News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri Hilangnya Aman Yani, Sosok yang Dituduh Ririn Jadi Otak Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu

Titi, adik Aman Yani hadir cerita jejak misteri hilangnya sang kakak sejak 2016 bentuk sikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Jumat, 15 Mei 2026 - 22:28 WIB
Ririn Rifanto & Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Pengacara Toni

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Aman Yani mencuri perhatian publik belakangan ini. Namanya mencuat usai Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu bikin gempar seusai persidangan.

Ririn menyebut empat nama lain diduga terlibat dalam kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu pada awal September 2025. Salah satu di antaranya ada nama Aman Yani yang disebut sebagai otak pelaku kasus ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar ini membuat pihak keluarga Aman Yani sempat berbincang dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Di momen itu, Titi, adik Aman Yani mengungkapkan sang kakak hilang sejak 2016.

Terkini, pihak keluarga didampingi tim kuasa hukum muncul di podcast YouTube Denny Sumargo, Jumat (15/5/2026). Titi kembali mengungkapkan jejak misterius hilangnya Aman Yani sejak 10 tahun lalu.

"Itu terakhir kami ketemu sama Aman Yani tanggal 2 Januari 2016. Ketemu saya, adik saya, sama almarhum ibu di rumah ngobrol," ujar Titi.

Titi, adik Aman Yani bicara kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Titi, adik Aman Yani bicara kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

Aman Yani Izin Buka Usaha

Lebih lanjut, Titi menjelaskan keadaan setelah itu. Kata dia, Aman Yani sempat meminta izin pergi ke Bandung dengan dalih ingin membuka usaha.

Aman Yani diketahui merupakan mantan pegawai perbankan daerah. Kala itu, terduga otak kasus pembunuhan di Paoman itu membantah dirinya dipecat dan beralasan mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Ia sempat meminta maaf kepada ibunya sebelum berangkat ke Bandung untuk membuka usaha baru. Hingga Maret 2016, Aman Yani masih berkomunikasi dengan keluarga.

Di momen inilah, Aman Yani mengabarkan dirinya akan pergi ke Bekasi. Setelah itu, ia mendadak hilang kontak hingga saat ini.

"Dua nomornya itu sama sekali nggak bisa dihubungi, enggak aktif. Keluarga pun panik sempat cari. Terakhir kata orang, dia itu ada di Batam," imbuhnya.

Polemik Dana Pensiun Aman Yani

Pada 2017, Titi mengungkapkan bahwa ada pihak perbankan yang menjadi tempat bekerja Aman Yani datang ke rumah keluarganya. Tujuannya untuk memberikan dana pensiun.

Titi menegaskan, pihak keluarga menolak pemberian dana pensiun tersebut sebanyak ratusan juta. Alasannya tak lepas karena keluarga merasa uang yang diberikan itu bukan hak mereka.

"Aman Yani sendiri aja enggak ada. Kami sendiri aja lagi cari enggak ketemu. Itu enggak apa-apa (ditolak), uang itu juga bukan hak saya. Lebih baik enggak dapat uang itu, tapi kakak saya pulang," tuturnya.

Orang Misterius Ngaku Kuasa Hukum Aman Yani

Setelah itu, Titi menjelaskan, pihak keluarga didatangi oleh dua orang misterius. Mereka mengaku berstatus sebagai kuasa hukum Aman Yani.

Kedatangan mereka untuk meminta nomor kontak pihak keluarga. Nantinya, Aman Yani akan menghubungi keluarganya, termasuk Titi.

"Setelah itu yang mengaku Aman Yani menghubungi kakak saya via SMS. Di situ ngobrol-ngobrol, ujung-ujungnya kakak saya si Uyat ini disuruh ketemu sama si Ririn," katanya.

Pihak keluarga pun bertemu dengan Ririn. Alasannya lantaran disuruh Aman Yani untuk membantu terdakwa pembunuhan keluarga Haji Sahroni tersebut.

