Jalanan Provinsi Jadi Konsen Dedi Mulyadi: Banyak Ditemukan Banner Dipaku di Pohon hingga Pohon Menghitam Karena Penggorengan Tahu, Langsung Ditertibkan
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memanfaatkan kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada Sabtu (2/5/2026) lalu sebagai momen monitoring dan evaluasi pembangunan.
Di momen ini, infrastruktur jalan provinsi menjadi salah satu konsennya.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman pada Selasa (5/5/2026).
Saat karnaval, kata dia, Kang Dedi Mulyadi atau KDM meninjau langsung kondisi jalan di sepanjang rute Sumedang–Wado–Majalengka.
Selain itu, KDM juga memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban di kawasan sempadan jalan.
“Yang menjadi konsen Pak Gubernur adalah jalan provinsi termasuk sempadannya. Banyak ditemukan pemasangan banner yang dipaku di pohon. Itu langsung kami tertibkan,” katanya.
Masih terkait dengan pohon di jalanan, KDM menemukan adanya aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan.
Herman menyebut salah satunya adalah adanya warung pengolahan tahu yang beroperasi dekat pohon.
Karena beroperasi dekat pohon, maka menyebabkan batang pohon menjadi rusak dan menghitam.
“Ada warung tahu yang penggorengannya dekat pohon sampai pohonnya menghitam. Kalau dibiarkan bisa mati. Padahal itu pohon besar seperti mahoni. Itu langsung kita tertibkan,” ujarnya.
Penebangan pohon di sempadan jalan di wilayah Situraja juga turut menjadi perhatian.
Herman menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menelusuri status kepemilikan pohon tersebut untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran.
“Kalau melihat posisinya itu berada di sempadan jalan. Kami akan telusuri apakah itu milik pribadi atau aset jalan. Tapi meskipun milik pribadi, tidak bisa sembarangan ditebang karena berisiko longsor,” terangnya.
Tak hanya itu, Herman menyebut KDM juga melakukan pengecekan proyek pembangunan tembok penahan tebing di kawasan Lemahsugih mulai kualitas konstruksi, sistem drainase hingga potensi risiko di sekitar lokasi proyek.
Namun, saat peninjauan dilakukan, ada satu rumah yang berada tepat di tebing jalan dan berpotensi memicu longsor.
Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah penanganan termasuk pemberian santunan kepada pemilik rumah.
“Kami akan berikan santunan,. Nanti tanah serta rumahnya akan menjadi aset Pemda melalui Dinas BMPR. Sudah dikomunikasikan dan yang bersangkutan bersedia, tinggal proses formal,” jelasnya. (nsi)
Load more