Menko Yusril Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi: Setiap Orang Bebas Berekspresi
- Antara
Namun, Yusril tetap mengakui pemerintah tidak antikritik. Ia menyebut masukan melalui film dokumenter tetap bisa menjadi bahan evaluasi pelaksanaan proyek di lapangan.
“Pemerintah dapat memetik hikmah dari film itu untuk mengevaluasi kalau-kalau ada langkah di lapangan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Tak hanya pemerintah, Yusril juga meminta para pembuat film terbuka menjelaskan makna istilah 'Pesta Babi' yang digunakan dalam judul film tersebut karena dinilai berpotensi memunculkan beragam tafsir di masyarakat.
“Kalau Pemerintah sering dituntut untuk terbuka, maka saatnya juga seniman, penulis skenario film, dan produser bersikap terbuka pula serta bersedia memberikan penjelasan,” katanya.
Yusril menegaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berekspresi di ruang demokrasi, tetapi kebebasan itu tetap harus disertai tanggung jawab moral.
“Pada intinya, Pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan nobar film tersebut. Ini adalah negara demokrasi dan setiap orang bebas berekspresi. Namun, tidak ada kebebasan berekspresi tanpa tanggung jawab moral,” tandasnya. (rpi/dpi)
Load more