News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Susul Gubernur Dedi Mulyadi, Mendikdasmen Beri Reaksi Berkelas soal Kasus Siswa SMAN 1 Purwakarta Bully Guru

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyusul Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia justru mengatakan kasus siswa SMAN 1 Purwakarta mengolok-olok guru PKN sudah selesai.
Senin, 20 April 2026 - 22:42 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyusul Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia ikut mengomentari kasus siswa SMAN 1 Purwakarta.

Abdul Mu'ti mengetahui kasus melibatkan siswa SMAN 1 Purwakarta. Dalam video viral tersebut, sembilan siswa terekam mengolok-olok atau mem-bully guru PKN bernama Syamsiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mu'ti menjelaskan, Kemendikdasmen telah mendapatkan laporannya. Akan tetapi, kasus beberapa siswa sekolah di Purwakarta tersebut sudah selesai.

Ia menambahkan, penyelesaian kasus ini ditandai setelah siswa-siswa meminta maaf. Mereka menyesali perbuatannya telah mengacungkan jari tengah kepada Syamsiah.

"Itu sudah ada laporannya, sudah diselesaikan juga. Anak-anak itu kan sudah minta maaf kepada gurunya," ujar Mu'ti di SMPN 16 Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2026).

Kenapa Kasus Siswa SMAN 1 Purwakarta Sudah Beres?

Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Ia memahami permintaan maaf dinilai tidak cukup. Namun, hal itu juga telah ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

"Dan sudah kita selesaikan seesuai dengan peraturan menteri tentang sekolah aman dan nyaman," terangnya.

Aturan ini untuk menggantikan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Keputusan tersebut sebagai upaya pendekatan budaya sekolah yang meliputi empat aspek.

Beberapa aspek utama dalam budaya sekolah, di antaranya spiritual, fisik, psikologis, dan digital. Dalam hal ini, sekolah menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif demi meningkatkan mutu pendidikan.

Harapan Mendikdasmen dari Kasus Siswa SMAN 1 Purwakarta

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti
Sumber :
  • ANTARA

Mu'ti pun menyampaikan harapan besarnya. Kasus ini setidaknya menjadi pengalaman berharga agar bisa meningkatkan cerminan pendidikan dan karakter yang baik.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia mengimbau seluruh sekolah, terutama siswa wajib menghormati para guru.

"Semoga menjadi pengalaman yang mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat yang lainnya," harapnya.

Ia menambahkan, seluruh sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman. Harapan itu telah tertera sesuai dengan aturan dari pemerintah melalui Permendikdasmen.

"Kami juga mengimbau semua sekolah agar aman dan nyaman, semuanya wajib saling menghormati, apalagi sudah ada iikrar Pelajar Pancasila di mana mereka wajib menghormati, mencintai orang tua dan guru. Ini bisa kita tekankan demi membangun sekolah yang aman," tegasnya.

Ia menginginkan pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bagian dari proses menciptakan peradaban. Nantinya, aspek lain akan bangun sendiri, mulai dari akhlak yang mulai dan sebagainya.

Reaksi Dedi Mulyadi soal Kasus Siswa SMAN 1 Purwakarta

Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube

Sebelumnya, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jabar juga langsung turun tangan. Komentarnya menyusul dari video viral menunjukkan beberapa siswa mengejek, menjulurkan lidah hingga mengacungkan jari tengah.

KDM sapaan akrabnya merasa prihatin atas peristiwa tersebut. Ia juga telah mendapat kronologi lengkapnya dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto.

Mantan Bupati Purwakarta ini menambahkan, pihak sekolah juga langsung bertindak. SMAN 1 Purwakarta telah mengambil keputusan untuk menghukum sejumlah siswa dengan sistem skorsing.

"Dan Selanjutnya berdasarkan informasi anak tersebut, orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah, orang tuanya menangis, mereka menyesal atas tindakan anaknya," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya.

Walau begitu, KDM melihat hukuman tersebut tidak seberapa. Hal ini membuat mereka tidak pergi untuk belajar di sekolah.

Ia mmemberikan saran hukuman yang menjadi pertimbangan pihak sekolah. Setidaknya beberapa siswa membersihkan lingkungan sekolah.

"Ini saran mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu dalam setiap hari, dan membersihkan toilet," bebernya.

KDM menjelaskan alasan hukuman skorsing harus diganti dengan membersihkan halaman sekolah. Ia berpendapat hukuman ini dapat memberikan manfaat untuk mereka.

Kata dia, hukuman membersihkan sekolah dapat membentuk karakter siswa. Pasalnya, mereka masih membutuhkan bimbingan dari peran orang tua dan guru.

"Prinsip dasarnya yaitu setiap hukuman yang diberikan itu harus hukuman yang dapat memberikan manfaat, terutama bagi pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan juga gurunya," paparnya.

