DPRD Indramayu Beberkan Fakta Mengerikan Terkait Kasus Dua Guru Cabuli Belasan Pelajar SMP
- Istimewa
Indramayu, tvOnenews.com - Ketua Fraksi PDIP DPRD Indramayu, Edi Fauzi beberkan fakta mengerikan terkait kasus dua guru ekstrakurikuler cabuli belasan pelajar SMP di Indramayu.
Kata Edi Fauzi, pihaknya telah mendatangi keluarga korban untuk menggali informasi sekaligus memberikan pendampingan psikologis.
Berdasarkan hasil komunikasi, terungkap adanya dugaan intimidasi agar para korban tidak bersedia menjadi saksi dalam kasus ini.
Edi juga ceritakan bahwa mayoritas korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, meskipun terdapat pula korban yang berjenis kelamin perempuan.
"Dari hasilnya komunikasi dengan korban dan keluarga, terungkap adanya dugaan intimidasi agar para korban tidak bersedia menjadi saksi dalam kasus ini," bebernya, seperti dikutip pada Sabtu (25/4/2026).
Di samping itu, Kapolres Indramayu, AKBP M. Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bachar membenarkan penangkapan salah satu pelaku tersebut.
"Dari laporan ini kami bergerak cepat satu orang telah kami ringkus, sedangkan satu pelaku lainnya kabur setelah kasusnya viral," kata Arwin.
Saat ini, satu terduga pelaku telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran intensif oleh aparat kepolisian.
Arwin memastikan bahwa pihak kepolisian terus berupaya maksimal untuk menangkap pelaku yang masih buron.
Kuasa hukum korban, Muhammad Ainun Najib Surahman menyampaikan bahwa jumlah korban dalam kasus ini terus berkembang hingga mencapai 20 orang.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang telah diperiksa polisi dan satu orang telah bertindak sebagai pelapor resmi.
Pihak kuasa hukum mendesak aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk serius menangani kasus ini serta mencegah segala bentuk intimidasi.
Peristiwa memilukan ini diduga telah terjadi sejak tahun 2025 dan melibatkan sejumlah pengurus OSIS di sekolah tersebut.
Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan dan jumlah korban kemungkinan besar masih berpotensi untuk bertambah.
"Saat ini, terduga pelaku masih dalam pencarian dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," pungkas Najib. (aag)
Load more