Duduk Perkara Rumah Penulis Ahmad Bahar Digeruduk GRIB Jaya, Buntut Dugaan Peretasan Pesan Ancam Hercules
- Tangkapan layar YouTube GRIB TV
Jakarta, tvOnenews.com - Penulis buku Ahmad Bahar mengungkap duduk perkara konflik dengan Hercules Rosario Marshal. Hal ini memicu rumahnya didatangi pihak ormas GRIB Jaya di kawasan Cimanggis, Depok, Minggu (17/5/2026) siang hari.
Kedatangan belasan orang yang mengaku dari GRIB Jaya membuat anak Ahmad Bahar dipaksa ikut ke markas ormas tersebut. Tujuannya tak lepas agar sang penulis buku bertemu Hercules.
Ahmad Bahar mengatakan, awal mula persoalan ini dari konten mengomentari sosok Hercules. Ketua Umum ormas GRIB Jaya belum lama menyinggung tokoh politik Amien Rais.
Ahmad Bahar mengaku selain berprofesi sebagai penulis buku juga menjadi TikToker. Hal ini mendorong dirinya membuat konten kritik seputar Hercules melalui TikTok miliknya.
"Kebetulan ada berita tentang Pak Amien Rais dan Pak Hercules, saya komentari," ujar Ahmad Bahar dalam keterangannya yang diunggah melalui kanal YouTube resmi GRIB Jaya dikutip, Selasa (19/5/2026).
Penyebab Rumah Ahmad Bahar Digeruduk Ormas GRIB Jaya
- Dokumentasi keluarga Ahmad Bahar
Konten mengkritik Hercules bukanlah persoalan utama. Ia meyakini ada kesalahpahaman dari hal ini.
Penyebab rumahnya didatangi Tim Satgas GRIB Jaya tak lepas dari adanya dugaan peretasan nomor ponsel WhatsApp miliknya beserta putrinya.
Ahmad Bahar menjelaskan, peristiwa itu terjadi sebelum rumahnya di kawasan Cimanggis digeruduk perwakilan dari ormas GRIB Jaya.
Peretasan WA mengarahkan dirinya seolah mengirim pesan bernada fitnah hingga ancaman. Ironisnya, pesan tersebut ditujukan kepada orang-orang terdekat Hercules.
Peretasan akun WhatsApp tersebut juga membuat video lain disebut menjelekkan istri Hercules menghebohkan publik. Aksi peretasan ini langsung mendapat reaksi keras dari pimpinan GRIB Jaya.
Ahmad menepis dirinya membuat video maupun pesan berisi ancaman kepada Hercules. Ia meyakini ada pihak lain sengaja memodifikasi diduga menggunakan teknologi AI.
"Barangkali ada yang salah paham, termasuk ada video lain yang bukan saya buat, tapi HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya di-cloning sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber utamanya yang memicu kesalahpahaman," terangnya.
Ia menyayangkan video dari aksi peretasan itu viral di media sosial. Walau begitu, ada beberapa yang sudah menghapus setelah mengetahui fakta sebenarnya.
Ia mengingatkan pihak yang meretas akun WhatsApp guna menduplikasi video seolah mengancam Hercules. Dugaan penyalahgunaan ini membuat GRIB Jaya tidak tinggal diam.
"Bagi kalian-kalian yang menduplikasi tentu itu ada aturan hukumnya dan pasti akan dikejar oleh kawan-kawan dari pihak GRIB," katanya.
Ahmad Bahar Minta Maaf kepada Hercules
- Kolase Antara & Tangkapan layar YouTube GRIB TV
Penulis buku itu pun secara resmi meminta maaf kepada Hercules dan ormas GRIB Jaya. Tujuannya untuk tidak menginginkan masalah ini berlarut-larut.
"Semoga dengan saya menyampaikan permohonan maaf ini, kita menjadi saudara guna tidak ada masalah dan tidak berkonflik," ucapnya.
Ia tak membantah konten yang dibuat hampir menyinggung amarah dari Hercules. Namun, niat tersebut tidak didasari dengan kebencian dan bertujuan untuk menyuarakan perdamaian.
"Mungkin karena bahasa Bung Hercules saya tirukan jadi ada kelihatannya seperti mengejek, padahal itu enggak. Sekali lagi saya memohon maaf jika ada yang menduplikasi dan kemudian larinya ke mana-mana, itu sekali lagi bukan tanggung jawab saya lagi," ucapnya.
Ahmad Bahar dan Hercules Sepakat Damai
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya, Wilson Colling menjelaskan awal mula pihaknya mengetahui persoalan ini. Hercules sempat ingin melaporkan Ahmad Bahar kepada pihak Kepolisian.
Wilson mengatakan, niat tersebut diurungkan karena keinginan Hercules meminta dipertemukan dengan penulis buku. Tujuannya agar Ahmad Bahar meminta maaf mengakhiri masalah ini.
"Kebijakan dari Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario mengatakan lebih baik alangkah eloknya sudah melakukan permintaan maaf saja ketimbang harus berperkara," ujar Wilson.
Wilson menyampaikan, kesepakatan damai ditandai dengan surat pernyataan dari Ahmad Bahar. Hal itu terjadi dalam pertemuan di Polres Depok.
Sementara, Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual menyikapi penggerudukan rumah Ahmad Bahar. Ia menepis narasi "pengepungan massa" dari pihaknya.
Marcel mengingatkan bahwa, narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kedatangan perwakilan GRIB Jaya untuk meminta klarifikasi terkait video konten hingga dugaan peretasan sehingga merendahkan martabat hingga memfitnah Hercules.
Ia juga mengecam keras terkait opini yang menggiring tuduhan bahwa pihaknya melakukan tekanan fisik. Perwakilannya tidak melakukan perbuatan melawan hukum yang didukung dengan pernyataan polisi.
"Tindakan doxing dan teror digital ini telah kami catat secara detail dan saat ini sedang dipantau ketat oleh tim hukum untuk diproses secara pidana," kata Marcel.
Ia sempat menyayangkan langkah Ahmad Bahar yang pilih melarikan diri hingga susah dihubungi pihaknya. Hal itu mendorong Tim Satgas ormas GRIB Jaya memaksa anak penulis itu ikut ke markasnya mendorong Ahmad bertemu pihaknya.
Kendati demikian, ujung-ujungnya putri Ahmad Bahar ikut dibawa ke kantor polisi. Momen inilah membuat konflik penulis buku itu dengan Hercules berakhir damai.
(hap)
Load more