Renungan Suci Digelar di Monas, 3.800 Peserta Kirim Doa untuk Perdamaian Dunia
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Organisasi sayap Partai Gerindra, Gema Sadhana, menggelar Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Kegiatan ini diikuti sekitar 3.800 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang agama serta kepercayaan.
Ketua Umum Gema Sadhana, A.S. Kobalen tampil sebagai sosok pemersatu lintas agama dan kelompok. Dia menegaskan, kegiatan ini lahir dari inisiatif komunitas yang kerap dianggap minoritas, seperti Hindu, Buddha, Konghucu, dan aliran kepercayaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak pernah merasa sebagai minoritas. Kami bagian dari bangsa ini dan punya tanggung jawab untuk berbuat sesuatu, termasuk menjaga citra Indonesia di mata dunia, terutama di tengah situasi global yang tidak baik-baik saja,” ujar Kobalen dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, gagasan penyelenggaraan acara ini merupakan inisiatif pribadi yang kemudian mendapat dukungan luas, termasuk dari komunitas India di Jakarta.
Kobalen juga mengungkapkan, kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kami percaya, bersama kita pasti bisa dan bersama kita pasti kuat,” tegasnya.
Dia menilai, kegiatan ini menjadi momentum bersejarah yang menunjukkan kuatnya persatuan di tengah keberagaman.
Dia menambahkan ribuan peserta dari berbagai agama dan etnis dinilai menjadi bukti nyata nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tetap hidup.
“Kita ingin mencatat sejarah bahwa di tengah kondisi global yang tidak baik-baik saja, kita menghadirkan kekuatan doa bersama. Sebuah silent prayer untuk harmoni dunia,” tambahnya.
Malam Renungan Suci ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari meditasi, teknik pernapasan, hingga simbolisasi penyalaan ribuan cahaya sebagai harapan bagi perdamaian dunia.
Peserta yang hadir datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Sumatera Barat, hingga Makassar.
Di akhir acara, Kobalen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat yang berpartisipasi.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai upaya memperkuat solidaritas lintas agama dan budaya, sekaligus mengirimkan pesan damai dari Indonesia untuk dunia.
Load more