Polisi Tak Segan Tindak Tegas Perusuh-Pembuat Keonaran dalam Aksi May Day Monas dan DPR RI
- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi akan menindak tegas jika ditemukan adanya para perusuh dan pembuat keonaran dalam aksi May Day Internasional 2026 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, dan aksi unjuk rasa elemen buruh di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (1/5/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, pihaknya tidak segan untuk mengamankan para pelaku pembuat keonaran.
“Apabila dalam kegiatan ini ada komponen-komponen lain yang kami anggap sebagai tim perusuh, tim yang membuat keonaran, memprovokasi, pihak kepolisian tidak akan segan-segan untuk mengamankan yang bersangkutan ya dalam hal ini,” kata Budi, di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (1/5/2026).
Lebih lanjut, Budi menerangkan, dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI, ada beberapa elemen yang terjun yaitu dalam naungan GEBRAK diantaranya ada KASBI, komponen mahasiswa, dan komponen-komponen lain.
“Ini juga sudah dilakukan pendekatan sehingga dari pihak pimpinan DPR akan menerima perwakilan. Ini suatu negosiasi, suatu hal yang diterima baik dari perwakilan DPR RI untuk bisa menerima perwakilan,” ujar Budi.
“Ada beberapa setelah komitmen akan diterima dari DPR, mereka juga setelah itu akan membubarkan diri. Dan penyampaian tetap kalaupun akan berlanjut sampai sore itu sesuai dengan ketentuan 17.30 WIB mereka akan membubarkan diri,” ungkap Budi.
Maka dari iru, Budi mengimbau kepada para massa yang terlibat dalam aksi unjuk rassa, untuk dapat menyampaikan pendapat dengan tertib.
“Jadi kami hanya memberi ruang kepada saudara-saudara buruh, komponen lain, mahasiswa, ataupun yang terlibat dalam mengawal penyampaian aspirasi ini tepat dengan cara-cara yang santun, dengan cara-cara yang tertib, sehingga apa yang diharapkan tercapai dengan tujuan yang diinginkan,” jelasnya.
“Kalau kelompok-kelompok perusuh, kita sama-sama tidak akan memberi ruang di wilayah DKI Jakarta. Para perusuh, tim Satgas, tim tindak dari penegakan hukum akan bekerja untuk meminimalisir ataupun mengamankan orang-orang yang berbuat rusuh di wilayah Jakarta,” sambungnya.
Untuk diketahui, Ribuan personel gabungan bakal diterjunkan dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar oleh elemen Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di depan Gedung DPR/MPR RI, pada Jumat (1/5/2026).
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, massa yang akan melakukan aksi unjuk rasa, tercatat ada 5.000 orang.
“Hari ini, 1 Mei 2026, adalah peringatan Hari Buruh Internasional. Untuk di wilayah kita, terdapat beberapa kegiatan: yaitu Mayday Fest yang dilaksanakan di Monas, dihadiri oleh Bapak Presiden, dengan jumlah massa kurang lebih 300 ribu orang. Unjuk rasa di DPR dari kelompok yang menamakan diri Gebrak (Gerakan Buruh Bersama Rakyat),” kata Dekananto, di Gedung DPR RI, Jumat (1/5/2026).
“Update terakhir, massa yang menuju DPR untuk melaksanakan aksi unjuk rasa berjumlah kurang lebih 5.000 massa dari Banten, Jawa Barat, dan Tangerang Raya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Dekananto menerangkan, massa diperkirakan akan datang pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di depan TVRI. Selanjutnya, perwakilan massa akan diterima oleh pimpinan DPR pada pukul 11.00 WIB.
“Rencana awal dari massa aksi tiba pukul 11.00 WIB, melaksanakan Salat Jumat di Masjid TVRI, makan siang, kemudian berjalan kaki menuju depan DPR. Namun kemungkinan ada perubahan, karena perwakilan massa akan diterima pimpinan DPR pukul 10.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB, sehingga aksi kemungkinan selesai sebelum waktu Jumat,” jelasnya.
Namun Dekananto menjelaskan, dinamika di lapangan bisa saja berubah, sehingga para personel harus siap siaga.
Apabila aksi dimulai setelah Salat Jumat, maka Koordinator Lapangan menyampaikan aksi selesai pukul 17.30 WIB.
Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, dalam aksi unjuk rasa ini, ribuan personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan.
“Jumlah personil yang dilibatkan di dalam pengamanan di sekitar DPR-MPR sejumlah 6.678 personil. Ini gabungan terdiri dari kepolisian 4.633 personil, TNI 1.050 personil, Pemprov DKI 95, Pamdal 400, dan Sabuk Kamtibmas sejumlah 500 orang,” ucapnya. (ars/muu)
Load more