PRT Lompat dari Indekos Benhil Terungkap, Polisi Periksa 9 Saksi dan Dalami Dugaan Perlakuan Majikan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Kasus tragis dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D yang terjun dari lantai 4 indekos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, terus didalami aparat kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (22/4/2026) itu kini memasuki tahap penyelidikan intensif. Polisi mengungkapkan telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Polisi Periksa 9 Saksi Termasuk Korban Selamat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa hingga kini total sembilan orang saksi telah dimintai keterangan.
Para saksi tersebut berasal dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan korban, mulai dari pemberi kerja hingga pihak penyalur tenaga kerja.
“Pemeriksaan terhadap 9 orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban yang selamat,” ujar Budi, Senin (27/4/2026).
Keterangan dari para saksi ini menjadi kunci untuk mengurai kronologi kejadian yang menewaskan satu korban dan menyisakan satu korban selamat.
CCTV Diamankan, Autopsi Masih Ditunggu
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Rekaman ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai detik-detik sebelum korban terjun dari lantai empat.
Selain itu, tim juga telah melakukan visum dan autopsi terhadap korban yang meninggal dunia.
“Langkah yang sudah dilakukan antara lain pengamanan CCTV, visum, autopsi terhadap korban meninggal,” jelas Budi.
Namun hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil resmi autopsi.
Dugaan Tidak Betah hingga Lompat Bersama
Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkap adanya dugaan bahwa kedua korban nekat melompat karena merasa tidak betah.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyebut informasi tersebut diperoleh dari keterangan saksi lain yang juga merupakan pekerja rumah tangga.
“Informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” ujar Roby.
Keterangan ini masih bersifat sementara dan terus didalami oleh penyidik.
Dugaan Majikan Bersikap Kasar
Selain faktor ketidaknyamanan, muncul dugaan lain yang menjadi perhatian polisi, yakni adanya perlakuan kasar dari majikan terhadap korban.
Namun demikian, polisi belum dapat memastikan kebenaran dugaan tersebut karena korban yang selamat masih dalam kondisi belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam.
“Ada saksi yang menyebut mereka tidak betah karena majikannya sadis. Tapi ini masih didalami,” kata Roby.
Ia menjelaskan bahwa istilah “sadis” yang disampaikan saksi belum tentu merujuk pada kekerasan fisik. Bisa saja berupa tekanan verbal atau sikap keras dalam keseharian.
Polisi Dalami Peran Penyalur
Selain majikan, pihak penyalur tenaga kerja juga ikut diperiksa dalam kasus ini. Polisi ingin memastikan apakah prosedur penempatan tenaga kerja telah dilakukan sesuai aturan.
Pemeriksaan terhadap penyalur menjadi penting, mengingat peran mereka dalam proses perekrutan hingga penempatan PRT.
Dengan melibatkan berbagai pihak dalam pemeriksaan, polisi berupaya mendapatkan gambaran utuh mengenai latar belakang kejadian.
Fokus Ungkap Motif dan Kronologi
Hingga kini, penyidik masih fokus mengungkap motif di balik aksi nekat korban serta menyusun kronologi kejadian secara lengkap.
Keterangan dari korban selamat akan menjadi salah satu kunci utama dalam mengungkap fakta sebenarnya. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena kondisi korban masih dalam pemulihan.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana jika ditemukan bukti kuat terkait dugaan kekerasan atau pelanggaran hukum lainnya.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan pekerja rumah tangga serta perlindungan terhadap tenaga kerja sektor informal. (ars/nsp)
Load more