News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel Digelar Bertahap hingga 2026, ESDM Ungkap Keterbatasan Storage dan Lonjakan Kebutuhan Energi

ESDM ungkap impor 150 juta barel minyak Rusia dilakukan bertahap hingga 2026, dipicu kebutuhan energi tinggi dan keterbatasan storage nasional.
Jumat, 24 April 2026 - 14:35 WIB
Ilustrasi - Kapal tanker raksasa milik Pertamina. Kementerian ESDM melirik negara di Afrika dan Amerika Latin untuk impor minyak apabila konflik Iran vs Israel terus memanas
Sumber :
  • Pertamina

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana impor minyak mentah dari Rusia sebesar 150 juta barel tidak akan dilakukan sekaligus. Pemerintah memilih skema bertahap hingga akhir 2026, menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi salah satu faktor utama di balik strategi tersebut. Dengan kapasitas storage yang belum memadai untuk menampung volume besar dalam waktu singkat, distribusi impor harus dilakukan secara terukur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Impornya dilakukan bertahap karena kita juga perlu menyesuaikan dengan kapasitas penyimpanan dalam negeri,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Kebutuhan Energi Nasional Masih Jauh dari Produksi

Langkah impor ini tidak lepas dari ketimpangan signifikan antara kebutuhan dan produksi minyak nasional. Saat ini, kebutuhan minyak Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Artinya, Indonesia masih harus menutup defisit sekitar 1 juta barel per hari melalui impor dari berbagai negara. Dalam hitungan tahunan, angka impor tersebut bahkan melampaui 150 juta barel, sehingga pasokan dari Rusia dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

“Kalau dikalkulasikan sepanjang tahun, 150 juta barel itu juga belum cukup. Kita tetap mencari tambahan dari negara lain,” jelas Yuliot.

Tidak Hanya untuk BBM, Tapi Juga Industri dan Petrokimia

Minyak mentah yang diimpor dari Rusia tidak hanya dialokasikan untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan atau mobilitas masyarakat. Pemerintah juga akan mengarahkan sebagian pasokan untuk mendukung sektor industri, pertambangan, hingga bahan baku petrokimia.

Diversifikasi penggunaan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas energi sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri nasional.

“Minyak ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk industri dan bahan baku petrokimia jika diperlukan,” tambahnya.

Komitmen Rusia: Harga Khusus hingga Tambahan Pasokan

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Indonesia telah memperoleh komitmen pasokan minyak dari Rusia dengan skema harga khusus.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Dalam pertemuan itu, Rusia awalnya menyetujui pengiriman 100 juta barel minyak.

Namun, Rusia juga membuka peluang tambahan pasokan sebesar 50 juta barel jika Indonesia masih membutuhkan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

“Jika masih diperlukan, mereka siap menambah 50 juta barel. Ini bagian dari upaya mengantisipasi gejolak ekonomi,” ujar Hashim.

Indonesia Tetap Impor dari AS dan Negara Lain

Meski telah menjalin kerja sama dengan Rusia, pemerintah menegaskan bahwa impor minyak dari Amerika Serikat dan negara lain tetap berjalan. Indonesia tidak bergantung pada satu sumber pasokan, melainkan menerapkan strategi diversifikasi energi.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Dengan kebutuhan yang tinggi, pemerintah harus memastikan pasokan tetap stabil dari berbagai sumber untuk menghindari gangguan distribusi maupun lonjakan harga energi di dalam negeri.

Dipicu Krisis Energi Global dan Ketegangan Geopolitik

Keputusan memperluas sumber impor energi juga dipengaruhi oleh kondisi global yang tengah bergejolak. Konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran turut memicu ketidakpastian pasokan energi dunia.

Situasi ini mendorong negara-negara, termasuk Indonesia, untuk mencari alternatif pemasok yang lebih fleksibel dan kompetitif, baik dari sisi harga maupun ketersediaan pasokan.

Kerja sama dengan Rusia menjadi salah satu langkah strategis dalam merespons dinamika tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Tantangan Infrastruktur Jadi Sorotan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, kebijakan impor bertahap ini juga menyoroti tantangan mendasar dalam sektor energi nasional, yakni keterbatasan infrastruktur penyimpanan dan distribusi.

Tanpa peningkatan kapasitas storage, potensi impor dalam jumlah besar akan sulit dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi ke depan. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Jadwal KRL Rute Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Interval 20 Menit di Jam Sibuk

Inilah jadwal KRL Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada hari ini Kamis 29 Oktober 2026 dengan interval keberangkatan setiap hampir 20 menit sekali
Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Timnas Indonesia Main Kandang di FIFA Matchday November usai Situasi Timur Tengah Tak Menentu? Ini Jawaban Erick Thohir

Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia tak bermain di GBK pada FIFA Matchday November 2026. PSSI mempertimbangkan lokasi dan lawan pengganti di luar negeri.
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada Kamis 29 Oktober 2026 diguyur hujan intensitas ringan hingga sedang.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Dibuang ke Hutan dengan Luka Bakar 50 Persen, Begini Kondisi Memilukan ART Banten yang Disiksa Majikan di Malaysia

Nasib tragis menimpa perempuan inisial SR (22), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Banten yang menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya di Malaysia. 
Conor McGregor Belum Menyerah, Pelatih Ungkap Syarat Utama untuk Comeback ke UFC

Conor McGregor Belum Menyerah, Pelatih Ungkap Syarat Utama untuk Comeback ke UFC

Pelatih Conor McGregor, John Kavanagh ungkap bahwa petarung berjuluk The Notorious itu masih memiliki keinginan untuk kembali bertarung meski sempat cedera.

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Selengkapnya

Viral