Sidak Tengah Malam BGN Bongkar Kejanggalan Dapur MBG di Sukabumi, Ada KaSPPG Tak Paham Operasional hingga Dapur Kotor
- Istimewa
Kondisi tersebut membuat Nanik mempertanyakan efektivitas pengawasan karena petugas disebut hanya bersiaga ketika mengetahui akan ada inspeksi.
Dapur Dinilai Tidak Layak dan Tidak Higienis
Dalam sidak tersebut, kondisi dapur SPPG Sagaranten juga menjadi sorotan serius.
Nanik menilai tata kelola dapur masih jauh dari standar yang diharapkan untuk program pemenuhan gizi nasional.
Ia menemukan area dapur yang sempit, alur kerja yang tidak tertata, hingga kebersihan yang dinilai kurang terjaga.
Bahkan, ditemukan aktivitas merokok di sekitar area dapur saat proses produksi makanan berlangsung.
“Dapurnya sempit, alurnya kacau, kebersihannya kurang, bahkan ada yang merokok di area dapur. Ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Proses Pencucian Disebut Tidak Dipisah
Masalah lain yang ditemukan adalah proses pencucian alat makan, bahan makanan, dan sayuran yang dilakukan tanpa pemisahan yang jelas.
Menurut Nanik, kondisi tersebut berisiko terhadap kualitas higienitas makanan yang diproduksi untuk program MBG.
Tidak hanya itu, dapur juga disebut kekurangan perlengkapan dasar seperti lap pencuci peralatan makan.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya manajemen operasional di lapangan.
BGN Bakal Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Menyikapi temuan tersebut, Nanik menegaskan Badan Gizi Nasional akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG.
Ia juga mengaku akan mencari strategi baru agar inspeksi mendadak tidak mudah diketahui sebelumnya oleh petugas di lapangan.
Menurutnya, langkah itu penting agar pengawasan dapat berjalan objektif dan menunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan tanpa rekayasa persiapan dadakan.
Kasus di SPPG Sagaranten ini menjadi perhatian karena program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menyangkut kualitas makanan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat.
Load more