Tragedi Bekasi Timur Picu Desakan Percepatan Double-Double Track, DPR Soroti Sistem Keselamatan KRL
- dok viva semarang/ KAI Commuter
Perlintasan Sebidang Jadi Titik Rawan
Kecelakaan ini juga menyoroti bahaya perlintasan sebidang. Rofik menilai perlu ada penegakan aturan yang lebih tegas terhadap pengendara yang melintasi jalur kereta.
Ia mengingatkan bahwa kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak seperti kendaraan biasa. Dalam kondisi tertentu, jarak pengereman kereta bisa mencapai ratusan hingga ribuan meter.
Karena itu, pelanggaran di perlintasan sebidang menjadi salah satu faktor risiko utama dalam kecelakaan kereta.
Double-Double Track Dinilai Mendesak
Dengan meningkatnya volume perjalanan kereta di wilayah aglomerasi, proyek double-double track dinilai semakin mendesak untuk direalisasikan secara menyeluruh.
Keberadaan double-double track diyakini dapat:
-
Memisahkan jalur KRL dan kereta jarak jauh
-
Mengurangi kepadatan lintasan
-
Meningkatkan keselamatan perjalanan
-
Mengoptimalkan jadwal operasional
Desakan ini menjadi semakin kuat pasca kecelakaan Bekasi Timur, yang memperlihatkan betapa rentannya sistem yang ada saat ini.
Tragedi Jadi Momentum Pembenahan
Insiden di Bekasi Timur menjadi momentum bagi pemerintah dan operator untuk mempercepat reformasi sistem perkeretaapian nasional.
Percepatan pembangunan double-double track tidak lagi sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan tekanan dari DPR dan perhatian publik yang tinggi, langkah konkret diharapkan segera diambil agar sistem transportasi rel Indonesia menjadi lebih aman dan andal di masa depan. (nsp)
Load more