Hindari Konflik Jelang Suro, Ribuan Loyalis PSHT Madiun Gelar Deklarasi Damai di Padepokan Pusat Madiun
- tvOne - miftakhul erfan
Madiun, tvOnenews.com — Ribuan pesilat dan loyalis dari perwakilan berbagai kecamatan di wilayah Madiun Raya menggelar deklarasi damai di Padepokan Agung PSHT Pusat Madiun, di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Sabtu (2/5/2026).
Puguh Tri Prayoga, koordinator Deklarasi Damai, menjelaskan salah satu tujuan aksi damai ini digelar adalah untuk meredam konflik, menyusul banyaknya kejadian antarperguruan maupun konflik horizontal sesama perguruan di beberapa daerah.
“Supaya kejadian seperti di Saradan, kejadian di beberapa kabupaten lain seperti di Pasuruan, Pemalang, di Ngawi ini kan sudah banyak yang terjadi hanya karena salah mengartikan sebuah kebijakan. Jadi kami tak ingin lagi terjadi konflik horizontal,” kata Puguh.
Puguh menyebutkan, basis massa loyalis PSHT Pusat Madiun sangat masif, mencapai sekitar 180 ribu orang hanya di Kota dan Kabupaten Madiun. Dengan jumlah yang besar ini, kedamaian harus menjadi prioritas utama.
“Kami tidak berharap ada pihak yang bertindak di luar batas hingga melarang kegiatan latihan, karena hal itu justru memancing emosi dan memicu keributan,” jelas Puguh.
Minta IPSI Tinjau Ulang Putusan
Sementara itu, loyalis PSHT Pusat Madiun, Tono Suharyanto, menambahkan tujuan utama apel siaga ini adalah memperkuat soliditas agar tidak terjadi perpecahan.
Tono berharap ada peninjauan kembali dari PB IPSI untuk keputusan mengenai keabsahan kepengurusan Setia Hati Terate. Karena masalah hukum saat ini masih dalam sengketa di pengadilan.
Sehingga jika sudah ada keputusan dari PB IPSI yang melegalkan salah satu pihak maka seakan-akan PB IPSI ada kepentingan di dalamnya. Keputusan itulah yang justru memicu gesekan dan konflik horizontal di lapangan.
“Yang kita jaga hanya satu, jangan sampai ada konflik horizontal. Biar Madiun tetap kondusif dan membawa nama baik di tingkat nasional,” tegasnya.
Momentum ini sekaligus juga digunakan untuk mengajak seluruh komponen menjaga keamanan dan ketertiban menjelang peringatan Bulan Suro. Bulan ini biasanya menjadi momen penting bagi organisasi, termasuk agenda pengesahan warga baru.
“Dalam rangka menghadapi bulan Suro tahun 2026 ini, harapannya Kota Madiun maupun Kabupaten Madiun bisa aman, lancar, dan tidak ada gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Load more