News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menohok! DPRD Jabar Desak Dedi Mulyadi Hentikan 'Pesta' Milangkala Tatar Sunda, Singgung Anggaran hingga Sejarah

Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat mendadak riuh saat anggota Fraksi PKB, Maulana Yusuf, melayangkan kritik tajam langsung di hadapan Dedi Mulyadi
Kamis, 14 Mei 2026 - 07:01 WIB
Anggota DPRD Jabar Maulana Yusuf dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • tim tvOnenews.com

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat kritik keras dari anggota DPRD Jabar.

Tak tanggung-tanggung Kang Dedi Mulyadi alias KDm diminta menghentikan rangkaian acara Milangkala Tatar Sunda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat mendadak riuh saat anggota Fraksi PKB, Maulana Yusuf, melayangkan kritik tajam langsung di hadapan Dedi Mulyadi.

Seperti diunggah dalam akun Instagram @official_bukamata pada Rabu (13/5/2026), Maulana menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencederai empati rakyat lewat gelaran acara yang dinilai tidak transparan dan ahistoris.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung dalam rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026, Minggu (3/5/2026).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung dalam rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026, Minggu (3/5/2026).
Sumber :
  • Didin/Purwasuka Viva

Maulana Yusuf secara spesifik menyoroti rangkaian acara Milangkala Tatar Sunda yang dianggapnya tidak memiliki landasan sejarah yang jelas. 

"Pertama, kegiatan perayaan Milangkala Tatar Sunda adalah ahistoris, karena rangkaian acara tersebut hanya bersandar pada sejarah tanggal 18 Mei saja, yaitu tepat pada waktu 669 Masehi saja tanpa ada referensi pasti bahwa rangkaian harus dilaksanakan selama 16 hari yaitu dimulai sejak tanggal 2 Mei hingga 18 Mei," tutur Maulana di Ruang Rapat Paripurna, pada Senin (11/5/2026).

Dengan nada tegas, ia mempertanyakan rute perjalanan sejarah yang disusun oleh pemerintah.

"Serta acara tersebut mohon maaf Pak Gubernur beserta jajaran adalah inkosisten terhadap perunutan sejarah. Bagaimana bisa tatar sunda lahir dari perjalanan dimulai dari Sumedang kemudian berakhir di Kota Bandung dengan hanya menyentuh 9 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat," tegasnya.

"Ini sama saja dengan mengajarkan sejarah Sunda yang salah, terhadap masyarakat Jawa Barat dan pemerintah wajib memperbaiki," tambahnya. 

Maulana juga mengkritik soal dugaan ketidaktransparanan anggaran Milangkala Tatar Sunda tersebut. Ia mempertanyakan klaim pemerintah yang menyebut acara tersebut tidak menggunakan APBD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dua, pemerintah harus mempertanggungjawabkan secara transparan, segala hal penggunaan anggaran yang dikeluarkan dari keringat masyarakat untuk acara tersebut dengan perkiraan anggaran mencapai 2,7 miliar hanya untuk di 4 kabupaten saja," katanya. 

"Lalu bagaimana dengan lima kabupaten kota lainnya? apakah itu dari anggaran daerah mereka sendiri? Serta bagaimana mungkin pemerintah menyatakan bahwa acara tersebut tanpa APBD sama sekali. Tapi satu sisi diakui dalam perencanaan," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kang Song-hwi Ungkap Keberhasilan Timnas Voli Korea Selatan Sapu Bersih Laga Kontra Skuad Srikandi: Tidur Cukup

Kang Song-hwi Ungkap Keberhasilan Timnas Voli Korea Selatan Sapu Bersih Laga Kontra Skuad Srikandi: Tidur Cukup

Di balik tiga kemenangan beruntun tersebut, kapten Timnas Voli Korea Selatan, Kang So-hwi membagikan rahasia sederhana untuk menjaga performa jelang padatnya agenda internasional, yakni tidur yang cukup.
Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Polisi mengungkap kronologi bentrokan di Menteng yang diduga dipicu aksi geber motor di dekat gerobak nasi uduk. Tiga orang diamankan, satu korban meninggal dunia diamuk massa.
Setahun Berlalu, Massa Gelar Aksi 'Melwan Lupa' Tragedi di Garut

Setahun Berlalu, Massa Gelar Aksi 'Melwan Lupa' Tragedi di Garut

Massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut menggelar aksi bertajuk 'Melawan Lupa' di kawasan Pendopo Garut, Jawa Barat.
Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Sebagai pemberi kontribusi terbanyak bagi skuad Piala AFF, Persib terpaksa tak memainkan tujuh pemain Timnas Indonesia di Piala Presiden 2026. 
Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, angkat bicara terkait tewasnya pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Bali.

Trending

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, angkat bicara terkait tewasnya pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Bali.
Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Polisi mengungkap kronologi bentrokan di Menteng yang diduga dipicu aksi geber motor di dekat gerobak nasi uduk. Tiga orang diamankan, satu korban meninggal dunia diamuk massa.
Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Sebagai pemberi kontribusi terbanyak bagi skuad Piala AFF, Persib terpaksa tak memainkan tujuh pemain Timnas Indonesia di Piala Presiden 2026. 
Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ada laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Polres Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas. 
Bukan Cuma SDN Kebayoran Lama, Pramono Bakal Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini

Bukan Cuma SDN Kebayoran Lama, Pramono Bakal Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini

Bukan cuma SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga bakal revitalisasi 11 sekolah lainnya tahun ini. 
Kang Song-hwi Ungkap Keberhasilan Timnas Voli Korea Selatan Sapu Bersih Laga Kontra Skuad Srikandi: Tidur Cukup

Kang Song-hwi Ungkap Keberhasilan Timnas Voli Korea Selatan Sapu Bersih Laga Kontra Skuad Srikandi: Tidur Cukup

Di balik tiga kemenangan beruntun tersebut, kapten Timnas Voli Korea Selatan, Kang So-hwi membagikan rahasia sederhana untuk menjaga performa jelang padatnya agenda internasional, yakni tidur yang cukup.
Selengkapnya

Viral