Terobosan Gubernur Dedi Mulyadi saat Harga Elpiji Nonsubdi Makin Mahal, Sarankan Pakai Energi Alternatif
- Antara
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membicarakan situasi terjadi pada elpiji nonsubsidi. Kenaikan harga LPG menggemparkan publik khususnya masyarakat di Jabar.
Dedi Mulyadi memahami fenomena harga elpiji nonsubsidi naik meresahkan masyarakat. KDM sapaan akrabnya pun turut berbagi pandangan mengenai hal ini.
Merujuk dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga gas LPG 5,5 kg kini dijual sekitar Rp107 ribu-Rp134 ribu yang sebelumnya hanya Rp90 ribu-Rp117 ribu.
Sementara, gas LPG 12 kg kini dibanderol dengan harga Rp228 ribu-Rp285 ribu yang sebelumnya hanya Rp192 ribu-Rp249 ribu. Dedi Mulyadi tidak bisa berkomentar banyak lantaran kebijakan itu bukan dirinya yang menentukan.
"Kalau elpiji dari segi energi, kebijakannya pemerintah pusat," kata Dedi Mulyadi di Soreang dikutip, Selasa (21/4/2026).
Dedi Mulyadi Beri Terobosan Cemerlang Atasi Kenaikan Harga Elpiji Nonsubsidi
- jabarprov.go.id
Dedi Mulyadi menjelaskan pihak berwenang menentukan kebijakan tersebut dari pemerintah pusat. Namun, ia tidak tinggal diam untuk mengatasi persoalan ini.
Mantan Bupati Purwakarta ini justru memberikan usulan kepada masyarakat khususnya di Jabar. Ia menyarankan agar warga Jawa Barat menggunakan bahan bakar atau energi alternatif.
KDM mempercayai warga Jabar memiliki banyak inovasi. Misalnya energi alternatif yang dapat dipakai, seperti kayu bakar yang diubah menjadi biogas.
"Paling kita di daerah mendorong masyarakat menggunakan energi yang lainnya, tidak hanya pakai LPG, tetapi juga bisa menggunakan, contohnya di daerah perkampungan kan banyak kayu bakar, bisa pakai kayu bakar," terangnya.
Kemudian, Dedi menjelaskan dirinya sedang mengelola kotoran sapi. Tujuannya sebagai energi alternatif yang diubah menjadi energi gas dan listrik.
Ia menuturkan, selain kayu bakar hingga kotoran ternak, sampah juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Ia memberikan usulan ini lantaran penerapan energi alternatif ini terjadi di kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat. Sistem pengolahan limbah ternak untuk diubah menjadi biogas.
Kata KDM, kebanyakan hasil pengolahan energi gas ini kerap dipakai oleh tetangganya di lingkungan Lembur Pakuan. Penyaluran ini masih terjadi sampai sekarang.
"Kalau gas melon, sudah tidak ada lagi di sini," lanjutnya.
Ia menjelaskan alasan dirinya memberikan hasil sistem program ini secara gratis kepada warga sekitarnya. Ia ingin menunjukkan adanya tanggung jawab sosial.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga ingin memberikan edukasi energi terbarukan dinilai sebagai langkah penting. Tentu saja, tujuannya guna mengantisipasi dampak kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi.
Akan tetapi, Gubernur Jabar itu mengingatkan masyarakat. Setidaknya mereka dapat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan saat menggunakan energi alternatif lainnya.
"Saya meyakini warga kita mempunyai kecerdasan dan kreativitas untuk berinovasi di tengah kondisi ini," ucapnya.
(hap)
Load more