GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sidak Tengah Malam BGN Bongkar Kejanggalan Dapur MBG di Sukabumi, Ada KaSPPG Tak Paham Operasional hingga Dapur Kotor

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menemukan banyak kejanggalan saat sidak SPPG di Sagaranten Sukabumi, mulai dapur kotor hingga pengawasan lemah.
Selasa, 12 Mei 2026 - 19:00 WIB
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menemukan banyak kejanggalan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Sidak yang dilakukan pada Rabu malam (6/5/2026) itu membongkar berbagai persoalan di lapangan, mulai dari lemahnya pengawasan Kepala SPPG (KaSPPG), kondisi dapur yang dinilai belum layak, hingga dugaan kebocoran informasi sidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Nanik mengaku kecewa karena masih menemukan banyak masalah mendasar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KaSPPG Disebut Tak Paham Operasional Dapur

Salah satu hal yang paling disoroti Nanik adalah minimnya keterlibatan Kepala SPPG dalam proses produksi makanan.

Menurutnya, KaSPPG seharusnya hadir langsung mengawasi proses produksi MBG, terutama pada waktu dini hari saat aktivitas dapur berlangsung padat.

“Saya sudah berkali-kali meminta agar KaSPPG wajib berada di tempat dan mengawasi produksi MBG dini hari, karena ini tanggung jawab besar,” ujar Nanik dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5/2026).

Namun saat sidak dilakukan, Nanik justru menemukan hal janggal. Meski KaSPPG berada di lokasi, yang bersangkutan disebut tidak memahami teknis operasional dapur.

Ia mengaku awalnya mengira KaSPPG tersebut rajin karena sudah standby pada malam hari. Namun setelah ditanya terkait manajemen dapur dan penggunaan peralatan, sebagian besar pertanyaan justru dijawab oleh asistennya.

“Saya kira rajin karena malam-malam sudah standby, tapi saat ditanya soal manajemen dan peralatan, justru banyak tidak tahunya. Yang menjawab malah asistennya,” katanya.

Dari informasi yang diterima di lokasi, KaSPPG tersebut juga disebut jarang terlibat langsung dalam aktivitas dapur sehari-hari.

Nanik Curiga Ada Kebocoran Informasi Sidak

Selain masalah pengawasan, Nanik juga menyoroti dugaan bocornya informasi sidak internal.

Ia menduga keberadaannya di Sukabumi telah tersebar lebih dulu melalui grup komunikasi internal, sehingga sejumlah petugas mendadak bersiap sebelum dirinya tiba di lokasi.

“Begitu saya datang, ternyata ada informasi di grup bahwa saya sedang berkeliling. Jadi mereka langsung standby di dapur,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat Nanik mempertanyakan efektivitas pengawasan karena petugas disebut hanya bersiaga ketika mengetahui akan ada inspeksi.

Dapur Dinilai Tidak Layak dan Tidak Higienis

Dalam sidak tersebut, kondisi dapur SPPG Sagaranten juga menjadi sorotan serius.

Nanik menilai tata kelola dapur masih jauh dari standar yang diharapkan untuk program pemenuhan gizi nasional.

Ia menemukan area dapur yang sempit, alur kerja yang tidak tertata, hingga kebersihan yang dinilai kurang terjaga.

Bahkan, ditemukan aktivitas merokok di sekitar area dapur saat proses produksi makanan berlangsung.

“Dapurnya sempit, alurnya kacau, kebersihannya kurang, bahkan ada yang merokok di area dapur. Ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Proses Pencucian Disebut Tidak Dipisah

Masalah lain yang ditemukan adalah proses pencucian alat makan, bahan makanan, dan sayuran yang dilakukan tanpa pemisahan yang jelas.

Menurut Nanik, kondisi tersebut berisiko terhadap kualitas higienitas makanan yang diproduksi untuk program MBG.

Tidak hanya itu, dapur juga disebut kekurangan perlengkapan dasar seperti lap pencuci peralatan makan.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya manajemen operasional di lapangan.

BGN Bakal Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Menyikapi temuan tersebut, Nanik menegaskan Badan Gizi Nasional akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG.

Ia juga mengaku akan mencari strategi baru agar inspeksi mendadak tidak mudah diketahui sebelumnya oleh petugas di lapangan.

Menurutnya, langkah itu penting agar pengawasan dapat berjalan objektif dan menunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan tanpa rekayasa persiapan dadakan.

Kasus di SPPG Sagaranten ini menjadi perhatian karena program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menyangkut kualitas makanan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Arsari Tambang akan Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka, Ini Urgensinya bagi Hilirisasi Mineral Nasional

Arsari Tambang akan Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka, Ini Urgensinya bagi Hilirisasi Mineral Nasional

Dirut Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menjelaskan pusat riset ini nantinya akan difokuskan sebagai basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang.
Nama Petinggi Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Muncul dalam Sidang Dugaan Suap Blueray Cargo, KPK Diminta Jalani Pesan Presiden Prabowo

Nama Petinggi Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Muncul dalam Sidang Dugaan Suap Blueray Cargo, KPK Diminta Jalani Pesan Presiden Prabowo

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikior) menggelar sidang perdana kasus dugaan suap pengurusan barang impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo John Field, Manajer Operasional Blueray Cargo Dedi Kurniawan, dan Ketua Tim dokumen Importasi Blueray Cargo Andri.
Resmi! Persib Bandung Dipastikan Tanpa 3 Pilar Sekaligus Saat Melawan PSM, Termasuk Bojan Hodak

Resmi! Persib Bandung Dipastikan Tanpa 3 Pilar Sekaligus Saat Melawan PSM, Termasuk Bojan Hodak

Persib Bandung mendapat ujian berat saat bertandang ke PSM Makassar karena Bojan Hodak, Federico Barba, dan Luciano Guaycochea absen akibat akumulasi kartu.
LPSK Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Korban Mulai Ajukan Perlindungan

LPSK Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Korban Mulai Ajukan Perlindungan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan pengawalan terhadap kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Praktik Bidan di Sleman Diduga Tampung Bayi di Luar Nikah, Pemilik Kontrakan Kira Masih Dititip Orang Tua Biologis

Praktik Bidan di Sleman Diduga Tampung Bayi di Luar Nikah, Pemilik Kontrakan Kira Masih Dititip Orang Tua Biologis

Sebuah tempat praktik bidan di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menjadi sorotan setelah diduga juga melayani tempat penampungan bayi. 
Gubernur Jabar, KDM: Kalau Pengen Berkeadilan, Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus

Gubernur Jabar, KDM: Kalau Pengen Berkeadilan, Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus

Gubernur Jabar, KDM menilai sistem pajak kendaraan bermotor saat ini memiliki ketimpangan. Sebab, kendaraan yang jarang digunakan tetap harus membayar pajak tahunan dalam

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate berhasil mencetak rekor mentereng usai merekrut Megawati Hangestri. Bahkan pencapaian ini membuat mereka nyaris melampui prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Selengkapnya

Viral