Soal Pengelolaan Kebun Binatang, Danny Gunalen: Bukan Hanya Tentang Satwa, Tapi Membangun Kepedulian Masyarakat
- Tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Soal pengelolaan kebun binatang modern, CEO Faunaland Danny Gunalen menyebut hal itu bukan hanya tentang menghadirkan satwa.
"Tetapi juga bagaimana membangun kepedulian masyarakat terhadap konservasi dan biodiversity secara lebih bertanggung jawab,” kata Danny Gunalen dalam acara Faunaland Media Experience di Faunaland Buperta Cibubur pada Sabtu (11/5/2026).
Diketahui, Faunaland juga menjadi salah satu calon pengelola baru Bandung Zoo yang nanti hasilnya akan diumumkan oleh Pemerintah Kota Bandung pada 29 Mei mendatang.
Meskipun belum mendapatkan hasil pasti, Danny mengaku telah memiliki konsep ke depannya. Ia juga menyinggung akan melakukan kerja sama dengan beberapa pihak.
"Tokoh-tokoh Jawa Barat akan kami ajak untuk bermitra bersama kami, bagaimana mempertahankan kultur dan budaya bahkan kita bisa buat culture center, sejarahnya Bandung, bisa bikin museum tentang Jawa Barat dari zaman penjajahan sampai sekarang. Bahkan nanti satwa-satwa asli Jawa Barat akan kami buat arsitektural seperti kultur di Bandung, Jawa Barat. Dan ada jenis-jenis lain lagi selain macan tutul ada babi kutil yang merupakan babi hutan terlangka di dunia," jelasnya.
Danny meyakini bahwa Faunaland layak untuk menjadi pengelola selanjutnya untuk Bandung Zoo.
"Akreditasi kami paling banyak baik dalam maupun luar negeri, seperti di 2025 ini kami mendapatkan penghargaan dari Menteri Kehutanan tiga kali. Dan kami adalah satu-satunya mitra di Indonesia yang dipercayai oleh dua institusi konservasi terbesar di dunia yaitu salah satunya Vantara."
"Kami juga bermitra dengan pemerintah bukan untuk kebun binatang saja tapi satwa-satwa diluar habitat, yang sudah kami lakukan adalah vaksinasi gajah di Taman Nasional Tesso Nilo. Ke depan kami bahkan akan membangun rumah sakit gajah di Tesso Nili, itu juga kami bermitra dengan pemerintah dan bantuan luar negeri tanpa menggunakan anggaran dari negara," beber Danny.
Danny menegaskan bahwa Faunaland mampu mengelola Bandung Zoo. Namun ia juga tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Bandung.
"Walaupun nanti kami atau bukan kami yang mengelola tetap akan di bawah pengawasan kami karena saya juga dewan pengawas kebun binatang di Indonesia " tegasnya.
Faunaland diketahui bermitra dengan pemerintah dan lembaga keilmuan yang memiliki tim profesional zoological manajemen dan arsitektural.
Faunaland Group meliputi Lembaga Konservasi yautu PT. Fauna Land Ancol dengan luas 4,99 hektar dan PT. Faunaland Buperta Cibubur dengan luas 10 hektar. Lalu Penangkaran Satwa yaitu PT. Alam Nusantara Jayatama dan PT. Fauna Indonesia.
"Kami memiliki misi menjalin kerja sama dengan pemerintah, lembaga keilmuan dan pihak swasta yang kompeten dan profesional dalam pengembangan Faunaland didalam maupun luar negeri," papar Danny.
Danny juga berharap Faunaland dapat menjadi sarana pendidikan untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri terhadap flora dan fauna sebagai kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversity) Indonesia.
"Faunaland diharapakan dapat memperkenalkan flora dan fauna Indonesia yang unik, endemik dan tidak terdapat dimana pun, lembaga konservasi sebagai sarana rekreasi yang sehat dan menghibur," ucapnya.
Danny juga menyebut bahwa akan melakukan program pelestarian dan konservasi ex-situ maupun in-situ. Satwa yang dikoleksi harus di kembangbiakan dan surplus jenis yang langka keturunannya dapat dilepasliarkan ke habitat aslinya melaluibsebuah mekanisme repatriasi.
Untuk In-situ Faunaland bekerja sama dengan pemerintah dan pihak lain untuk melakukan program-program edukasi dan pelestarian alam berikut sebagai keutuhan ekosistim yang dapat menunjang kehidupan flora, fauna dan kesejahteraan manusia.
"Faunaland akan mempromosikan kekayaan budaya dan daerah asal usul tiap-tiap koleksi satwa. Konsep arsitektural akan disesuaikan dengan asal-usul satwa sebagai jendela kecil promosi daerah tersebut," ungkap Danny.
Load more