KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini
- Istimewa
Bekasi, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal, lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadinya kecelakaan maut.
Meski sudah dipasang palang pintu manual, namun lokasi tersebut tampak dijaga sejumlah orang yang diduga oknum ormas.
Dari video yang beredar, bahkan oknum tersebut tampak menarik pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah sopir kendaraan mobil yang melintas perlintasan tersebut.
"Nih masih ada pintu lintasan kereta api, yang kemarin terjadi musibah masih dijagain sama orang. Apakah itu ormas atau masyarakat setempat? bagi saya itu tidak penting, yang penting ini bukan kewajiban mereka, ini kewajibannya apparat," ungkap Dedi Mulyadi dalam unggahan video di Intagram pribadinya, pada Sabtu (2/5/2026).
- Antara
Menanggapi hal itu, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini langsung menghubungi Wali Kota Bekasi.
"Tapi belum nyambung. Saya telepon salah satu Forkopimda Kota Bekasi dan sudah online. Beliau akan meluncur ke Bekasi untuk mengambil langkah-langkah, itu langkah pertama," katanya.
Selain itu KDM juga tampak kecewa dengan palang pintu sementara yang terpasang di lokasi tersebut masih manual.
"Saya lihat pintu lintasan itu masih manual. Diangkat dan ditutupnya masih oleh orang," katanya.
KDM langsung menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengadaan palang pintu yang lebih baik.
"Berikutnya, saya sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pengadaan dan pemasangan palang pintu digital. Sehingga tidak perlu lagi ada orang yang berjaga disana," ungkapnya.
KDM mengatakan dibituhkan waktu dua minggu untuk pengadaan dan pemasangan palang pintu digital tersebut.
- Istimewa
"Saya katakana kerjakan mulai hari ini, biayanya antara Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Laksanakan, alokasinya tersedia," tegasnya.
Ia meminta masyarakat Kota Bekasi bisa bersabar menunggu pemasangan palang pintu digital tersebut.
"Saya minta seluruh jajaran Pemkot Bekasi untuk melakukan tindakan-tindakan nyata, jangan palang pintu dijaga oleh bukan aparat," katanya.Â
"Saya ucapkan terima kasih. Mari kita jaga bersama demi menjaga kepentingan masyarakat, fungsi kita sebagai aparatur negara adalah hadir menyelesaikan problem-problem yang menjadi kewajiban negara. Urusan palang pintu kereta api, menjaga lintasan adalah kewajiban negara, bukan kewajiban, orang, ormas atau masyarakat," pungkasnya. (muu)
Load more