Mimpi 40 Tahun Jadi Nyata, Indonesia Mulai Bangun Kampung Haji Dekat Masjidil Haram
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ambisi besar Pemerintah Indonesia untuk memiliki fasilitas hunian mandiri bagi para jamaah haji di Arab Saudi mulai memasuki babak baru.
Proyek strategis bertajuk "Kampung Haji" kini telah memulai tahap pembebasan lahan di kawasan Jabal Hindawiyah, Makkah.
Langkah ini diambil sebagai upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah asal tanah air.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa lokasi yang dipilih sangat strategis karena dekat dengan pusat ibadah Masjidil Haram.
Pihak pemerintah berencana membangun infrastruktur penunjang yang akan memudahkan pergerakan jamaah.
“Lokasinya sangat dekat, nanti akan ada akses khusus, seperti tunnel (terowongan) agar jamaah tidak terganggu lalu lalang kendaraan dan jamaah lain,” ujar Muhadjir Effendy saat memberikan keterangan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/4).
Muhadjir menjelaskan bahwa area yang dipilih berada di kawasan Jabal Hindawiyah, dengan jarak tempuh hanya sekitar 2 hingga 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Realisasi pembangunan ini merupakan pengejawantahan dari visi yang telah dicanangkan sejak masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan kini diteruskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menargetkan tiga gedung (tower) pertama dengan kapasitas 1.600 orang sudah bisa digunakan pada musim haji tahun depan. Pengelolaan gedung tersebut nantinya akan berada di bawah wewenang Danantara.
Muhadjir menyebut momen ini sebagai titik balik penantian panjang bangsa Indonesia.
“Sudah 40 tahun kita bermimpi punya Kampung Haji. Sekarang mulai direalisasikan,” tegas Muhadjir.
Dalam rencana induknya (masterplan), kawasan ini diproyeksikan akan menampung sebagian besar jamaah haji Indonesia dengan pembangunan ratusan gedung hunian.
Dari kebutuhan lahan total seluas 84 hektare, saat ini sekitar 54 hektare tanah di kawasan tersebut sedang dalam proses pembebasan lahan.
Menariknya, pembangunan proyek raksasa ini dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pendanaan akan dikelola oleh Danantara melalui skema investasi yang melibatkan para investor, termasuk pihak dari Arab Saudi sendiri.
Guna menjaga stabilitas biaya operasional ke depannya, pemerintah juga menyiapkan dana tambahan sekitar Rp1,7 triliun.
Hal ini dimaksudkan agar layanan maksimal dapat diberikan tanpa harus menambah beban biaya yang harus dibayarkan oleh para jamaah. (ant/dpi)
Load more