Bukan Hukuman, Dedi Mulyadi Tegaskan Murid SMAN 1 Purwakarta dapat Bimbingan dan Masuk Barak Militer di Bulan Juni
- YouTube Dedi Mulyadi official
Jakarta, tvOnenews.com- Kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang acung jari tengah ke guru 'Bu Atun' sudah mendapat respons dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, dan Dedi Mulyadi.
Dalam penjelasannya, Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat mengatakan para siswa bukanlah mendapatkan hukuman. Hanya saja sanksi berupa kegiatan di dalam sekolah dan kegiatan sosial di masyarakat.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Hal ini sebagai bentuk tegas soal kasus nge-bully yang dilakukan sembilan siswa ke Bu Atun tidak terpuji. Mengingat anak tersebut masih pelajar, KDM meminta agar KBM tetap berjalan.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) bagian hak pelajar. Skorsing 19 hari yang sempat dikeluarkan sekolah pun sepertinya diganti menjadi sanksi selama 3 bulan.
Tidak hanya berkegiatan di dalam sekolah, seperti membersihkan halaman, juga ada kegiatan sosial di tengah masyarakat. Orang tua pun dilibatkan untuk melihat perkembangan sang anak.
"Mereka juga sudah mendapatkan arahan, ini bukan sebagai hukuman. Namun juga ada bimbingan yang (diterima siswa), dengan mengirim ke barak ya untuk medapatkan bimbingan," katanya, dikutip dari Instagramnya yang jumpa bu Atun.
Selain dengan sanksi pendidikan tersebut, Kang Dedi Mulyadi juga mengatakan kalau para siswa akan mendapatkan bimbingan juga di Barak Militer.
Kesembilan siswa yang terlibat akan masuk Barak Militer pada Juni mendatang. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Sekolah SMAN 1 Purwakarta.
"Persiapkan juga, bulan Juni ke Barak Militer ya. Bareng ketua OSIS dan SMA lainnya. (Dibimbing) marinir di Jakarta," jelas KDM kepada salah satu guru, dalam YouTube Dedi Mulyadi Official, Minggu (26/4).
- YouTube Dedi Mulyadi official
Respons Kadisdik Jabar
Sebelumnya, Kadisdik Jabar, Purwanto menyampaikan kalau pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip pendidikan.
“Sanksinya bukan sekadar hukuman, tetapi pembinaan. Mereka tetap berada dalam ekosistem pendidikan,” ujarnya, dijutip dikutip dari Jabarprov, Rabu (22/4).
Kendatinya, Kadisdik memastikan kalau para siswa yang terlibat kurang lebih 9 orang akan segera dibimbing.
Load more