Juri LCC 4 Pilar MPR RI Lainnya Ikut Disorot, LHKPN Dyastasita WB Bikin Netizen Salfok karena Tak Punya Kendaraan
- dok.kolase tvOnenews.com /YouTube MPR
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat terus menyeret perhatian publik. Setelah nama Indri Wahyuni menjadi sorotan, kini giliran sosok Dyastasita Widya Budi atau Dyastasita WB yang ramai dibahas netizen.
Dyastasita WB diketahui merupakan Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI sekaligus salah satu juri dalam final LCC Empat Pilar MPR RI yang viral di media sosial.
Publik mulai mengulik profil hingga laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Dyastasita WB setelah polemik penilaian lomba memicu kontroversi di jagat maya.
Sosok Dyastasita WB, Pejabat Eselon di Setjen MPR RI
Berdasarkan profil resmi Sekretariat Jenderal MPR RI, Dyastasita WB merupakan pejabat eselon di bawah Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi.
Ia menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi ideologi negara serta edukasi kebangsaan di sejumlah daerah.
Dyastasita WB tercatat menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dan memiliki pangkat Pembina Utama Golongan IV/e di lingkungan aparatur sipil negara.
Namanya mulai menjadi perhatian publik setelah menjadi salah satu juri dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pontianak.
Kontroversi bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, beberapa kali melayangkan protes terkait penilaian jawaban yang dianggap tidak tepat.
Polemik tersebut kemudian viral di media sosial hingga menyeret perhatian terhadap jajaran dewan juri.
LHKPN Dyastasita WB Ikut Dikulik Netizen
Di tengah ramainya polemik LCC Empat Pilar MPR RI, netizen turut menyoroti laporan LHKPN Dyastasita WB yang tercatat dalam periode pelaporan tahun 2025 dan disampaikan pada Maret 2026.
Berdasarkan data LHKPN, total kekayaan bersih Dyastasita WB tercatat sebesar Rp581,2 juta setelah dikurangi utang.
Mayoritas kekayaannya berasal dari aset properti berupa tanah dan bangunan yang berada di wilayah Jakarta.
Berikut rincian harta kekayaan Dyastasita WB berdasarkan LHKPN:
-
Tanah dan bangunan di Jakarta Pusat: Rp251,1 juta
-
Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan: Rp80,4 juta
-
Tanah dan bangunan lainnya di Jakarta Pusat: Rp365,5 juta
-
Kas dan setara kas: Rp1,67 juta
-
Utang: Rp117,5 juta
Meski memiliki sejumlah aset properti, netizen ramai menyoroti tidak adanya kendaraan pribadi yang tercatat dalam laporan kekayaannya.
Selain itu, dalam LHKPN tersebut juga tidak tercatat kepemilikan surat berharga maupun harta bergerak lainnya.
Fakta itu membuat nama Dyastasita WB ikut ramai diperbincangkan di media sosial bersamaan dengan polemik penilaian LCC Empat Pilar MPR RI.
Polemik LCC Empat Pilar MPR RI Belum Reda
Kontroversi LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat masih terus menjadi perhatian publik hingga saat ini.
Sebelumnya, MPR RI telah menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi dalam final perlombaan tersebut.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi proses penilaian dan kinerja dewan juri secara menyeluruh.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan resmi.
Selain itu, anggota MPR RI Hetifah Sjaifudian juga mengusulkan agar lomba tingkat Kalimantan Barat diadakan ulang demi menjaga rasa keadilan bagi seluruh peserta.
Meski wacana pertandingan ulang mulai mencuat, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait jadwal maupun mekanisme pelaksanaannya.
Sementara itu, SMAN 1 Sambas masih tercatat sebagai wakil Kalimantan Barat untuk melaju ke tingkat nasional dalam ajang LCC Empat Pilar MPR RI 2026. (nsp)
Load more