Bicara soal Kunci Kemajuan Industri Jawa Barat, Dedi Mulyadi Soroti Pentingnya Rombak Mentalitas "Ayam Sayur" Jadi Petarung Tangguh
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal kunci utama kemajuan industri di provinsi yang dipimpinnya.
Gubernur yang lebih akrab disebut Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini menyebut kunci utama kemajuan industri bukan hanya sekadar kurikulum teknis.
Menurut dia, kunci utama kemajuan industri di Jawa Barat adalah perubahan karakter atau culture SDM sejak dini.
KDM pun menyoroti pentingnya merombak mentalitas "ayam sayur" atau mentalitas manja menjadi mentalitas petarung yang tangguh.
"Pendidikan harus mengubah karakter. Anak-anak kita harus mandiri dan tangguh,” katanya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).
Menurut Dedi Mulyadi, peran orang tua juga sangat penting untuk mendorong perubahan karakter itu.
“Orang tua jangan terus-terusan mengambil kesulitan dari diri anak karena itu akan membuat mereka kalah dalam pertarungan. Karakter disiplin, bangun pagi hingga cara bersikap harus dibentuk sejak kelas satu SMK," sambungnya.
Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat sinergi pendidikan vokasi melalui penandatanganan MoU antara SMK dengan Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA).
Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan SMK terserap optimal di sektor industri.
Dedi Mulyadi menginstruksikan agar sekolah mulai menerapkan sistem pendidikan yang lebih aplikatif.
Lewat sistem pendidikan yang lebih aplikatif, dia berharap para siswa bisa mendapatkan pengalaman nyata di lapangan di samping memperoleh pengetahuan teori di kelas.
"Teori cukup di kelas satu. Kelas dua dan tiga harus sudah kembangkan program magang. Ini tujuannya dua: Mendapat pengalaman nyata dan menurunkan biaya produksi pendidikan. Industri akan tumbuh dan beban orang tua berkurang karena anak sudah bisa mandiri," harapnya.
Selain itu, KDM juga menargetkan peningkatan kuota program beasiswa industri hingga 400-800 orang.
Tujuannya, yakni untuk mencetak manajer HRD dari putra daerah.
"Kita harus menciptakan HRD dari masyarakat Jawa Barat sendiri agar mereka dipercaya industri dan menjadi lokomotif bagi lingkungannya," katanya.
Di momen yang sama, Dirjen Pendidikan Vokasi periode 2020-2022 Wikan Sakarinto menyebut langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat kontekstual karena mengadopsi success story dari sekolah yang sudah memiliki track record global.
Load more