Dituding Masuk Politik karena “Kecelakaan”, Ini Jawaban Berkelas Gubernur Malut Sherly Tjoanda
- Tangkapan layar Youtube Akbar Faizal Uncensored
tvOnenews.com - Gubernur Malut, Sherly Tjoanda tengah menjadi sorotan publik dengan gaya kepemimpinannya yang dinilai berbeda dari kebanyakan kepala daerah lainnya.
Di tengah dominasi pemimpin laki-laki di posisi gubernur, ia tampil aktif dengan gaya blusukan, turun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluhan dan mencari solusi secara cepat.
Selain itu, Sherly Tjoanda juga aktif membagikan kegiatannya melalui media sosial, mulai dari pertemuan dengan warga hingga pelaksanaan program kerja.
- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo
Sejumlah aksinya bahkan viral, salah satunya ketika ia menerima aduan langsung dari seorang siswa terkait guru yang jarang masuk kelas saat inspeksi mendadak di Ternate.
Dalam sebuah podcast bersama Akbar Faizal, Sherly juga menanggapi pertanyaan mengenai keterlibatannya di dunia politik yang disebut terjadi karena “kecelakaan”.
"Anda sadar kalau kehadiran Anda di ruang politik itu adalah sebuah kecelakaan?" tanya Akbar Faizal.
"Saya sadar," jawabnya.
Saat ditanya lebih lanjut, Sherly menjelaskan bahwa keputusannya masuk politik bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak awal.
"Dengan berhasil, bagi saya, masuk di dunia politik ini bukan karena saya mau masuk ke dunia politik ya, karena ini ada kecelakaan 12 Oktober, kemudian ada suatu perjuangan yang harus dilanjutkan, karena saya, anak-anak, relawan, para partai politik yang saat itu sedang berjuang tinggal 42 hari lagi," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut juga merupakan bentuk melanjutkan perjuangan almarhum Benny Laos.
"Kita menolak untuk kalah, kita menolak bahwa mimpi besar seorang Benny Laos, yang kita kenal semua, selesai begitu saja" tuturnya.
Dorongan keluarga, terutama anak-anaknya, juga menjadi alasan Sherly melanjutkan perjuangan tersebut demi mewujudkan visi dan nilai yang telah diperjuangkan sebelumnya.
"Untuk itu saya melanjutkannya, dan waktu itu targetnya pendek untuk menang, ketika sudah menang, saya harus mewujudkan janji politiknya," tuturnya.
Ia kemudian mengadopsi sejumlah program yang sebelumnya dijalankan oleh almarhum Benny Laos saat menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pulau Morotai.
"Janji politik itu kita racik bersama, sebenarnya hanya me-mirroring apa yang sudah berhasil dilakukan di Morotai, dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, bagi-bagi renov rumah, infrastruktur, intinya dengan APBD seadanya, tetapi kebutuhan dasar manusia itu negara hadir. Itu dilakukan berhasil di Morotai selama lima tahun," tuturnya.
Load more