Prabowo Janji Akan Resmikan Museum Marsinah, Angkat Simbol Perlawanan Buruh ke Panggung
- tvOnenews/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, komitmennya mengangkat sejarah perjuangan buruh ke ruang publik nasional.
Di hadapan ribuan pekerja dalam peringatan May Day di Monumen Nasional, Prabowo mengumumkan rencana perjalanannya ke Jawa Timur untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang dinamai Museum Marsinah.
Langkah ini menjadi simbol pengakuan negara terhadap peran buruh dalam sejarah bangsa, sekaligus penghormatan kepada Marsinah, aktivis buruh yang gugur pada 1993.
“Saudara-saudara kita sudah mengangkat ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan bulan ini juga, saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang diberi nama Museum Marsinah,” ujar Prabowo, di peringatan Hari Buruh, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menempatkan buruh sebagai pilar utama kekuatan politik dan ekonomi nasional. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kelompok pekerja yang disebutnya berkontribusi besar dalam perjalanan politiknya.
“Saya terima kasih atas undangan untun hadir bersama saudara sekalian. Ini Kehormatan. Saya rasa kaum buruh selalu dukung saya. Saya jadi presiden, karena kaum buruh, kaum tani, kaum pekerja seluruh Indonesia,” kata dia.
Kehadiran Prabowo dengan balutan safari cokelat dan topi khas menjadi sorotan di tengah massa buruh yang memadati kawasan Monas. Di momen tersebut, ia kembali menegaskan arah kepemimpinannya yang berpihak pada kelompok masyarakat rentan.
“Saya bertekad, saya bersumpah berjuang untuk kepetingan rakyat Indonesia, terutama yang hidupnya sulit. Itu tugas saya. Pemerintah kami tidak gentar, tidak ragu membela kepentingan Indonesia,” ucap Prabowo.
Rencana peresmian Museum Marsinah bukan sekadar proyek simbolik. Pemerintah ingin menghadirkan ruang refleksi sekaligus edukasi publik tentang sejarah perjuangan buruh dan menjadikannya bagian dari narasi besar pembangunan nasional.
Dengan langkah ini, pemerintah berupaya memperkuat legitimasi sejarah gerakan buruh sekaligus menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang keadilan dan penghormatan terhadap perjuangan masa lalu. (agr)
Load more