Di Hadapan KDM, Guru BK di Garut Ungkap Alasannya Cukur Rambut Belasan Siswi: Rambutnya Berwarna, di Luar Gerbang Sekolah Dibuka Kerudungnya, Masih Pakai Seragam
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, guru BK di salah satu SMKN di Garut mengungkap alasannya mencukur rambut belasan siswinya.
Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang guru BK mencukur rambut siswi-siswi tersebut hingga membuat mereka menangis.
Video yang viral ini menyita perhatian Kang Dedi Mulyadi atau KDM. Dia langsung menghadirkan guru dan sejumlah siswi untuk dimintai keterangannya.
KDM awalnya memancing pertanyaan apakah anak-anak tersebut sering bolos sekolah atau tidak.
"Apakah anak-anak ini pernah bolos? Rajin masuk? Yang jadi problem apa?," tanyanya dilihat dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel, Kamis (7/5/2026).
Ternyata anak-anak tersebut tidak sering bolos. Bahkan, secara akademik pun tidak ada masalah.
Meski begitu, yang menjadi sorotan guru BK tersebut adalah penampilan mereka yang dinilai berlebihan.
"Yang meresahkan kami baru-baru ini tentang penampilan siswa. Mereka berkerudung cuma dalam hal badan, kosmetiknya berlebihan," jawab guru BK.
"Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah karena rambut siswi-siswinya berwarna. Ke luar gerbang dibuka kerudungnya padahal masih pakai seragam. Akumulasi dari sana dari sini," sambungnya.
Guru BK tersebut mengaku melakukan hal itu bukan karena benci, melainkan sayang anak didiknya dan ingin membuat mereka lebih disiplin.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi punya pendapat sendiri. Menurutnya, alangkah lebih baik jika mereka diingatkan atau orang tua mereka dipanggil terlebih dahulu sebelum bertindak.
Terlebih lagi, anak-anak tersebut merupakan perempuan dan jurusannya pun broadcasting yang dikenal lebih kreatif dan ekspresif.
"Penampilan terlalu menor itu wajar. Kan tinggal diingatkan. Biasakan guru untuk memberikan surat kepada orang tuanya minimal, ‘Bahwa anak ibu bernama ini berpenampilan terlalu menor. Mohon kepada ibu untuk segera datang ke sekolah membicarakannya'," kata KDM.
KDM pun bicara dari kacamata lainnya menurut pendapatnya pribadi.
"Apakah mungkin bahwa karakter itu juga dipengaruhi oleh kejuruan? Misalnya anak ini rambutnya gondrong banget tapi memang dia pelukis. Di salah satu di daerah, ada yang ke sekolahnya pakai sendal jepit, bajunya bebas, anaknya gondrong, merdeka, tapi hasil anak-anaknya orang-orang kreatif," ujar Dedi Mulyadi.
Load more