Mentan Amran: Ada El Nino Godzilla Tak Masalah, Stok Beras Kita Menuju 5 Ton
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan bahwa fenomena cuaca ekstrem "Godzilla El Nino" tidak akan menggoyahkan ketahanan pangan Indonesia.
Optimisme ini didasari oleh posisi cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog yang diprediksi akan menyentuh angka 5 juta ton dalam hitungan hari.
Saat ini, posisi stok beras telah berada di angka 4,9 juta ton. Menurut Amran, pencapaian ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia, sehingga nasional berada dalam posisi aman meski di tengah ketidakpastian geopolitik dan ancaman kekeringan hebat.
"Kalau dampak ini, ada El Nino Godzilla, itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok (CBP) kita insya Allah tiga hari ke depan 5 juta ton, tertinggi selama Republik ini merdeka," ujar Mentan usai mengadakan pertemuan dengan 170 bupati dari seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (20/4).
Amran menjelaskan bahwa ketersediaan beras saat ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan catatan historis masa lalu. Ia membandingkan kondisi sekarang dengan pencapaian puluhan tahun silam.
"Pernah dulu (stok CBP) mencapai 2,6 juta ton (pada) tahun 1984, sekarang hampir dua kali lipat," imbuhnya.
Kekuatan pangan nasional tidak hanya bersumber dari gudang Bulog. Pemerintah mencatat masih ada sekitar 11 juta ton padi yang siap panen (standing crop) di lahan-lahan pertanian.
Selain itu, stok di sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) diperkirakan mencapai 12,5 juta ton.
Akumulasi dari berbagai sumber stok tersebut diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi rakyat hingga 11 bulan ke depan.
Mengingat El Nino diperkirakan hanya akan berlangsung selama setengah tahun, pemerintah yakin stabilitas pasokan dan harga akan tetap terjaga.
"Estimasi El Nino itu hanya enam bulan. Sedangkan cadangan (beras) kita (diproyeksikan mampu memasok hingga) 11 bulan. Artinya lebih dari cukup," ungkap Amran.
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran strategis sebesar Rp5 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk program irigasi melalui sistem pompanisasi serta penyediaan benih berkualitas.
Dari total tersebut, lebih dari Rp3 triliun dialokasikan khusus untuk memperkuat infrastruktur air di wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Pemerintah juga menargetkan perluasan area tanam melalui program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare secara berkelanjutan.
Untuk memaksimalkan pengairan, sebanyak 80 ribu unit pompa air disiapkan guna menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan sawah yang terdampak kemarau.
Selain infrastruktur air, sisa anggaran sebesar Rp2 triliun digunakan untuk pengadaan benih unggul yang tahan terhadap kondisi kering.
Penggunaan benih ini diharapkan mampu mendorong produktivitas petani sehingga mereka bisa meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. (ant/dpi)
Load more