Kronologi Siswa SMAN 1 Purwakarta Ejek Guru

Kadisdik Jabar, Purwanto mengungkap kronologi kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang terekam dalam video viral berdurasi 31 detik. Ia mengatakan, kasus ini melibatkan sembilan siswa kelas XI IPS.

Ia mengatakan, kasus ini sebenarnya sudah terjadi pada Kamis (16/4/2026). Karena ada yang merekam, video tersebut baru viral di media sosial dari Sabtu, 18 April 2026.

Ia menuturkan, aksi perundungan ini terjadi setelah kegiatan belajar mengajar (KBM). Mereka baru saja belajar tentang pengolahan aneka makanan.

Ironisnya, seorang guru perempuan menjadi sasaran aksi perundungan dari sembilan siswa. Ada yang mengacungkan jari tengah hingga mengejak dan mengeluarkan lidahnya.

Sontak, mereka membuat video pernyataan yang dipimpin oleh siswa bernama Nabila. Selepas itu, teman satu kelasnya mengikuti ucapan permintaan maaf.

"Perkenalkan saya Nabila, perwakilan dari kelas 11 IPS memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada Ibu S, kepada Kepala Sekolah beserta guru-guru, dan alumni," ucapnya sambil diikuti teman satu kelasnya.

"Saya mengakui tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas kepada ibu guru kami yaitu ibu S. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, Wassalamu’alaikum waromhatullahi wabarokatuh," lanjut mereka.

Sementara, guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah memberikan pernyataan bebrkelasnya. Ia telah memaafkan para siswa yang merendahkan martabat guru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya telah memaafkan anak didik saya, apalagi sekolah merupakan lembaga pendidikan," kata Syamsiah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Babak Pertama Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Tertinggal, Kecolongan 2 Gol Skema Sama dari Vietnam

Hasil Babak Pertama Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Tertinggal, Kecolongan 2 Gol Skema Sama dari Vietnam

Timnas Indonesia sementara tertinggal dari tim tamu Vietnam dalam babak pertama yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). 
Bawa Karung Rongsokan, Lansia Tuna Rungu Tewas Tertemper KA Bengawan di Jalur Rel Sleman

Bawa Karung Rongsokan, Lansia Tuna Rungu Tewas Tertemper KA Bengawan di Jalur Rel Sleman

Seorang lansia penyandang tuna rungu meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Bengawan di jalur rel wilayah Sleman, DI Yogyakarta.
Ramalan Shio Naga 4 Agustus 2026: Karisma Memikat Bawa Hoki Besar, Jangan Terjebak Ego!

Ramalan Shio Naga 4 Agustus 2026: Karisma Memikat Bawa Hoki Besar, Jangan Terjebak Ego!

Simak proyeksi lengkap nasib keberuntungan, finansial, karier, hingga asmara Shio Naga pada tanggal 4 Agustus 2026 berikut ini.
Usut TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Empat Saksi Hingga Geledah Tiga Lokasi Hari ini

Usut TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Empat Saksi Hingga Geledah Tiga Lokasi Hari ini

Kejagung melakukan penggeledahan di tiga lokasi guna mengusut lebih dalam kasus tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Gaya Hidup Sehat Bukan cuma Milik Atlet Profesional

Gaya Hidup Sehat Bukan cuma Milik Atlet Profesional

Aktivitas fisik tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan mental maupun pola gaya hidup sehat, tapi juga mencegah dan menangani penyakit tidak menular.
Erick Thohir Bocorkan Rencana Besar PSSI, Sebut Piala Presiden Tak Lagi untuk Klub Mulai Tahun Depan

Erick Thohir Bocorkan Rencana Besar PSSI, Sebut Piala Presiden Tak Lagi untuk Klub Mulai Tahun Depan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rencana besar terkait masa depan Piala Presiden

Trending

Link Video Viral “Yang Wes Yang” Tersebar Luas: Polisi Telusuri Penyebar

Link Video Viral “Yang Wes Yang” Tersebar Luas: Polisi Telusuri Penyebar

Link video viral “Yank Wes Yank” ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pelajar SMK muncul memberi klarifikasi dan meminta maaf tersebarnya
Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Kronologi Nelayan Batang Dua Ternate yang Menghilang Hampir Sebulan dan Ditemukan Selamat, Videonya Viral di Medsos

Kronologi Nelayan Batang Dua Ternate yang Menghilang Hampir Sebulan dan Ditemukan Selamat, Videonya Viral di Medsos

Viral di medsos X, ada nelayan itu dari Desa Bido, Kec. Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Ia diselematkan oleh Kapal LNG Berbendera Prancis.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Sebelumnya diberitakan, Seorang wanita paruh baya berinisial H (61) mendatangi Polsek Cakung dengan kondisi mulut dilakban dan masih memakai mukena.
Selengkapnya

Viral