News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Respons 'Menohok' DPR RI Soal Fenomena Kritik Pemerintah Berujung Dipolisikan

Ketua DPR RI, Puan Maharani merespons fenomena kritik terhadap pemerintah yang berujung pada pelaporan ke polisi.
Selasa, 21 April 2026 - 21:00 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani merespons fenomena kritik terhadap pemerintah yang berujung pada pelaporan ke polisi.

Menurut Puan, penegakan hukum harus tetap berjalan adil. Namun etika dalam menyampaikan kritik juga tidak boleh diabaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai, relasi antara pihak yang mengkritik dan yang dikritik harus dibangun di atas prinsip saling menghormati.

Kritik, kata Puan, seharusnya disampaikan secara santun dan konstruktif agar bisa diterima dengan baik.

“Hukum harus dijalankan dengan seadil-adilnya namun kita juga harus bisa menjaga etika dalam memberikan kritik untuk bisa dilakukan secara santun. Jadi memang saling menghormati, saling menghargai, harus dilakukan dalam dua posisi. Artinya yang memberi kritik juga harus memberikan kritiknya itu secara baik, yang diberi kritiknya juga akan tentu saja akan menerima kalau kritikannya itu memang adalah satu hal yang dilakukan dalam artian kritik membangun,” tutur Puan, Selasa (21/4/2026).

Seperti diketahui, fenomena pelaporan polisi terhadap kritik yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto kian nyata dan tidak lagi sebatas wacana.

Sejumlah kasus yang melibatkan akademisi dan pengamat publik menunjukkan adanya kecenderungan kritik dibawa ke ranah hukum, alih-alih dijawab melalui perdebatan terbuka.

Salah satu kasus menimpa Saiful Mujani yang dilaporkan ke Bareskrim Polri pada April 2026.

Pernyataan yang ia sampaikan sebagai bagian dari analisis politik justru dipersoalkan dan dianggap mendorong delegitimasi pemerintah.

Hal serupa dialami Feri Amsari. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya setelah mengkritik kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan. Kritik yang semestinya menjadi bagian dari ruang diskusi publik justru berujung proses hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus lain juga menjerat Ubedilah Badrun. Ia dilaporkan setelah menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan nasional, yang kemudian ditafsirkan sebagai ujaran kebencian di media elektronik.

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan pola yang sama, yakni kritik kerap dipandang sebagai ancaman, bukan sebagai masukan.(rpi/raa)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Persis di Bhayangkara Tak Jadi Senjata? Ini Kata Paul Munster

Eks Persis di Bhayangkara Tak Jadi Senjata? Ini Kata Paul Munster

Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, menegaskan keberadaan mantan pemain Persis Solo di skuadnya tidak memberikan keuntungan jelang pertemuan kedua tim.
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan apresiasinya terhadap kaum perempuan di Papua Barat Daya. 
Denda Besar Menghantam Lukaku, Napoli Siap Melepas di Musim Panas?

Denda Besar Menghantam Lukaku, Napoli Siap Melepas di Musim Panas?

Striker Napoli, Romelu Lukaku, dilaporkan menerima denda besar dari klubnya usai absen tanpa izin selama lebih dari dua pekan.
Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Prediksi Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska di laga Grand Final sektor putri Proliga 2026. Laga penentuan juara yang sarat gengsi dan kualitas sejak awal Final Four
Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang pria berinisial A (32) tergeletak di Kali Berland Matraman, Jakarta Timur, usai diamankan warga akibat didapati membawa narkoba jenis sabu.
Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan karier zodiak 23 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Peluang promosi, proyek baru, dan perkembangan karier positif menanti.

Trending

Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Prediksi Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska di laga Grand Final sektor putri Proliga 2026. Laga penentuan juara yang sarat gengsi dan kualitas sejak awal Final Four
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan apresiasinya terhadap kaum perempuan di Papua Barat Daya. 
Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan karier zodiak 23 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Peluang promosi, proyek baru, dan perkembangan karier positif menanti.
Denda Besar Menghantam Lukaku, Napoli Siap Melepas di Musim Panas?

Denda Besar Menghantam Lukaku, Napoli Siap Melepas di Musim Panas?

Striker Napoli, Romelu Lukaku, dilaporkan menerima denda besar dari klubnya usai absen tanpa izin selama lebih dari dua pekan.
Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Pria di Matraman Dipaksa Tiduran di Kali oleh Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Seorang pria berinisial A (32) tergeletak di Kali Berland Matraman, Jakarta Timur, usai diamankan warga akibat didapati membawa narkoba jenis sabu.
Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Selengkapnya

Viral