News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dear Pramono! Dedi Mulyadi Beri Solusi Basmi Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Tak Cukup Ditangkap

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi menanggapi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang belakangan gencar melakukan penangkapan ikan sapu-sapu
Kamis, 23 April 2026 - 15:13 WIB
Saran Gubernur Dedi Mulyadi dipakai Dinas Pendidikan, Ada Sanksi Selama 3 Bulan untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai upaya memberantas ikan sapu-sapu di sungai tidak cukup hanya melalui penangkapan massal. Tetapi juga harus dibarengi pemulihan kualitas air agar ekosistem sungai kembali sehat.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi menanggapi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang belakangan gencar melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah ibu kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dedi Mulyadi, pengendalian ikan invasif tersebut membutuhkan dua langkah yang berjalan beriringan, yakni mengurangi populasinya di sungai dan memperbaiki kondisi perairan agar spesies ikan lokal dapat kembali berkembang.

“Jadi kalau ingin menghilangkan sapu-sapu ada dua hal: pertama sapu-sapunya harus diangkat, kedua kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan-ikan endemiknya hidup lagi,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menambahkan, ketika mutu air sungai membaik, habitat akan kembali mendukung pertumbuhan ikan endemik yang selama ini tersingkir. Kehadiran ikan lokal itu, kata dia, bisa menekan dominasi ikan sapu-sapu secara alami.

Dedi Mulyadi juga memandang ledakan populasi ikan sapu-sapu di berbagai sungai merupakan indikator menurunnya kualitas lingkungan perairan.

“Sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja. Sapu-sapu itu tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas,” katanya.

Dedi Mulyadi menjelaskan ikan sapu-sapu mampu bertahan di perairan tercemar, berbeda dengan ikan-ikan lokal yang memerlukan kondisi air lebih baik untuk hidup. Ketika kualitas sungai memburuk, spesies endemik perlahan hilang dan ruang ekosistem dikuasai ikan invasif.

“Kalau sungainya mengalami penurunan kualitas, maka ikan yang hidup itu hanya sapu-sapu,” ucap Dedi.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan operasi penangkapan untuk menekan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

Dalam operasi pada Jumat (17/4/2026), sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan total bobot 6,9 ton berhasil diamankan dari lima wilayah Jakarta.

Wilayah Jakarta Selatan mencatat hasil penangkapan tertinggi dengan 63.600 ekor berbobot 5,3 ton, terutama dari area Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jagakarsa.

Di Jakarta Timur, petugas menangkap 4.128 ekor dengan berat mencapai 825,5 kilogram. Sementara Jakarta Pusat mencatat 536 ekor seberat 565 kilogram, Jakarta Utara 545 ekor dengan berat 271 kilogram, dan Jakarta Barat 71 ekor seberat 17 kilogram.

Di tingkat nasional, pemerintah pusat juga menyiapkan langkah regulasi untuk mendukung pengendalian ikan sapu-sapu.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini menyusun revisi Peraturan Menteri guna memperkuat pengaturan pengendalian spesies invasif tersebut.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Haeru Rahayu mengatakan perubahan aturan dilakukan agar kebijakan yang diterapkan lebih relevan dengan tantangan di lapangan.

“Saat ini sedang dilakukan revisi supaya bisa lebih aplikatif dalam rangka pengendalian populasi ikan sapu-sapu ini,” ujar Haeru.

Haeru mengakui penanganan ikan sapu-sapu memiliki tantangan besar. Hingga kini belum ditemukan predator alami yang efektif mengendalikan populasinya, sementara pendekatan berbasis bahan kimia dinilai berisiko bagi lingkungan.

“Banyak cara sebetulnya, tapi secara biologis belum ada predatornya. Secara kimia juga punya persoalan dengan lingkungan. Metode konvensional seperti ini yang paling efektif hingga saat ini,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, metode penangkapan langsung masih menjadi cara paling realistis untuk menekan jumlah ikan sapu-sapu saat ini. KKP juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah agar pengendalian dapat dilakukan lebih masif.

Pemerintah berharap kombinasi penangkapan populasi, penguatan regulasi, dan perbaikan kualitas ekosistem sungai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan ancaman ikan sapu-sapu terhadap kelestarian perairan. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peran Keluarga dan Sekolah dalam Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Anak

Peran Keluarga dan Sekolah dalam Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Anak

Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tinggi hingga 2026. Simak data terbaru, dampak jangka panjang, serta langkah konkret pemerintah, sekolah, dan keluarga untuk
KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Mantan Staf Ahli Heri Gunawan di Kasus Korupsi CSR BI-OJK

KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Mantan Staf Ahli Heri Gunawan di Kasus Korupsi CSR BI-OJK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan melakukan upaya paksa terhadap model sekaligus mantan mantan staf ahli anggota DPR dari Partai Gerindra, Heri Gunawan (Hergun), Fitri Assiddikki.
Waspada, Dampak Kekerasan pada Anak Bisa Seumur Hidup! Kenali Bentuk, Tanda, dan Cara Mencegahnya

Waspada, Dampak Kekerasan pada Anak Bisa Seumur Hidup! Kenali Bentuk, Tanda, dan Cara Mencegahnya

Kekerasan pada anak tidak hanya berupa pukulan. Kenali berbagai bentuk kekerasan anak, dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik, serta cara mencegahnya menurut WHO
Periksa Pembina Federasi Wing Chun, KPK Telusuri Aset Kasus Korupsi Kuota Haji

Periksa Pembina Federasi Wing Chun, KPK Telusuri Aset Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengapresiasi menteri dan para pejabat pemerintah di era Presiden RI, Prabowo Subianto yang berdialog dengan mahasiswa secara langsung ke kampus.
Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menuai respons positif.

Trending

Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 571 Tahun 2026 resmi menetapkan Bulan Wakaf Nasional.
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
Waspada, Pinjol Ilegal Makin Merajalela! Kenali Bahaya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya Sebelum Jadi Korban

Waspada, Pinjol Ilegal Makin Merajalela! Kenali Bahaya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya Sebelum Jadi Korban

Pinjol ilegal masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Kenali bahaya, ciri-ciri, serta cara menghindari pinjaman online ilegal agar terhindar dari teror, kebocoran
Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia

Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, berpeluang memiliki rekan setim baru yang juga memiliki darah Indonesia yakni eks kiper FC Volendam, Kayne van Oevelen.
Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menuai respons positif.
Program MBG Tuai Kritik Publik, PSI Minta Masyarakat Beri Kesempatan ke Pimpinan Baru BGN

Program MBG Tuai Kritik Publik, PSI Minta Masyarakat Beri Kesempatan ke Pimpinan Baru BGN

Belakangan publik mengkritik keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut terungkapnya kasus mega korupsi oleh tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengapresiasi menteri dan para pejabat pemerintah di era Presiden RI, Prabowo Subianto yang berdialog dengan mahasiswa secara langsung ke kampus.
Selengkapnya

Viral