Bukan Lomba Ulang, Siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra Kini Diangkat Jadi Duta LCC MPR RI
- Instagram @kalbaronline/YouTube MPRGOID
tvOnenews.com – Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dipastikan resmi dibatalkan.
Keputusan ini diambil setelah dua sekolah yang menjadi finalis, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, secara tegas kompak menolak opsi perlombaan ulang tersebut.
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto mengungkapkan bahwa pembatalan ini merupakan hasil keputusan bulat dari kesepakatan seluruh fraksi di MPR setelah mendengarkan langsung aspirasi serta masukan dari pihak sekolah pada pekan lalu.
"Hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," ujar Abraham di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID
Josepha Alexandra Jadi Duta LCC
Tidak hanya membatalkan agenda final ulang, pimpinan MPR RI juga mengambil langkah mengejutkan sebagai bentuk resolusi konflik.
Pihak parlemen memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya menjadi pusat perhatian publik dalam polemik kompetisi tersebut.
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman mengumumkan bahwa Josepha secara resmi akan didapuk dan diangkat sebagai Duta Lomba Cerdas Cermat MPR RI.
“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” tutur Abcandra.
- YouTube/MPRGOID
MPR RI Minta Maaf dan Janji Libatkan Juri Independen
Dalam kesempatan yang sama, Abcandra menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas kegaduhan yang sempat terjadi di ruang digital.
Sebagai langkah evaluasi total, ia berkomitmen bahwa ke depannya standar penjurian LCC akan ditingkatkan secara ketat dengan melibatkan kalangan akademisi serta ahli yang jauh lebih kredibel demi menjaga sportivitas dan keadilan kompetisi.
"Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara," tegas Abcandra.
Seperti diketahui, polemik ini bermula dari potongan video viral di media sosial saat babak final LCC Empat Pilar di Pontianak yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Load more