KAI Ungkap Hingga Selasa Malam Evakuasi Sarana KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Berlangsung
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menyisakan duka mendalam.
Hingga Selasa (28/4) siang pukul 13.26 WIB, data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa mencapai 15 orang, sementara 88 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati guna proses identifikasi.
Adapun korban yang mengalami luka-luka saat ini sedang menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit setempat.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam situasi ini," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya.
Terkait kondisi di lokasi kejadian, KAI menyatakan bahwa proses pemindahan sarana KRL yang terlibat kecelakaan masih terus diupayakan secara maksimal.
Anne menegaskan bahwa fokus utama tim di lapangan adalah kecepatan yang diiringi dengan ketelitian demi menjamin keamanan.
"Hingga saat ini, proses evakuasi sarana KRL masih terus dilakukan di lokasi," ujar Anne di Jakarta, Selasa malam.
Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan dilakukan dengan penuh kewaspadaan.
“Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” jelasnya.
Dampak dari proses evakuasi ini juga memengaruhi jadwal operasional kereta. Pada Rabu (29/4) pagi, layanan KRL untuk sementara hanya melayani rute hingga Stasiun Bekasi.
Pihak KAI memproyeksikan layanan lintas Bekasi–Cikarang baru bisa kembali normal secara bertahap pada siang harinya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada penumpang kereta api jarak jauh yang perjalanannya terpaksa dibatalkan akibat musibah ini, KAI menjanjikan kompensasi penuh.
“KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Kami memastikan seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” tegas Anne.
KAI juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat melalui Contact Center 121 maupun akun resmi media sosial mereka.
Atas gangguan mobilitas ini, perusahaan kembali menyampaikan permohonan maaf.
"KAI memahami kondisi ini berdampak pada mobilitas pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Anne. (ant/dpi)
Load more