Jawab Jeritan Warga Tasikmalaya, Gubernur KDM Cuma Minta Satu Hal Atasi Kemacetan Air Irigasi Ciramajaya
- Pemprov Jabar
Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti persoalan saluran Irigasi Ciramajaya. Aliran air yang macet membuat warga Tasikmalaya menjerit selama 16 tahun.
KDM menyikapi saluran irigasi di Desa Cibalanarik tersebut tanpa meneteskan air sedikitpun. Akibatnya, warga Tanjungjaya hingga petani tidak produktif menggunakan lahan di sekitar.
Menurut KDM, jeritan warga adalah hal yang wajar. Saluran Irigasi Ciramajaya dinilai penting untuk menjadi sumber air.
KDM mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar langsung turun gunung guna mempercepat permasalahan aliran air Irigasi Ciramajaya yang macet selama belasan tahun.
"Di Tasikmalaya terdapat masalah irigasi sebagai saluran primer dan sekunder. Kita berkomitmen menyelesaikan masalah irigasi ini," kata KDM dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (30/4/2026).
Gubernur Jabar ini berpendapat faktor Irigasi Ciramajaya tanpa meneteskan air selama belasan tahun. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan penyumbatan aliran sungai.
Akan tetapi, kata Dedi Mulyadi, penanganan ini membutuhkan sinergi dari warga sekitar. Ia pun meminta warga Tanjungjaya tidak menghambat upaya revitalisasi dari Pemprov Jabar.
Seperti Apa Permintaan KDM?
- Antara
KDM hanya menginginkan permintaan awalnya berjalan dengan baik. Nantinya, Pemda Kabupaten Tasikmalaya sebagai tim eksekusi revitalisasi Irigasi Ciramajaya.
Dedi Mulyadi berharap adanya penertiban bangunan di Sempadan Sungai. Menurutnya, salah satu faktor penghambat fungsi aliran sungai karena bangunan di area tersebut.
Ia berharap Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sobari Al Ayubi mengeksekusi pembongkaran bangunan di sempadan Sungai. Tujuannya untuk mengembalikan fungsi aliran sungai.
"Bagaimana pun problem dari pengairan di kita adalah banyaknya rumah yang dibangun di sepadan sungai, bahkan mengambil tanah sungai," jelasnya.
Menurut penuturannya, keberadaan bangunan di kawasan lindung di kiri dan kanan tepi sungai tersebut menutup ruang aliran air sejak 2010.
Ia menambahkan, penyempitan aliran ini menyulitkan pendistribusian air. Hal ini lagi-lagi menjadi malapetaka membuat kebutuhan warga tidak produktif dan tak berjalan optimal.
Selain itu, penyempitan sistem pengairan bisa berakibat fatal. Contoh sederhananya dapat menimbulkan banjir dan merusak lingkungan sekitar.
Permintaan KDM Ditanggapi Pemkab Tasikmalaya
Asep Sobari Al Ayubi, Wakil Bupati Tasikmalaya langsung menyatakan kesiapan menjalankan perintah dari KDM. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Irigasi Ciramajaya belakangan ini.
Diketahui, Irigasi Ciramajaya memiliki panjang 16 kilometer. Jaraknya bermula dari Mangunreja hingga Sukaraja.
Hingga kini, jarak tempuh aliran air Irigasi Ciramajaya hanya mencapai sejauh 10 kilometer. Ironisnya, penyebab utama aliran irigasi ini macet karena persoalan debit.
Asep mengaku pemerintah harus segera melakukan normalisasi. Tujuannya aliran yang tersumbar kembali lancar dan bisa kembali menyuburkan sekitar 500 hektare lahan sawah yang sebelumnya kering.
"Saya malu sama masyarakat. Janji itu harus ditepati. Jangan sampai slogan 'Rehab Tuntas' itu hanya omon-omon saja," ucap Asep.
Melalui Instruksi Presiden (Inpres) revitalisasi Irigasi Ciramajaya harus segera diajukan terutama menyangkut pada penataan pada tahun 2026.
"Kita perjuangkan agar 2027 revitalisasi ini terlaksana," katanya.
Wakil Bupati Tasikmalaya itu mendukung KDM. Ia berharap warga di sepanjang aliran irigasi membantu penertiban bangunan untuk keperluan revitalisasi.
"Jika ada bangunan atau jembatan yang mengokupansi lahan irigasi, tolong sadar diri, ini tanah negara untuk kepentingan bersama," imbau dia.
(hap)
Load more