May Day 2026 di Monas: 10 Tuntutan Buruh ke Prabowo, dari RUU Ketenagakerjaan hingga Gaji Honorer
- Aldi Herlanda/tvOnenews.com
Isu PHK dan Kesejahteraan Jadi Sorotan Utama
Dalam penyampaiannya, Jumhur menyoroti ancaman PHK yang dinilai semakin dekat, terutama di sektor industri seperti tekstil, semen, dan nikel.
Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, potensi pengurangan tenaga kerja bisa terjadi jika tidak ada intervensi kebijakan yang cepat dan tepat.
Selain itu, isu kesejahteraan pekerja seperti upah layak dan perlindungan tenaga kerja outsourcing juga menjadi perhatian utama dalam tuntutan yang disampaikan.
Dorongan Dialog Lanjutan dengan Pemerintah
Jumhur menyatakan pihaknya membuka ruang dialog lanjutan dengan pemerintah guna memastikan setiap tuntutan dapat dibahas secara konkret.
Ia berharap pertemuan lanjutan dapat menghasilkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pekerja tanpa mengabaikan stabilitas ekonomi nasional.
“Tentu kita akan duduk bersama lagi dengan pemerintah untuk memastikan perlindungan kepada buruh outsourcing tidak lagi semena-mena,” ujarnya.
May Day 2026 Jadi Momentum Tekanan Kebijakan
Peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting bagi kalangan pekerja untuk menekan percepatan kebijakan strategis di sektor ketenagakerjaan.
Dengan hadirnya Presiden di tengah aksi, buruh berharap aspirasi yang disampaikan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam waktu dekat.
Aksi May Day 2026 di Monas pun memperlihatkan meningkatnya kesadaran kolektif pekerja terhadap isu-isu struktural yang selama ini menjadi tantangan utama dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia. (saa/nsp)
Load more