Tak Ingin Kekumuhan Dibiarkan, Dedi Mulyadi soal 35 Tahun Trotoar Kota Bandung Dipenuhi Kios Liar: Fungsi Harus Dikembalikan Sebagaimana Mestinya
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Tak ingin kekumuhan dibiarkan berkepanjangan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terjun langsung untuk menertibkan kios-kios liar yang telah puluhan tahun memenuhi trotoar di Kota Bandung.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM memimpin langsung penertiban dalam aksi menata estetika kota ini.
Adapun aksi nyata ini dilakukan sebagai respons atas kondisi kekumuhan yang mengganggu akses utama menuju fasilitas publik penting seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan pusat pemerintahan di daerah sana.
Setibanya di lokasi, Dedi Mulyadi melihat langsung trotoar tersebut telah berubah fungsi hingga menyebabkan tumpukan sampah dan kesan kumuh.
“Daerah ini merupakan jantung kota dan akses harian masyarakat menuju tempat pelayanan kesehatan serta kantor gubernur. Kita tidak bisa terus membiarkan kekumuhan ini. Fungsi trotoar harus dikembalikan sebagaimana mestinya agar kota terlihat rapi dan tertata,” katanya dikutip Rabu (13/5/2026).
Saat penertiban, KDM mengaku mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis terlebih dahulu.
Dia mencoba berdialog dengan para pedagang secara langsung mulai dari tukang sol sepatu hingga pedagang makanan.
Saat berdialog, KDM memahami dan mendengarkan keluhan terkait beban ekonomi dan cicilan yang mereka hadapi.
Untuk solusi jangka pendeknya, dia memberikan bantuan modal tunai langsung kepada para pedagang yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan pokok selama masa transisi.
Untuk solusi jangka panjangnya, mereka diundang ke Gedung Sate guna merumuskan pemberdayaan usaha mereka.
Menurut KDM, penataan trotoar bukan berarti mematikan ekonomi rakyat kecil. Pasalnya, pemerintah juga akan mencari skema agar mereka bisa tetap berdagang dengan cara yang lebih rapi dan terorganisir.
Setelah pendekatan humanis dilakukan dan kesepakatan disetujui, penertiban akhirnya dilakukan secara gotong royong tanpa adanya kekerasan.
Secara sukarela para pedagang membongkar lapak mereka dengan dibantu oleh petugas di lapangan. (nsi)
Load more