Keluarga dr Myta Dukung Investigasi Kematian Dokter Intership karena Beban Kerja Berat di RSUD K.H. Daud Arif
- Andi Salani/tvOnenews.com
Palembang, tvOnenews.com - Keluarga dr Myta Aprilia Azmy mendukung langkah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) untuk menginvestigasi wafatnya sang dokter intership.
Kasus meninggalnya dokter intership dr Myta Aprilia Azmy yang bertugas di RSUD K. H. Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi tengah menjadi sorotan publik.
Dokter Myta diketahui meninggal dunia diduga karena beban kerja yang tidak manusiawi. Ia dipaksa masuk kerja meski kondisi tengah sakit.
Kini dr Myta sudah dimakamkan pihak keluarga di Pemakaman Umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, pada Sabtu (2/5/2026).
"Kami mendukung apa yang dilakukan IKA FK Unsri, untuk melakukan investigasi dari kasus Myta ini," kata salah satu kerabat korban, Febri.
Ia berharap ada titik terang terhadap kasus meninggalnya dr Myta.
Febri juga berharap hasil investigasi bisa menjadi bahan evaluasi total terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia.
"Mudah-mudahan ada titik terang tentang perbaikan kerja dari rekan-rekan dokter internship ini ke depannya. Kami tidak memvonis siapa yang salah atau siapa yang melanggar etik atau apapun itu. Yang penting kami berharap tidak ada Myta-Myta kedua setelah ini," harapannya.
IKA FK Unsri Desak Investigasi RSUD K. H Daud Arif Jambi
Pengurus Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) yang lebih dulu melayangkan surat resmi ke Kementerian Kesehatan RI.
Dalam surat tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri mengungkap temuan yang dinilai mengkhawatirkan terkait kondisi kerja dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi lokasi penugasan dr Myta.
“Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship,” tulis IKA FK Unsri.
Mereka menyebut dr Myta diduga mengalami beban kerja berat tanpa istirahat memadai. Bahkan, meski kondisi kesehatannya menurun sejak Maret 2026, ia tetap dijadwalkan menjalani jaga malam.
“dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” demikian isi surat tersebut.
Load more