News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alasan Dedi Mulyadi Minta Pedagang di Ciwidey-Pangalengan Berhenti Jual Kopi Saset: Ingin Bangun Daya Ingat Wisatawan, Rasa Kopi Kabupaten Bandung Berbeda

Ternyata ada alasan tersendiri di balik pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta pedagang di Ciwidey-Pangalengan berhenti menjual kopi saset.
Rabu, 29 April 2026 - 08:24 WIB
ILUSTRASI - Kebun Kopi
Sumber :
  • M. Riezko Bima Elko Prasetyo-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Ternyata ada alasan tersendiri di balik pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta pedagang di Ciwidey-Pangalengan berhenti menjual kopi saset. 

Kang Dedi Mulyadi atau KDM ingin memberikan pengalaman kuliner autentik kepada wisatawan lewat kopi, begitu juga teh, lokal wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut KDM, pengalaman kuliner seperti ini bisa memberikan keterikatan emosional bagi wisatawan.

Dengan demikian, wisatawan akan terus mengingat bahkan ingin kembali berkunjung lagi. 

"Hal itu akan membangun daya ingat. Ketika berkunjung ke sana, rasa kopi berbeda, aroma teh berbeda. Itu yang harus bisa mengikat orang yang datang," ujar Dedi Mulyadi lewat keterangannya dikutip Rabu (29/4/2026). 

KDM lantas menyoroti potensi kopi hingga teh di Ciwidey-Pangalengan yang seharusnya menjadi suguhan utama bagi pengunjung.

Oleh karena itulah, guna membangun identitas wisata yang berkarakter, Dedi Mulyadi meminta para pedagang di kawasan wisata Ciwidey-Pangalengan untuk menghentikan dominasi kopi saset dan beralih menjual kopi tubruk lokal. 

Menurut KDM, ada ironi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung itu. Kabupaten Bandung merupakan produsen kopi arabika terbesar di Jawa Barat.

Akan tetapi, kata dia, produk saset pabrikan justru lebih merajai warung-warung di objek wisata ketimbang hasil bumi sendiri.

"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya. Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," harapnya. 

Bukan cuma soal rasa dan kekhasan, KDM juga ingin memperkuat ekonomi kerakyatan.

Adapun berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Barat, Kabupaten Bandung merupakan "raja" kopi arabika dengan tren produksi yang terus meningkat. 

Pada 2024, produksinya menembus 8.567 ton. Ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2017 yang berada di angka 5.277 ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya juga KDM telah mewacanakan pembatasan penjualan kopi kemasan saset dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung.

Hal ini direncanakannya sebagai bentuk komitmen melindungi produk perkebunan lokal dari gempuran produk industri massal. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tim Bulu Tangkis Indonesia Cetak Sejarah Buruk Usai Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026

Tim Bulu Tangkis Indonesia Cetak Sejarah Buruk Usai Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas 2026

Tim bulu tangkis putra Indonesia mencatatkan sejarah buruk setelah tersingkir di babak fase grup Piala Thomas 2026.
Gaji 3.823 Tenaga Honorer Belum Dibayarkan Dua Bulan, Dedi Mulyadi: Saya Harus Minta Surat MenPAN-RB untuk Provinsi Jawa Barat, Bagaimana Nasibnya?

Gaji 3.823 Tenaga Honorer Belum Dibayarkan Dua Bulan, Dedi Mulyadi: Saya Harus Minta Surat MenPAN-RB untuk Provinsi Jawa Barat, Bagaimana Nasibnya?

Gaji 3.823 tenaga honorer di Jawa Barat belum dibayarkan dua bulan, yakni periode Maret dan April 2026. 
Dapat Dukungan dari Dedi Mulyadi, Program Sasapu Bandung Diperluas hingga Camat-Lurah Wajib Turun Langsung ke Lapangan

Dapat Dukungan dari Dedi Mulyadi, Program Sasapu Bandung Diperluas hingga Camat-Lurah Wajib Turun Langsung ke Lapangan

Dapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, Program Sasapu Bandung diperluas. Bahkan, camat hingga lurah pun diwajibkan untuk turun langsung ke lapangan.
Perbaikan Masih Berlangsung, KRL Rute Bekasi–Cikarang Ditarget Normal Siang Ini

Perbaikan Masih Berlangsung, KRL Rute Bekasi–Cikarang Ditarget Normal Siang Ini

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan sebelum operasional kembali dibuka sepenuhnya.
Tabrakan Maut KRL Vs KA Argo Bromo, Ternyata Ini Biang Kerok Taksi Green SM Berhenti di Tengah Rel

Tabrakan Maut KRL Vs KA Argo Bromo, Ternyata Ini Biang Kerok Taksi Green SM Berhenti di Tengah Rel

Insiden yang menewaskan 15 orang itu diduga dipicu kecelakaan pertama yang melibatkan sebuah taksi listrik Green SM yang mendadak berhenti di atas rel
Eksel Runtukahu Disebut Penerus Bambang Pamungkas, Bung Ropan Bicara soal Nasib Ole Romeny di Timnas Indonesia

Eksel Runtukahu Disebut Penerus Bambang Pamungkas, Bung Ropan Bicara soal Nasib Ole Romeny di Timnas Indonesia

Menurut Bung Ropan, Eksel Runtukahu dianggap sebagai sosok penerus Bambang Pamungkas, legenda Timnas Indonesia. Lantas bagaimana nasib Ole Romeny di Timnas?

Trending

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Indonesia kalah 1-4 dari Prancis di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026.
Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut

Putra Korban Kecelakaan KRL Ungkap Chat Terakhir ke Ibu Sesaat Sebelum Kecelakaan Maut

​​​​​​​Chat terakhir anak korban kecelakaan KRL terungkap, percakapan sederhana dengan sang ibu sebelum tragedi di Stasiun Bekasi Timur kini jadi kenangan pilu.
Selengkapnya

Viral