Ribuan Buruh Kepung Monas, Datang dari Subuh Bawa Tuntutan Ini ke Hadapan Prabowo pada May Day 2026
- TvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Sejak langit Jakarta masih berwarna abu-abu dini hari, kawasan Monumen Nasional atau Monas sudah mulai dipadati ribuan buruh dari berbagai penjuru Indonesia, Jumat (1/5/2026).
Mereka datang berkelompok—ada yang menggunakan bus, kereta, hingga sepeda motor—membawa spanduk, bendera serikat, dan suara menuntut kesejahteraan yang lebih baik.
Berdasarkan pantauan tim tvOnenews.com, perlahan berubah menjadi lautan manusia. Warna-warni atribut serikat buruh bercampur dengan terik matahari pagi. Di antara kerumunan itu, wajah-wajah lelah perjalanan jauh terlihat kontras dengan semangat yang tak surut.
Rudi (34), buruh pabrik tekstil asal Bekasi, Jawa Barat, mengaku berangkat sejak subuh demi bisa ikut peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini.
“Saya berangkat jam 4 pagi, bareng teman-teman satu pabrik. Capek pasti, tapi ini momen penting buat kami. Setahun sekali kita bisa bersuara langsung di sini,” jelas dia.
Tak hanya dari kawasan penyangga Jakarta, buruh dari luar pulau pun turut meramaikan Monas. Siti (29), pekerja sektor retail dari Lampung, mengatakan perjalanan panjang tak menyurutkan niatnya untuk hadir.
“Kami naik bus hampir 10 jam. Ini pertama kali saya ikut May Day di Jakarta. Harapannya sih pemerintah lebih dengar suara buruh, terutama soal upah dan jaminan kerja,” katanya.
Di sisi lain lapangan, kelompok buruh dari Jawa ? Timur tampak membentangkan spanduk besar. Di antara mereka, Agus (41), buruh manufaktur asal Surabaya, menilai May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi.
“Kami datang dari jauh bukan untuk jalan-jalan. Ini soal masa depan kami. Harga kebutuhan naik terus, tapi upah kadang nggak sebanding. Jadi kami ingin ada perubahan nyata,” tuturnya.
Panggung utama diwarnai dengan penampilan dari penyanyi ibu kota, seperti Band Kotak, lalu dilanjutkan Band Tipe-X. Suara pengeras menggema, disambut tepuk tangan dan nyanyian dari massa.
Meski cuaca sedikit kelabu hanya disinari matahari kecil, para buruh tetap bertahan. Sebagian duduk di tepi, sebagian lainnya berdiri sambil mengibarkan bendera.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 400 ribu orang diproyeksikan memadati kawasan Monas dalam peringatan May Day tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai elemen, mulai dari buruh hingga pengemudi ojek online.
Load more