Harga Pangan Hari Ini Bergejolak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp60 Ribu per Kilogram
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com — Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan fluktuasi tajam pada akhir pekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Minggu (3/5/2026), mencatat sejumlah komoditas utama masih bertahan di level tinggi, dengan cabai rawit merah menjadi sorotan utama setelah menyentuh Rp60.000 per kilogram.
Lonjakan harga cabai mempertegas tekanan di sektor bahan pangan segar, terutama di tengah ketidakstabilan pasokan dan distribusi. Tak hanya cabai rawit merah, komoditas cabai lainnya juga masih bertengger di harga tinggi.
Cabai merah besar tercatat Rp49.500 per kg, cabai merah keriting Rp43.900 per kg, dan cabai rawit hijau Rp43.050 per kg.
Di kelompok bumbu dapur, harga bawang juga belum menunjukkan penurunan signifikan. Bawang merah dijual Rp45.000 per kg, sementara bawang putih berada di level Rp38.500 per kg, menambah tekanan bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada stabilitas harga bahan pokok.
Sementara itu, harga beras relatif stabil meski masih berada di rentang menengah ke atas. Beras kualitas bawah I dipatok Rp14.150 per kg dan kualitas bawah II Rp14.650 per kg. Untuk kategori medium, beras medium I berada di Rp15.800 per kg dan medium II Rp15.450 per kg. Adapun beras kualitas premium, super I dan II masing-masing dijual Rp16.850 dan Rp16.400 per kg.
Dari sisi protein hewani, harga telur ayam ras tercatat Rp31.000 per kg, sedangkan daging ayam ras segar mencapai Rp40.250 per kg. Harga daging sapi masih menjadi yang tertinggi di kelompok ini, dengan kualitas I menyentuh Rp142.900 per kg dan kualitas II Rp136.250 per kg.
Komoditas lainnya seperti gula dan minyak goreng juga bergerak variatif. Gula pasir premium berada di Rp20.100 per kg dan gula lokal Rp19.050 per kg. Untuk minyak goreng, harga curah tercatat Rp20.550 per liter, sementara minyak kemasan bermerek I dan II masing-masing dijual Rp24.050 dan Rp22.800 per liter.
Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus menjaga keseimbangan distribusi serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan harga pangan yang belum mereda. (agr)
Load more