News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rampung Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Akui Tak Tahu Soal Pola Pemeresan Syamsul Aulia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya sebagai saksi terkait kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya yang menjerat Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya.
Selasa, 5 Mei 2026 - 17:23 WIB
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya sebagai saksi terkait kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya yang menjerat Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya.

Berdasarkan pantauan, Ammy tiba di Gedung KPK sekira pukul 10.13 WIB. Namun tak berselang lama sekira pukul 13.15 ia rampung diperiksa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada awak media Ammy mengtakan, bahwa ia ditanya oleh penyidik terkait dengan pengetahuannya soal pola kasus dugaan korupsi yang dilakukan Syamsul Auliya.

Namun ia mengaku bahwa tidak pernah mengetahui apa yang dilakukan oleh sang Bupati saat itu hingga terjerat kasus korupsi.

"Saya tidak tahu sama sekali, beneran. Saya tidak pernah dilibatkan dan saya tidak pernah di ajak bicara. Saya juga tidak tahu sama sekali kalau ada begitu-begitu," katanya di gedung KPK, Selasa (5/5/2026).

Ammy menuturkan, bahwa pertanyaan penyidik hanya terkait dengar tugas-tugas dirinya saat menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap sebelum Plt.

"Ya tugas-tugas Wakil Bupati itu seperti apa, terus bertanggung jawab kepada siapa. Ya saya menjawab bertanggung jawab kepada pak Syamsul. Ya Wakil Bupati tugasnya membantu Bupati," tuturnya.

Ia juga kembali menegaskan, bahwa tidak pernah terlibat dalam kasus ini, termasuk tidak mengetahuinya soal mekanisme yang dilakukan Syamsul pada saat melakukan pemerasan.

"Tidak tahu, demi Allah," tandasnya.

Diketahui, dalam perkara di Kabupaten Cilacap ini, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Syamsul Auliya Rachman dan seorang pihak lain bernama Sadmoko.

Kasus ini mencuat setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Cilacap pada Maret 2026. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan total 27 orang dari berbagai latar belakang.

Di antara mereka terdapat pejabat negara, aparatur sipil negara (ASN), serta pihak swasta. Salah satu yang diamankan adalah Bupati Cilacap saat itu, Syamsul Auliya Rachman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tim mengamankan 27 orang, termasuk Bupati Cilacap, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif," ujar Budi.

KPK mengungkap bahwa Bupati Cilacap diduga menargetkan pengumpulan dana hingga Rp750 juta dari perangkat daerah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fenomena Pod Getar: Modus Baru Peradaran Narkoba di Indonesia, Jadi Sorotan BNN dan DPR

Fenomena Pod Getar: Modus Baru Peradaran Narkoba di Indonesia, Jadi Sorotan BNN dan DPR

Pod Getar, nama itu digunakan sebagian warga Indonesia khususnya Medan sebagai nama vape mengandung narkotika. Bahkan, fenomena Pod Getar menjadi pembicaraan
Media Vietnam Remehkan Skuad Garuda, Sebut Timnas Indonesia U-17 Bakal Jadi Bulan-bulanan Tiongkok

Media Vietnam Remehkan Skuad Garuda, Sebut Timnas Indonesia U-17 Bakal Jadi Bulan-bulanan Tiongkok

Media Vietnam Soha meremehkan kemampuan Timnas Indonesia U-17. Berdasarkan hasil undian Piala Asia U-17 2026, Skuad Garuda Muda terjebak di "grup maut" bersama
Prabowo Tolak Wacana Kementerian Keamanan, Tubuh Polri Tetap di Bawah Presiden

Prabowo Tolak Wacana Kementerian Keamanan, Tubuh Polri Tetap di Bawah Presiden

Keputusan Presiden menolak wacana Kementerian Keamanan sekaligus menegaskan arah politik hukum pemerintah yang tetap mempertahankan independensi struktural Polri.
Mandor Proyek Keringat Dingin, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tahu Teknis Bangunan saat Tinjau Sekolah Rakyat

Mandor Proyek Keringat Dingin, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tahu Teknis Bangunan saat Tinjau Sekolah Rakyat

Media sosial tengah dihebohkan dengan aksi "sat-set" Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek Sekolah Rakyat di
Kasus Kekerasan Seksual Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, DPR Singgung Pengawasan Kemenag

Kasus Kekerasan Seksual Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, DPR Singgung Pengawasan Kemenag

Dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah menuai kecaman.
PMB BSI 2026 Gelombang 3 Resmi Dibuka, Jadi Solusi Kuliah Fleksibel dan Pas untuk Upgrade Karir

PMB BSI 2026 Gelombang 3 Resmi Dibuka, Jadi Solusi Kuliah Fleksibel dan Pas untuk Upgrade Karir

Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026, khususnya GELOMBANG 3 yang telah resmi dibuka.

Trending

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Respons Tegas Koh Dondy Tan soal Sertifikat Mualaf Richard Lee yang Dicabut: Yayasan punya Hak

Tengah ramai isu sertifikat mualaf Richard Lee yang dicabut Koh Hanny Kristianto menjadi perhatian publik. Juga direspons oleh Pendakwah Koh Dondy Tan
Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Salah Ucap saat Beri Sambutan di Depan Jemaah Calon Haji, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Maaf, Saya Belum Tidur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap kata saat hendak melepas jemaah calon haji Maluku Utara dari embarkasi 13 Makassar yang hendak bertolak ke tanah suci.
3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

3 Alasan Utama Koh Hanny lakukan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee

Isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dokter yang dikenal juga sebagai Selebgram itu tersandung kasus
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi 3 Pemain Keturunan Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Satu Nama Mundur Sementara

Kabar terbaru proses naturalisasi pemain keturunan jelang perjuangan Timnas Indonesia di ajang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang, ada nama baru yang muncul?
Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bukan Kalah Kualitas! Pelatih Irak Akui Timnas Indonesia Jadi Korban Sistem Curang AFC dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Irak Graham Arnold ungkap ketidakadilan sistem playoff AFC yang rugikan Timnas Indonesia: Arab Saudi nikmati istirahat 6 hari, Indonesia cuma 3 hari.
FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

FIFA Beri Restu, Timnas Indonesia Punya Opsi Kiper 199 Cm Berdarah Surabaya Peraih Trofi Pemain Terbaik Eredivisie

Sorotan publik sepak bola Indonesia kini mengarah ke Belanda. Nama Kayne van Oevelen tiba-tiba mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama FC Volendam.
Belum Pernah Dilirik Timnas Indonesia, Top Skor Lokal Championship Ini Bisa Jadi Opsi John Herdman Buat Lini Serang Garuda di Piala AFF 2026

Belum Pernah Dilirik Timnas Indonesia, Top Skor Lokal Championship Ini Bisa Jadi Opsi John Herdman Buat Lini Serang Garuda di Piala AFF 2026

Tampil tajam dan jadi top skor pemain lokal di kasta kedua, winger lincah Bekasi City ini layak jadi opsi buat dibawa ke Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026.
Selengkapnya

Viral