"Ketemu kasih duit Rp300.000 kalau enggak salah karena ada amanat dari yangg ngaku Aman Yani. Tadinya disuruh kirim Rp1 juta buat ongkos transportasinya karena dia membantu Aman Yani," ucapnya.

Kejanggalan mulai terjadi saat Ririn meminta Kakak Titi, Uyat mengaku sebagai Aman Yani. Tujuannya untuk memudahkan proses pencairan dana pensiun milik Aman.

"Enggak dilakukan, ini udah enggak benar. Tapi, kakak saya ini masih ngobrol-ngobrol via SMS sama yang ngaku Aman Yani," bebernya.

Keluarga Disuruh Bayar Utang Aman Yani

Lanjut, Titi mengatakan pihak keluarga cukup terkejut. Pihaknya diminta membayar utang Aman Yani sebesar Rp80 juta kepada orang dari Balongan, Indramayu.

"Kita duit dari mana? Akhirnya sampai ujung-ujungnya ke Rp10 juta. Dari Rp10 juta ini, aku mulai curiga," kesalnya.

Titi semakin resah. Ia bertanya-tanya apakah kakaknya pernah telepon dengan sosok yang mengaku Aman Yani. Ia pun mendesak agar mereka berkomunikasi via telepon untuk memastikan kebenarannya.

"Ditelepon nih. Aku mau telepon tapi dia alasan ini sinyalnya susah dipelosok. Lho, sepelosok-pelosoknya SMS selama ini masuk berarti ada sinyal, yang penting halo. Dia enggak mau, sampai akhirnya diangkat tapi enggak ngomong-ngomong," paparnya.

Titi menganggap peristiwa itu diduga unsur penipuan. Sosok yang mengaku sebagai Aman Yani itu akhirnya kesal.

Ririn Minta Bertemu Keluarga Aman Yani

Pada Desember 2023, Titi menjelaskan pihak keluarga Aman Yani diminta oleh ibu Ririn. Ia curiga lantaran pihaknya disuruh tanda tangan menjadi ahli waris guna memudahkan pencairan dana pensiun Aman.

"Kok enggak kelar-kelar. Berarti kamu tahu Kang Aman sekarang ada di mana. Kata dia, 'ada di Singapura'," curiga dia.

Titi mendesak agar Ririn menunjukkan surat kuasa setelah diperintahkan Aman Yani. Ia menyebut Ririn mempunyai lembaran tersebut sehingga ditunjukkan kepada keluarga Aman.

"Dibawalah surat kuasanya sama Ririn, sama daftar isi formulir itu, ada tanda tangannya," lanjutnya.

Titi semakin curiga ada kejanggalan dari surat kuasa tersebut. Tulisan dalam lembaran itu tidak serupa dengan milik Aman Yani.

Titi mendesak Ririn memberikan nomor kontak Aman Yani. Sayangnya nomor tersebut tidak aktif hingga mendorong keluarga menghubungi lewat e-mail.

"Di email enggak dibalas. Ya sudah kalau sampai sekarang saya enggak bisa hubungan langsung sama Aman Yani, saya enggak mau isi ini. Ini juga bukan hak saya, masih ada ahli warisnya yang sah karena ada anaknya," tegasnya.

Soal Kasus Pembunuhan Haji Sahroni

Ia mengatakan, pihak keluarga sudah tidak berhubungan dengan Ririn. Seiringnya waktu, keluarga terkejut mendengar Ririn menjadi terdakwa kasus pembunuhan sekeluarga di Paoman, Indramayu.

Titi menjelaskan, keluarga semakin resah mendengar kabar pembunuhan tersebut. Kata dia, pihak keluarga merasa Aman Yani sebagai korban.

"Jangan-jangan korban seperti si Budi juga, masa sih menghilang dari 2016 enggak ada berita sama sekali," katanya.

Titi terkejut setelah mengetahui Ririn menyebut Aman Yani sebagai dalang pembunuhan ini. Kabar tersebut membuat pihak keluarga dituduh di ruang publik, dengan alasan menyembunyikan Aman Yani.

