends dalam laga sportainment Clash of Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (18/4/2026) malam WIB
Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 19 April: Megawati Hangestri Cs Berebut Juara Putaran Kedua di Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 19 April: Megawati Hangestri Cs Berebut Juara Putaran Kedua di Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 19 April, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap berebut juara putaran kedua saat melakoni big match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Main di Kandang Timnas Indonesia, Duo Legenda Inter Milan Bicara Jujur soal Atmosfer SUGBK usai Clash of Legends

Main di Kandang Timnas Indonesia, Duo Legenda Inter Milan Bicara Jujur soal Atmosfer SUGBK usai Clash of Legends

Dua legenda sepak bola dunia yang pernah membela Inter Milan bicara jujur soal Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kandang Timnas Indonesia itu mendapatkan pujian setelah Clash of Legends.
Sekalipun Malaysia Menang, Timnas Indonesia U-17 Tetap Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 jika Skenario Ini Terwujud

Sekalipun Malaysia Menang, Timnas Indonesia U-17 Tetap Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 jika Skenario Ini Terwujud

Timnas Indonesia U-17 masih memiliki harapan untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026. Itu tidak berkaitan dengan Malaysia, yang berhasil mengalahkan mereka pada laga sebelumnya.
Tangan Kanan John Herdman Puji Pemain Lokal Timnas Indonesia: Beckham Mudah Cetak Hattrick, Dony Punya Energi Bagus

Tangan Kanan John Herdman Puji Pemain Lokal Timnas Indonesia: Beckham Mudah Cetak Hattrick, Dony Punya Energi Bagus

Dalam wawancara eksklusif dengan media Malaysia, asisten andalan John Herdman di Timnas Indonesia menyebut empat nama pemain yang memiliki kualitas menonjol.
Giovanna Milana Menangis, Sahabat Megawati Hangestri Gagal Bawa NEC Red Rockets Lolos ke Final Liga Voli Jepang 2025-2026

Giovanna Milana Menangis, Sahabat Megawati Hangestri Gagal Bawa NEC Red Rockets Lolos ke Final Liga Voli Jepang 2025-2026

Giovanna Milana tak kuasa menahan air matanya setelah sahabat Megawati Hangestri itu gagal membawa NEC Red Rockets lolos ke partai final Liga Voli Jepang 2025-2026.
Klub Raksasa Liga Belanda Berbondong-bondong Turun Tangan Hadapi Tindakan NAC Breda, Feyenoord hingga Ajax Ambil Langkah

Klub Raksasa Liga Belanda Berbondong-bondong Turun Tangan Hadapi Tindakan NAC Breda, Feyenoord hingga Ajax Ambil Langkah

Klub-klub raksasa Liga Belanda berbondong-bondong bersiap untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan NAC Breda. Feyenoord Rotterdam bersama beberapa klub termasuk Ajax Amsterdam, dikabarkan telah mengambil langkah hukum.
Selengkapnya

Viral