Polri Tak Pandang Bulu: Oknum Polisi Terlibat Narkoba Bakal Dipecat dan Dihukum Lebih Berat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Komitmen institusi Polri dalam memerangi peredaran gelap narkoba kini menyasar hingga ke internal mereka sendiri.
Korps Bhayangkara menegaskan bahwa setiap anggota yang terbukti mengkhianati tugas dengan terlibat jaringan narkotika tidak hanya akan kehilangan seragamnya, tetapi juga bakal menghadapi hukuman yang lebih berat di meja hijau.
Ketegasan ini dibuktikan dengan penindakan terhadap mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang.
Deky diduga kuat menjadi pelindung (backing) jaringan narkoba serta terlibat dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil bisnis haram tersebut.
Akibat perbuatannya, Polda Kalimantan Timur telah menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa setelah pemecatan tersebut, oknum polisi akan kehilangan seluruh hak istimewanya.
"Setelah PTDH, mereka harus menghadapi peradilan umum sebagai warga sipil biasa. Tidak ada fasilitas khusus, justru status mereka sebagai mantan aparat akan menjadi faktor pemberat di pengadilan," tegasnya di Jakarta, Selasa (19/5).
Langkah ini diambil untuk memastikan keadilan bagi masyarakat dan membuktikan bahwa hukum berlaku sama bagi siapa saja.
Brigjen Eko menambahkan bahwa proses hukum terhadap oknum-oknum di Kalimantan Timur dikawal secara profesional dan transparan.
“Tidak ada yang kebal hukum, semua sama di hadapan hukum,” ucapnya menegaskan.
Sanksi administratif berupa pemecatan sudah menjadi harga mati.
"Sanksinya sudah jelas, yang terbukti terlibat narkoba akan di-PTDH (dipecat),” tambahnya.
Kebijakan tegas ini selaras dengan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi Polri.
Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menegaskan bahwa ia tidak akan memberi ruang bagi anggota yang melanggar integritas.
"Perintah Kapolri sangat jelas dan tegas, jika ada anggota yang berani bermain-main dengan narkoba akan ditindak tegas,” kata Komjen Syahardiantono.
Melalui upaya bersih-bersih ini, Polri berharap dapat memulihkan serta meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat.
Pihak Bareskrim ingin menjamin bahwa setiap petugas yang melakukan penindakan di lapangan adalah sosok yang bersih dari pengaruh narkotika.
Load more