Hingga pada akhirnya, Titi menegaskan bahwa, tuduhan tersebut membuat Ririn dilaporkan oleh pihak keluarga.

(hap)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Survei Membuktikan Mayoritas Warga Portugal Lebih Berpihak kepada Jorge Jesus ketimbang Cristiano Ronaldo

Survei Membuktikan Mayoritas Warga Portugal Lebih Berpihak kepada Jorge Jesus ketimbang Cristiano Ronaldo

Hasil survei dari sebuah media Portugal mengonfirmasi bahwa publik lebih berpihak kepada pelatih Jorge Jesus ketimbang Cristiano Ronaldo. Ini beriringan dengan keputusan sang megabintang meninggalkan tim nasional.
Musim Baru di Depan Mata, Pevoli Veteran Hillstate Sampaikan Pesan Khusus untuk Megawati Hangestri dan Jordan Wilson

Musim Baru di Depan Mata, Pevoli Veteran Hillstate Sampaikan Pesan Khusus untuk Megawati Hangestri dan Jordan Wilson

Rekan setim Megawati Hangestri sekaligus pevoli veteran Korea Selatan, Kim Hee-jin, membawa tekad baru setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate. Katanya...
Polres Malang Tertibkan Bekas Arena Sabung Ayam di Poncokusumo, Ini Temuannya

Polres Malang Tertibkan Bekas Arena Sabung Ayam di Poncokusumo, Ini Temuannya

Polres Malang memusnahkan sejumlah sarana yang diduga bekas arena sabung ayam di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026).
Pimpinan Travel di Surabaya Ungkap Jamaah Umrah Menurun, Ekonomi dan Pajak Saudi Jadi Penyebab

Pimpinan Travel di Surabaya Ungkap Jamaah Umrah Menurun, Ekonomi dan Pajak Saudi Jadi Penyebab

Penurunan tersebut dinilai bukan karena menurunnya minat beribadah, melainkan lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Reaksi Media Ternama Belanda soal Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup

Reaksi Media Ternama Belanda soal Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup

Sebuah media ternama Belanda memberikan reaksinya soal kemenangan telak Timnas Indonesia atas Bangladesh. Kemenangan ini membawa Garuda ke laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026.
Ratusan Karya dari Berbagai Daerah Ikut Kompetisi, Kopi Lokal Masuk Ruang Promosi Digital

Ratusan Karya dari Berbagai Daerah Ikut Kompetisi, Kopi Lokal Masuk Ruang Promosi Digital

Upaya mengenalkan kopi lokal kini ikut memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal itu terlihat dari kompetisi video bertajuk “Bondowoso Republik Kopi” yang hingga 1 Oktober 2026 telah menerima ratusan karya dari peserta berbagai daerah.

Trending

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Dalam laga uji coba tertutup antara Hyundai Hillstate vs Pink Spider akhir pekan ini, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson langsung diturunkan bersamaan.
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Komentar Media Italia soal Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia, Bawa-bawa Tragedi Kanjuruhan

Komentar Media Italia soal Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia, Bawa-bawa Tragedi Kanjuruhan

Keberhasilan fantastis Timnas Indonesia menembus partai final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) meny-
Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda menyoroti performa Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia di laga kontra Bangladesh. Sang striker berusia 19 tahun mencetak pancagol alias lima gol di laga itu.
Elkan Baggott hingga Mitchell Baker Bikin Pelatih Thailand Ketar-ketir, Anthony Hudson Akui Was-was Lihat Skuad Timnas Indonesia Jelang Final

Elkan Baggott hingga Mitchell Baker Bikin Pelatih Thailand Ketar-ketir, Anthony Hudson Akui Was-was Lihat Skuad Timnas Indonesia Jelang Final

Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson mulai memetakan kekuatan Timnas Indonesia jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung Senin (5/10/2026) di GBK.
Selengkapnya

Viral