News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

ICW Soroti Harta Kekayaan Prabowo dan 38 Pejabat Kabinet Belum Muncul di Situs LHKPN KPK

ICW mendesak KPK memberi klarifikasi soal belum munculnya LHKPN Presiden Prabowo dan 38 anggota Kabinet Merah Putih di situs resmi e-LHKPN.
Rabu, 6 Mei 2026 - 18:19 WIB
Ilustrasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN)
Sumber :
  • ANTARA/Ilustrator/Kliwon

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memberikan penjelasan terkait belum tercantumnya Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Presiden Prabowo Subianto dan puluhan anggota Kabinet Merah Putih di situs resmi e-LHKPN.

Desakan itu disampaikan langsung Peneliti ICW, Yassar Aulia, saat mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Yassar, keterbukaan data LHKPN merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan korupsi dan pengawasan publik terhadap pejabat negara.

“Surat yang kami layangkan meminta informasi kepada KPK terkait dengan penjelasan mengapa ada 38 anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Presiden Prabowo Subianto di sini, yang laporan harta kekayaan penyelenggara negaranya belum tercantum di situs e-LHKPN milik KPK,” kata Yassar.

ICW Nilai LHKPN Bukan Sekadar Formalitas

ICW menegaskan LHKPN tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif semata. Menurut mereka, publik berhak mengetahui laporan kekayaan para penyelenggara negara sebagai bentuk transparansi.

Yassar menyebut keterbukaan informasi terkait harta kekayaan pejabat menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah praktik korupsi.

Karena itu, ICW meminta KPK segera menyampaikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait belum munculnya data Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di laman resmi e-LHKPN.

“Jadi kami melayangkan permohonan informasi supaya KPK bisa memberikan klarifikasi yang jelas dan terang kepada publik, apa alasan 39 nama tersebut belum ada, dan belum bisa diakses kepada masyarakat,” ujarnya.

Nama Prabowo dan 38 Anggota Kabinet Belum Muncul

ICW menyoroti pernyataan juru bicara KPK, Budi Prasetyo, yang sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menyampaikan LHKPN tepat waktu.

Namun, hingga lebih dari satu bulan setelah batas akhir pelaporan pada 31 Maret 2026, nama Presiden Prabowo dan puluhan anggota kabinet disebut belum tercantum di situs resmi e-LHKPN.

Berdasarkan catatan ICW, terdapat total 38 anggota Kabinet Merah Putih yang belum muncul di laman tersebut.

Jumlah itu terdiri dari:

  • 16 Menteri

  • 20 Wakil Menteri

  • 2 Kepala Badan

Selain Presiden Prabowo, ICW juga menyoroti belum terbukanya akses publik terhadap laporan kekayaan para pejabat tersebut.

ICW Datangi Gedung KPK

Sebagai tindak lanjut, ICW mendatangi Gedung KPK untuk menyerahkan permohonan informasi sekaligus meminta lembaga antirasuah itu memberikan penjelasan resmi kepada publik.

ICW menilai transparansi data LHKPN sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan korupsi.

Apalagi, keterbukaan laporan kekayaan pejabat negara selama ini menjadi salah satu instrumen pengawasan yang dapat diakses publik secara langsung melalui situs e-LHKPN KPK.

KPK Sebut LHKPN Sudah Disampaikan Tepat Waktu

Sebelumnya, juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran telah memenuhi kewajiban penyampaian LHKPN sesuai tenggat waktu.

Meski demikian, hingga saat ini data tersebut belum dapat diakses publik di laman resmi e-LHKPN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum ada penjelasan lebih lanjut dari KPK mengenai alasan belum ditampilkannya data harta kekayaan Presiden dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih tersebut.

Situasi itu kemudian memunculkan pertanyaan dari masyarakat sipil, termasuk ICW, yang meminta adanya keterbukaan dan klarifikasi resmi dari KPK. (aha/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Hamparan hijau yang menenangkan mata tersaji di Taman Piknik Cipinang Melayu, yang berlokasi di Jalan Manunggal II, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).
UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Yogyakarta mencatat telah menerima 182 aduan terkait dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan tempat penitipan anak Little Aresha. 
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Sejumlah orang tua dari anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha melayangkan petisi yang ditujukan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 
Konsorsium Aktivis NTB Desak KPK Segera Panggil Sekda Lombok Timur Terkait Dugaan Kosupsi Chromebook: Jangan Ragu!

Konsorsium Aktivis NTB Desak KPK Segera Panggil Sekda Lombok Timur Terkait Dugaan Kosupsi Chromebook: Jangan Ragu!

Konsorsium Aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
7 Aplikasi Crypto Terpercaya dan Resmi di Indonesia

7 Aplikasi Crypto Terpercaya dan Resmi di Indonesia

Penting bagi investor untuk memilih aplikasi yang sudah terdaftar resmi dan berada di bawah pengawasan OJK agar keamanan dana lebih terjamin.
Respons Soal Hasil Kajian KPRP ke Prabowo, Sikap Kapolri Dinilai Bawa Institusi Menuju Reformasi

Respons Soal Hasil Kajian KPRP ke Prabowo, Sikap Kapolri Dinilai Bawa Institusi Menuju Reformasi

Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) melakukan pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto pada Selasa (5/5/2026).

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia punya opsi pemain berkualitas jelang Piala AFF 2026. Di tengah keterbatasan skuad, pemain asing yang penuhi syarat naturalisasi mulai dilirik.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Selengkapnya

Viral